Hati-Hati Dengan Resiko Rabun Jauh

Penulis: Darmansyah

Senin, 4 Maret 2013 | 15:08 WIB

Dibaca: 1 kali

RABUN  jauh atau  myopia kini makin banyak diderita anak-anak menjelang remaja. Akibat dari penyakit ini  banyak anak-anak yang diharuskan menggunakan kacamata atau lensa kontak.

Baru-baru ini sebuah tim peneliti asal London berhasil mengungkapkan 24 gen baru yang diduga kuat memicu terjadinya rabun jauh. Penemuan ini diharapkan akan menuntun para ahli untuk mengobati rabun jauh. Gen-gen itu meliputi gen-gen yang berada di otak, jaringan mata penerus sinyal, struktur mata, dan perkembangan  darimata.

Orang dengan gen ini memiliki risiko 10 kali lipat untuk menderita rabun jauh. Dalam kondisi ini Anda dapat melihat dengan jelas benda di dekat Anda, namun benda yang berada lebih jauh terlihat kabur. Studi yang dirilis  dalam jurnal “Nature Genetics” mengatakan, diperkirakan 30 persen dari populasi  penduduk Barat dan sampai 80 persen dari orang Asia menderita miopia.

Rabun jauh atau miopia terjadi ketika bola mata tumbuh lebih panjang dan menangkap cahaya di bagian yang salah yaitu di depan fotoreseptor retina. Hal ini menyebabkan penglihatan kabur. Tingkat keparahan rabun jauh menentukan daya fokus Anda. Biasanya rabun jauh pertama kali terdeteksi di usia anak-anak, yaitu pada tahun-tahun pertama sekolahnya.

Dalam melakukan studinya, para peneliti menganalisa lebih dari 45.000 orang untuk mengetahui penyebab genetika dari rabun jauh. Mereka pun menemukan 24 gen baru serta mengonfirmasi identitas dua gen yang telah ditemukan sebelumnya.

Kepala peneliti Profesor Chris Hammond, dari Departement of Twin Research and Genetic Epidemiology at King’s College London, mengatakan, studi ini merupakan studi pertama yang mengungkap sekelompok gen baru yang dihubungkan dengan rabun jauh dan risiko 10 kali kemungkinan terbentuknya gangguan ketajaman penglihatan ini.

“Hasil ini merupakan langkah besar untuk menentukan pengobatan yang lebih baik, serta pencegahan di masa mendatang,” ungkap Hammond.
Di samping faktor genetika, faktor lingkungan seperti membaca, kurang aktivitas luar ruangan, dan tingkat pendidikan lebih tinggi juga dikenal sebagai faktor yang meningkatkan risiko rabun jauh.

Makanya, menurut sebuah penelitian, anak-anak dianjurkan untuk lebih banyak beraktifitas di luar ruangan. Ingin anak anda tidak mengenakan kaca mata karena matanya minus? Suruhlah lebih banyak bermain di luar rumah. Demikian saran dari para ahli Queensland University of Technology yang penelitian menyimpulkan, bermain di luar rumah mengurangi kemungkinan anak-anak mengalami rabun jauh.

Peneliti ini belum bisa menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi, namun kemungkinannya adalah dengan bermain di luar, anak-anak lebih banyak melakukan kegiatan fisik dan juga mendapat siraman sinar matahari lebih besar.

Peneliti di kota Brisbane tersebut sedang melakukan penelitian selama tiga tahun untuk mencari hubungan bermain di luar rumah dengan resiko lebih rendah terkena rabun jauh. Dr Scott Read sedang mencari anak-anak yang berusia antara 11 sampai 14 tahun, yang memiliki mata normal dan yang rabun jauh.

“Kami memerlukan anak-anak sekolah karena di saat itulah biasanya rabun jauh terjadi.” kata Dr Read seperti dikutip situs The West Australian.

Dia mengatakan di kalangan penduduk Australia, jumlah penderita rabun jauh ini meningkat, sekarang sekitar 20-25 persen penduduk dewasa Australia mengalami rabun jauh. Di beberapa negara Asia, jumlahnya malah hampir mencapai 80 persen.

Dr Read sebelumnya sudah terlibat dalam penelitian yang menemukan bahwa terjadi perubahan jangka pendek di mata ketika seseorang melakukan latihan fisik. Oleh karena itu, penelitian terbaru ini akan ingin mengetahui lebih pasti apakah melakukan latihan fisik menjadi faktor utama, atau karena seseorang berada di luar ruangan.

Komentar