Ingat, Rabun Senja Itu Bukan Suatu Penyakit

Penulis: Darmansyah

Rabu, 1 Agustus 2018 | 08:06 WIB

Dibaca: 1 kali

Pandangan Anda menjadi buram pada malam hari atau sulit melihat di cahaya temaram?

Mungkin Anda mengalami nyctalopia atau rabun senja.

Kondisi ini terjadi ketika sel-sel dalam retina yang membantu melihat dalam gelap, mengalami gangguan.

Perlu Anda ketahui sebelumnya bahwa rabun senja bukanlah sebuah penyakit, melainkan sebuah tanda atau gejala dari penyakit tertentu yang mendasarinya.

Untuk itu, jangan anggap sepela rabun senja, kondisi ini membutuhkan pemeriksaan yang cermat dan penanganan yang tepat agar bisa diatasi.

Bagi Anda yang mengalami rabun senja, ciri-cirinya dapat dikenali ketika melakukan kegiatan sehari-hari

Sulit melihat jalan saat berkendara pada malam hari. Sulit melihat sekitar ketika berjalan di tempat gelap, misalnya di dalam bioskop.Sulit melihat bintang di langit.

Selain itu, gejala lainnya dari rabun senja adalah sulitnya melihat saat keadaan gelap, pandangan Anda mungkin memburuk pada saat transisi dari ruangan yang terang ke gelap.

Untuk membantu memperjelas keluhan ini, coba bandingkan dengan penglihatan orang lain di sekitar Anda.

Bila orang lain masih dapat melihat dengan jelas pada pencahayaan yang kurang, maka kemungkinan besar Anda mengalami rabun senja.

Beberapa penyakit atau kondisi yang mungkin menimbulkan gejala rabun senja:

Salah satu efek buruk yang bisa terjadi pada mata ketika kekurangan vitamin A adalah keratomalacia.

Keratomalacia merupakan suatu gangguan pada kedua bola mata. Selain mata menjadi kering, tanda awal Anda mengalami kondisi ini salah satunya mungkin rabun senja.

Tanpa bantuan koreksi kacamata atau lensa kontak, penderita miopi kesulitan melihat benda-benda yang jauh.

Lensa mata yang harusnya jernih menjadi keruh pada penderita katarak. Hal ini membuat pandangan Anda tidak jelas.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan penumpukan tekanan di dalam bola mata (tekanan intraokular). Glaukoma bisa merusak saraf  Anda dan membuatnya makin memburuk dari waktu ke waktu.

Penyakit diabetes yang tidak terkontrol dalam jangka waktu panjang bisa membuat penderitanya rentan mengalami gangguan pada saraf mata.

Penderita keratonocus memiliki kornea mata yang tipis dan seiring berjalan waktu, kornea bisa berubah menjadi kerucut. Hal ini membuat penglihatan menjadi buram dan sensitif terhadap cahaya.

Ini merupakan penyakit mata turunan. Kondisi ini terjadi ketika retina dipenuhi oleh pigmen berwarna gelap.

Gejala kondisi ini salah satunya adalah retinitis pigmentosa atau RP. Kondisi ini termasuk penyakit keturunan yang berdampak pada penglihatan dan pendengaran.

Penggunaan obat-obatan untuk glaukoma bisa membuat pupil menyempit sehingga menimbulkan efek samping seperti rabun senja.

Mengatasi rabun senja harus disesuaikan dengan penyebabnya. Untuk mengetahui hal itu, dokter akan menelusuri riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik pada mata.

Setelah itu, mungkin dokter akan melakukan tes darah guna mengetahui kadar gula dan vitamin A dalam tubuh.

Berikut cara mengatasinya sesuai penyebabnya , kekurangan vitamin A mungkin bisa diatasi dengan mengonsumsi suplemen vitamin A.

Keratonocus ringan bisa diatasi dengan penggunaan kacamata atau lensa kontak. Tapi bagi kebanyakan orang, lensa kontak merupakan cara yang paling efektif.

Untuk penipisan kornea yang parah dan sudah tidak bisa diatasi dengan lensa kontak, jalur operasi mungkin diperlukan.

Jika rabun senja disebabkan oleh miopi, cara mengatasinya yaitu menggunakan kacamata yang disesuaikan dengan minus Anda.

Untuk penderita katarak, Anda bisa menjalani operasi untuk mengganti lensa mata yang telah keruh dengan lensa mata buatan yang jernih.

Memakai obat tetes mata dari dokter untuk mengurangi tekanan bola mata pada penderita glaukoma.

Obat ini bekerja dengan cara mengurangi pembentukan cairan pada mata.

Pemakaian obat oral, operasi, atau terapi laser juga bisa dilakukan jika pengobatan dengan obat tetes mata saja tidak efektif.

Jika Anda mengalami rabun senja akibat penggunaan obat, jangan langsung berhenti mengonsumsinya.

Konsultasikan dahulu ke dokter sebelum menurunkan dosis atau berhenti meminumnya.

Sebaiknya Anda tidak berkendara pada malam hari atau melakukan aktivitas di tempat yang gelap, untuk menghindari kecelakaan atau risiko lain. Konsultasi pada dokter spesialis mata untuk mendapatkan penanganan rabun senja lebih lanjut.

Komentar