Inggris Larang Penduduk Goreng Kentang

Penulis: Darmansyah

Selasa, 24 Januari 2017 | 10:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Food Standards Agency  atau FSA, sebuah lembaga sangat prestise di Inggris yang mengawasi makanan, hari ini, Selasa, 24 Januari 2017,  mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk tidak menggoreng makanan pati seperti kentang dalam suhu dan durasi yang lama.

Peringatan ini, seperti ditulis “mirror,” di hari yang sama,  bertujuan sebagai pedoman resmi untuk meningkatkan kesadaran akan akrilamida, bahan kimia yang terbentuk oleh beberapa bahan pangan saat dimasak pada suhu lebih dari seratus dua puluh derajat Celsius.

Selain “mirror,” media Inggris lainnya,Telegraph, juga  menulis bahwa FSA memberitahu  masyarakat dapat terhindar dari kanker dengan menjauhi makanan yang dimasak hingga kecokelatan seperti kentang panggang, kentang goreng, sayuran akar, bahkan sereal.

Namun, saran ini hanya berdasarkan penelitian pada tikus dan belum merujuk pada beberapa penelitian dengan bukti akrilamida menyebabkan kanker pada manusia.

Di samping itu, belum diketahui secara pasti pola asupan tinggi makanan kecokelatan seperti kentang panggang dapat menyebabkan orang terpapar senyawa kimia yang memicu kanker.

Menurut FSA, masyarakat perlu memanggang kentang dan sayuran dalam oven yang sudah dipanaskan selama 45 menit, dan menggantinya setiap 15 menit guna menghindari kecokelatan.

Panduan tersebut juga memberi peringatan agar masyarakat perlu mengatur timer setiap 25 menit guna memastikan makanan mereka tidak gosong.

Kampanye dan himbauan ini disikapi dingin para ahli. Sir David Spiegelhalter, profesor risiko masyarakat Cambridge University, mengatakan peringatan itu tidak pantas.

“Saya selalu bertentangan dengan kampanye kesehatan publik yang tidak berdasarkan bukti kuantitatif cukup kuat,” katanya. “Banyak hal di dunia ini yang dapat menyebabkan kanker, akan tetapi ukuran risikonya lah yang terpenting.”

Senyawa akrilamida terbentuk akibat reaksi kimia antara gula atau pati dan asam amino pada bahan pangan saat digoreng, dibakar, dan dipanggang. Senyawa ini minim terjadi saat direbus, dikukus, atau menggunakan microwave.

Kentang goreng atau keripik kentang adalah makanan yang diperkirakan mengandung jumlah akrilamida paling tinggi.

Bukan cuma kentang, FSA bahkan melarang masyarakat memanggang roti hingga bagian luar jadi keemasan. Lagi-lagi karena diduga meningkatkan jumlah akrilamida.

Chris Snordon, kepala ekonomi gaya hidup Institute of Economic Affairs mengatakan bahwa keputusan FSA tersebut cuma menakut-nakuti.

“Mereka harus berurusan dengan masalah keamanan seperti penanganan restoran yang secara pasti memberikan makanan berbahaya,” kata Snordon.

“Hal semacam ini dapat melemahkan kepercayaan orang terkait hal ilmiah dan hanya sekadar menakut-nakuti saja. Selain itu, orang semakin tidak tahu harus makan apa karena tidak diberi solusi konkret,” ungkapnya.

Kampanye ini berlangsung  gencar  dan bertema Go For Gold yang bertujuan memotong jumlah kimia berbahaya akrilamida dalam makanan.

FSA menekankan, makanan bertepung kaya karbohidrat seperti roti, kentang, ubi dan sayuran berbatang renyah, baiknya tak dimasak dalam suhu tinggi dalam jangka waktu lama.

Pasalnya, reaksi kimia akan menyebabkan kimia beracun terbentuk ketika gula dan protein dalam makanan bertepung dimasak pada suhu tinggi, yaitu di atas seratus dua puluh derjat celcius

Itu termasuk memanggang, menggoreng, serta membakar.

Makanan seperti kentang goreng kering, keripik, dan roti yang di panggang hingga cokelat memiliki tingkat tertinggi senyawa tersebut, para ahli memperingatkan.

Studi pada tikus telah menunjukkan, bahwa tingkat tinggi akrilamida dapat menyebabkan kanker serta kerusakan saraf.

Dan para ahli percaya, bahwa senyawa tersebut juga memiliki kemampuan untuk memicu kanker pada manusia.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker, bagian dari Organisasi Kesehatan Dunia telah memperingatkan bahan kimia tersebut kemungkinan bersifat karsinogen bagi manusia, begitu juga isi peringatan lembaga US Environmental Protection Agency.

Steve Wearne, direktur kebijakan di FSA, mengatakan produsen telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi tingkat akrilamida dalam makanan.

Tapi, ia mengatakan sudah waktunya bagi konsumen untuk lebih sadar akan risiko.

“Kami tidak mengatakan orang harus khawatir tentang makanan yang digoreng. Cukup menggoreng hingga kuning keemasan, jangan menunggu cokelat.”

“ Dengan begitu Anda sudah dapat mengurangi kadar akrilamida dalam makanan,” jelasnya.

Komentar