Gigi Awet? Tunda Menyikatnya Usai Makan

Penulis: Darmansyah

Rabu, 14 Mei 2014 | 09:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Ternyata, kebiasaan menyikat gigi setelah makan itu tidak sehat. Paling tidak itulah yang dirilis “ABC News,” kantor berita Australia, mengutip jurnal penelitian Dr Peter Alldritt, direktur Komite Kesehatan Mulut Australian Dental Association.

Menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan atau minuman, terutama jenis “acidic,” dapat merusak enamel gigi yang berakibat ia lebih cepat keropos, berlubang atau terasa ngilu.
Dalam jurnalnya itgu, Peter menyarankan untuk menunggu paling cepat tiga puluh menit setelah makan jika ingin menyikat gigi.

Ya, selama ini ada sebagian orang yang langsung menyikat gigi setelah makan, terutama ketika mengonsumsi makanan yang meninggalkan bau tak sedap pada mulut.

Misalnya durian, acar bawang, masakan berbumbu kari atau ikan-ikanan.

Kebiasaan yang kelihatannya baik ini ternyata berdampak negatif bagi kesehatan gigi. Menyikat gigi memakan atau minum sesuatu, terutama yang bersifat acidic atau asam seperti minuman bergula, wine, buah atau jus citrus bisa mengganggu kesehatan mulut.

“Buah-buahan terutama jeruk atau jus lemon, cuka, minuman berenergi dan soda memiliki tingkat keasaman tinggi dan itu bisa membuat enamel gigi jadi lunak,” ujar Dr Peter Alldritt..

Peter menambahkan, jika Anda langsung menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan atau minuman acidic, enamel yang sebelumnya sudah menjadi lunak akan bertambah rusak. Akibatnya gigi lebih cepat keropos, berlubang atau terasa ngilu.

Untuk itu jaga jarak antara selesai makan dengan menyikat gigi, saran Peter. Ia mengatakan, jarak itu menjadikan mulut memiliki waktu untuk memproduksi air liur yang akan menetralisir keasaman tersebut.

Air liur atau saliva ini juga membantu menguatkan gigi dan menyerap kalsium lebih banyak, serta berperan sebagai lapisan pelindung gigi.

“Saliva mengandung kalsium dan ion-ion fosfat. Gigi pun memiliki ion ini jadi saliva berperan sebagai penyedia kalsium dan fosfat bagi gigi Anda,” tutur Peter.

Tak hanya itu, saliva pun mengandung enzim yang bisa menetralkan zat asam dan mengembalikan pH mulut ke keadaan normal atau netral. Jadi menyikat gigi setelah makan atau minum sebenarnya tidak jadi masalah selama yang Anda konsumsi tidak mengandung keasaman tinggi.

Selain menyikat gigi sehabis makan ada beberapa kebiasaan lain yang juga bisa membuat gigi rapuh.

Pertama kebiasaan menyikat gigi terlalu keras. Ada sebagian orang menganggap kebersihan gigi berawal dari seberapa sering kita menyikat gigi.

Hal itu benar, tapi menyikat gigi yang dilakukan lebih dari dua kali dalam sehari tidak baik untuk kesehatan gigi kita.

“Saya sudah bertemu dengan orang-orang yang memiliki kebiasaan sikat gigi dua puluh kali dalam sehari,” kata Dr. Sally Cram, ahli gigi di Washington D.C., seperti dikutip dari She knows.

Terlalu sering menyikat gigi tidak akan membuat gigi Anda bersih lebih lama. Justru akan melukai gusi dan mengikis enamel gigi.

Menyikat hanya perlu dua kali sehari dan yang terpenting, adalah cara Anda melakukannya. Gosoklah dengan gerakan memutar mulai dari bagian depan, samping, dalam dan geraham. Lalu gunakan dental floss untuk membersihkan sisa-sisa makanan di antara celah gigi selama dua menit.

Kebiasaan lain adalah terlalu sering memutihkan gigi. Agar gigi terlihat lebih putih biasanya kita memutihkan kulit dengan metode bleaching.

Boleh saja melakuka bleaching, tapi jangan lebih dari dua kali setahun. Pemutihan yang dilakukan secara berlebihan dapat menyebabkan gigi dan gusi lebih sensitif dan menimbulkan efek transparan pada gigi.

Sangat ditekankan, sebaiknya warna gigi tidak lebih putih dari mata. Gigi yang terlalu putih justru membuat Anda terlihat aneh. Akan lebih aman jika proses bleaching dilakukan di dokter ahli, dibandingkan memakainya sendiri di rumah.

Kalau Anda ingin gigi tidak cepat rusak dan keropos, jangan mengatupkan gigi terlalu kuat. Sadar atau tidak, kita sering melakukan hal ini. Awalnya hanya kebiasaan, tapi ternyata dapat mengakibatkan tulang keropos, resesi gusi, gigi bergeser hingga gigi retak.

Tanda-tanda dari efek negatifnya adalah sendi rahang terasa nyeri, sulit membuka dan menutup mulut dan sakit kepala.

Wah, ini yang paling rawan bagi kesehatan gigi, banyak minum minuman berenergi.
Minuman berenergi yang biasa dikonsumsi saat berolahraga ternyata tak sesehat yang kita kira. Kandungan di dalam minuman berenergi, citric acid, dapat mengakibatkan pengeroposan gigi.

Tak hanya itu, citric acid juga bisa merusak lapisan enamel gigi. Dikarenakan adanya penipisan pada lapisan gigi, kerusakan gigi akibat citric acid tak dapat diatasi hanya dengan menyikat gigi. Untuk mencegahnya, hindari konsumsi minuman berenergi terlalu sering dan selalu berkumur dengan air putih setelah meminumnya.

Bagi wanita, kerusakan giginya juga disebabkan oleh memakai lipstick mengandung paraffin. Kebanyakan wanita sering menggunakan lipstik untuk mempercantik diri. Namun ternyata di balik itu, lipstik punya potensi membahayakan gigi.

Seperti dikutip dari The Super Health, para peneliti di Universitas Sao Paulo, Brasil menemukan bahwa kandungan tertentu di lipstik dapat menyebabkan kerusakan pada enamel gigi.

Beberapa produk kecantikan seperti lipstik ada yang mengandung parafin dalam jumlah kecil. Namun jika secara terus menerus memakai lipstik, dikhawatirkan dapat menyebabkan gigi menjadi lebih rapuh dan retak.

sumber : superhealth, abc.news dan she know

Komentar