Ikan Teri, Wah Kalsiumnya!

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 19 Oktober 2013 | 09:11 WIB

Dibaca: 3 kali

Ingin mendapatkan kalsium lebih banyak? Asuplah ikan teri. Ikan, yang orang Aceh menamakannya “bileh” itu ketika masih basah, ternyata kaya dengan kalsium. Dan kalsium adalah salah satu zat yang mencegah terjadinya penyakit “osteoporosis” atau bahasa sederhananya perapuhan tulang.

Setiap orang membutuhkan kalsium guna menjaga kesehatan tulang agar tidak terjadi osteoporisis yang bisa menyebabkan tulang keropos hingga patah tulang. Susu memang baik dalam memberikan kalsium untuk tulang, tapi tidak hanya susu saja yang bisa memberikan kalsium.

Salah satu asupan, di luar susu, yang kaya kalsium adalah ikan teri.

Kalau kurang kalsium selain pengeroposan tulang juga bisa gigi jadi copot. Apalagi pada ibu hamil itu sangat diperlukan kalsium, double perlunya. Karena pada pembentukan janin itu kan ngambil kalsium dari ibunya, kalau sampai kurang kalsium gimana, bisa bahaya. Nah selain susu, ikan teri ini juga bagus. Tinggi kalsiumnya.

Tulang pada ikan, terutama teri, sangat bagus untuk dikonsumsi. Untuk itu ikan teri yang dapat dimakan secara utuh sangat baik untuk memperkaya kalsium bagi tubuh.

Yang perlu diperhatikan, dalam mengasup ikan teri, jangan mengkonsumsi yang sudah diasinkan. Karena makanan yang asin atau mengandung banyak garam justru juga bisa membahayakan tulang.

Faktor yang bisa memberi efek negatif terhadap tulang salah satunya adalah konsumi garam yang berlebih. Pola makan orang Indonesia sukanya yang asin, yang tasty, ditambahin terus garam. Padahal kita enggak tahu kalau makanan yang kita makan itu sudah mengandung garam. Akhirnya garam berlebih, bahaya sama tulang.

Kandungan kalsium yang terdapat pada 100 gr beberapa jenis ikan teri adalah 500 mg sampai 972 mg. Itulah mengapa ikan teri dikatakan mengandung kalsium yang tinggi. Bahkan tidak hanya kalsium, ikan teri juga memiliki kandungan fosfor yang baik.

Osteoporosis adalah pengeroposan atau penyakit pada tulang yang ditandai dengan menurunnya massa tulang. Umumnya penyakit ini dianggap sebagai penyakit orang tua. Padahal risiko osteoporosis juga bisa menyerang orang dewasa muda jika gaya hidup dan kalsium sangat kurang diperhatikan.

Saat terjadi osteoporosis, tidak hanya pengeroposan pada tulang dan tulang menjadi rapuh serta menipis, tapi juga bisa sampai patah tulang. Patah tulang ini bisa terjadi di bagian tulang belakang, pinggul serta sendi-sendi seperti pergelangan tangan atau kaki.

Osteoporosis itu silent disease. Kalau seperti sakit maag itu kan bisa ada tandanya perut sakit dan sebagainya. Tapi kalau osteoporosis itu tahu-tahu tulang sudah keropos, tahu-tahu tulang sudah patah, dan patah tulang akibat ostoporosis ini merupakan penyebab fatal kelumpuhan dan kematian.

Osteoporosis, biasanya, memiliki tiga titik patah, tulang bagian belakang, tulang pinggul, pergelangan atau persendian.

Kalau yang patah itu pinggul kita jadi lumpuh, harus di kursi roda, kalau di bagian belakang ini kan semua saraf ngumpul, kalau sampai di situ yang kena ya kita nggak bisa apa-apa lagi.

Risiko osteoporosis ada yang bisa dicegah dan ada yang tidak. Risiko osteoporosis yang tidak dapat dicegah adalah usia, gender, ras Asia dan Kaukasia. Sedangkan risiko yang dapat dicegah adalah dengan pola makan sehat, konsumsi makanan yang mengandung cukup kalsium dan vitamin D.

Untuk mencegah osteoporosis dengan metode lain adalah berat badan seseorang yang tidak bisa kurang atau berlebih. Karena pada orang dengan berat badan yang kurang dari ideal beban tubuhnya, risiko osteoporosis akan lebih tinggi.

Sedangkan pada orang gemuk, pasti akan ada usaha untuk menurunkan berat badan dan tidak sedikit yang melakukan dengan cara yang salah, sehingga berisiko membawa kalsium keluar lebih banyak

Komentar