Hoax, Kolang Kaling Sembuhkan Saraf

Penulis: Darmansyah

Selasa, 23 Mei 2017 | 13:10 WIB

Dibaca: 2 kali

Hari ini kolang kaling menjadi trending topic media sosial usai beredar pesan berantai yang menyebutkan bahwa makanan itu dapat menyembuhkan penyakit ‘saraf terjepit’.

Pesan ini memang berbau hoax.

Tapi Anda jangan mencampakkan hoax ini ke keranjang sampah isu sepele.

Anda perlu tahu fakta tentang kondisi saraf terjepit tersebut.

Saraf terjepit dalam dunia medis dikenal sebagai HNP alias Herniated Nucleus Pulposus.

Ini merupakan kondisi di mana terjadi penonjolan materi nucleus pulposus  atau  bagian dari diskus atau bantalan antar ruas-ruas tulang belakang ke jaringan sekitarnya.

Ini terjadi akibat adanya semacam robekan. Rasa nyeri dapat diakibatkan oleh robekan tersebut, juga karena adanya struktur saraf yang terjepit oleh penonjolan tersebut

Ya, rasa nyeri merupakan salah satu gejala dari HNP yang sering dikeluhkan oleh pasien, bergantung pada di mana lokasi terjadinya penonjolan tersebut.

Bila HNP terjadi di punggung bagian bawah, maka rasa nyeri biasanya akan muncul di bagian bokong, paha, betis serta kaki.

Namun jika HNP terjadi pada bagian tulang belakang dekat leher, nyeri biasanya akan paling terasa di bagian bahu dan lengan. Rasa nyeri juga sering dikeluhkan semakin terasa apabila pasien batuk atau bersin.

Gejala lainnya yakni kesemutan dan lemah di bagian tubuh tertentu.

Sama seperti nyeri, kedua gejala ini juga dipengaruhi oleh bagian tubuh mana yang mengalami HNP.

Ciri khas lain dari HNP adalah nyeri pinggang yang menetap dan merambat hingga ke kaki.

Semakin bantalan tulang punggung rusak menekan saraf, maka gejalanya akan semakin berkembang menyebabkan keluhan motorik dan sensorik.

Hati-hati itu pasien saya ada yang ngeluh tadinya sakit pinggang tapi terus enggak ada lagi. Ternyata bukan hilang tapi karena sudah baal makanya enggak kerasa dan sudah mulai ada pelemahan otot,

Kalau rasa nyerinya didahului dengan suatu aktivitas misal kalau duduk lebih nyeri dibanding berdiri, atau bungkuk lebih nyeri karena tegak, apalagi kalau batuk terus kerasa sakit nah itu bisa jadi sudah melibatkan saraya.

Sementara itu  dalam pesan berantai yang dicap sebagai hoax itu  dikatakan bahwa kolang-kaling memiliki kandungan gelatin yang bisa diolah tubuh untuk menyintesis kolagen.

Kolang-kaling juga dikatakan mengandung albumin yang merupakan protein plasma tubuh. Asupan ini pun mengandung serat untuk membantu pencernaan bekerjasama dengan gelatin serta mineral kalium, kalsium, fosfor serta besi yang dikandungnya.

Wow, luar biasa Allah yang telah membuat buah ajaib kolang-kaling.

Seharusnya saya operasi serta menghabiskan banyak uang. Dokter bilang penyakit saya adalah HNP atau saraf kejepit.

Isi pesan itu mengajak banyak orang unntukmembaca artikel tentang kolang kaling dihubungan dengan  saraf kejepit.

Menanggapi informasi ini, seorang dokter saraf menyebutkan bahwa kolang-kaling tidak dapat digunakan untuk pengobatan.

Kolang-kaling telah diteliti memiliki kandungan zat yang berguna sebagai antioksidan dan anti-aging.

Sebagai suplemen makanan dapat saja bermanfaat untuk kesehatan tulang dan sendi, namun untuk dapat digunakan sebagai pengobatan, masih memerlukan penelitian antara lain terkait pengujian terhadap manusia dan dosis yang diberikan

Saat ini memang sedang tren menyebarkan broadcast message di media sosial, termasuk mengenai isu kesehatan.

Banyak testimonial pengguna makanan tertentu yang mengklaim dapat menyembuhkan banyak penyakit.

Masyarakat tidak begitu saja menerima karena banyak dari info-info tersebut yang juga tidak benar dan tanpa dasar.

Pada akhirnya yang seperti ini bisa membahayakan, karena kadang ada embel-embel ‘tidak perlu lagi ke dokter’.

Suatu keluhan dapat disebabkan oleh beberapa kemungkinan penyebab penyakit, sehingga sebaiknya keluhan yang ada diperiksakan ke dokter.

Dengan begitu, bisa dilakukan pemeriksaan dan diagnosis yang lebih tepat. Sehingga pasien juga akan mendapatkan pengobatan yang benar.

Jangan hanya mengobati sendiri karena sebagian penyakit bisa fatal apabila terlambat ditangani.

Komentar