Indonesia Punya Penduduk Tua Terbesar

Penulis: Darmansyah

Kamis, 23 Februari 2017 | 15:42 WIB

Dibaca: 0 kali

Indonesia akan menempati daftar negara yang memiliki  prosentase penduduk tua di dunia bersamaan dengan membengkaknya mereka yang  lanjut usia di tiga belas tahun mendatang.

Saat itu, satu dari tujuh penduduk Indonesia berumur lebih dari enam puluh tahun.

Meski memiliki sejumlah risiko, lonjakan penduduk lanjut usia itu belum diantisipasi.

Menua adalah proses alami yang dihadapi semua bangsa.

Meningkatnya usia harapan hidup, membaiknya layanan kesehatan dan naiknya derajat kesejahteraan membuat jumlah lansia bertambah.

Namun, lansia identik penurunan fungsi hidup yang bisa membuat lansia jadi beban.

Sudah siapkan Indonesia menghadapi pembengkakan penduduk lanjut usia?

Indonesia belum siap hadapi lonjakan lansia,” ujar peneliti Lembaga Demografi Universitas Indonesia , Dwini Handayani

Ketidaksiapan itu tecermin dari rendahnya anggaran, program terbatas, dan pembangunan infrastruktur belum ramah lansia. Itu adalah buah dari kurang teperhatikannya lansia oleh pemerintah pusat dan daerah.

Hal itu menjadikan lansia sebagai beban baru bagi bangsa pada masa depan karena kurang produktif, kerap sakit, dan tanpa jaminan kesejahteraan memadai.

Pembangunan fokus ke warga usia produktif agar siap jadi lansia dan bonus demografi termanfaatkan.

Rendahnya perhatian kepada lansia juga tecermin dari sedikitnya hak lansia terpenuhi meski dijamin aturan undang-undang

Hak bekerja, mendapat pendidikan dan pelatihan, kemudahan penggunaan fasilitas umum, serta bantuan hukum dan sosial dinilai amat kurang.

Sejauh ini, lansia umumnya baru mendapat hak layanan keagamaan dan kesehatan. Program bina keluarga lansia dan posyandu lansia adalah program lansia yang digerakkan pemerintah meski belum merata.

Terabaikannya hak lansia membuat kesejahteraan mereka rendah.

Lansia sebaiknya tetap diberi kesempatan bekerja untuk aktualisasi diri dan kesehatan emosinya. Namun, banyak lansia harus bekerja karena desakan ekonomi atau menjadi tempat bergantung keluarga lain.

Sebagian besar lansia yang bekerja umumnya berpendidikan rendah

Persoalannya, mereka kebanyakan bekerja di sektor informal yang jaminan kesejahteraannya lebih rendah dan amat terbatas sektor formal yang mau menerima mereka.

Namun, banyak lansia tak siap menghadapi persaingan di sektor informal. Saat produktif, banyak lansia tak disiapkan dengan pelatihan sesuai kondisi mereka saat menua.

Di sisi lain, ceruk pasar tenaga kerja sektor informal diperebutkan angkatan kerja yang tak terserap sektor formal.

Di tempat terpisah, Payaman Simanjutak mengingatkan, banyak pensiunan pekerja formal tak siap menghadapi persaingan sektor informal saat pensiun. Jadi, pensiunan perlu dibekali keterampilan agar tetap aktif.

“Dengan usia harapan hidup enam puluh delapan tahun bagi pria dan tujuh puluh dua tahun untuk perempuan, ada  delapan hingga dua belas tahun bagi mereka tetap bekerja,” katanya.

Selain itu, pemerintah perlu menciptakan lapangan kerja tertentu khusus bagi lansia.

Selain itu, perubahan struktur penduduk pada masa depan akan memengaruhi kesejahteraan lansia.

Mereka yang tinggal sendiri lebih banyak perempuan dan di desa. Lansia yang tinggal dengan anak umumnya berpendidikan tinggi dan di kota demi menghemat biaya hidup.

“Sistem sosial di desa yang erat membuat lansia yang tinggal sendiri mendapat dukungan sosial,” kata peneliti LDUI, Muhammad Isa.

Sejauh ini, merawat lansia di panti jompo masih ada resistensi di kalangan masyarakat.

Peneliti LDUI, Rani Toersilaningsih, berharap ada tenaga layanan kesehatan di rumah yang merawat lansia saat tak ada anak-anak mereka

Kemajuan teknologi kedokteran, perawatan kesehatan yang baik bagi orang lanjut usia, dan jaminan pensiun, menjadi faktor penyebab semakin tingginya usia harapan hidup manusia.

Para wanita di Korea Selatan akan menjadi kelompok pertama di dunia yang memiliki usia harapan hidup rata-rata sembilan puluh tahun.

Lima negara yang memiliki usia harapan hidup tertinggi untuk wanita di tahun 2030 berurutan adalah Korea Selatan, Perancis, Jepang, Spanyol, Swiss, dan Australia.

Untuk penduduk pria daftarnya adalah Korea Selatan, Australia, Swiss, Kanada, Belanda, dan Selandia Baru.

Demikian hasil analisa tim dari Imperial College London dan Organisasi Kesehatan Dunia  terhadap usia harapan hidup di tiga puluh lima negara industrialis.

Diperkirakan pada, tiga belas tahun mendatang,  akan semakin banyak orang yang hidup sampai tua dan perbedaan usia harapan hidup antara pria dan wanita semakin pendek.

Selama ini wanita memang diketahui lebih panjang umur.

Korea Selatan memiliki faktor yang lengkap untuk meningkatkan usia harapan hidup penduduknya.

“Mereka memiliki tingkat persamaan yang baik dan bermanfaat bagi penduduknya, mulai dari pendidikan dan nutrisi,” kata Prof.Majid Ezzati kepada BBC News.

Selain itu, menurut Ezzati, pemerintah KorSel juga berhasil melakukan pendekatan untuk mengatasi hipertensi. Negara ini juga memiliki angka obesitas paling rendah di dunia.

Jepang yang selama selalu menduduki ranking pertama dalam hal panjang umur tampaknya akan disalip negara lain. Saat ini negara yang harapan hidup penduduk wanitanya paling tinggi adalah Korea Selatan dan Perancis.

Sementara itu, pada penduduk pria ranking Jepang turun dari urutan empat menjadi sebel;as.

Amerika Serikat tetap menempati urutan terendah dalam hal usia harapan hidup di negara-negara kaya. Di sini usia harapan hidup tertinggi pada pria adalah 80 tahun dan 83 tahun untuk wanita. Peringkat itu tak jauh berbeda dengan Meksiko dan Kroasia.

Amerika Serikat adalah kebalikan dari Korea Selatan. Masyarakat di negara ini memiliki kesenjangan tinggi dan tidak punya asuransi kesehatan universal,” kata Ezzati.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Lancet ini juga menunjukkan kesenjangan usia antara pria dan wanita semakin mendekat.

“Pria secara tradisional punya gaya hidup tak sehat, mereka merokok, minum alkohol, dan paling banyak yang mengalami kecelakaan dan korban pembunuhan. Namun, karena gaya hidup pria dan wanita sekarang semakin sama, demikian pula usia harapan hidup mereka,” katanya.

Komentar