“Harga” Sebuah Sehat dari Sprei dan Bantal

Penulis: Darmansyah

Selasa, 25 Juli 2017 | 08:53 WIB

Dibaca: 0 kali

Sprei dan bantal merupakan dua komponen yang bisa menyebabkan Anda bisa tidur nyenyak maupun kesulitan untuk tidur.

Dua komponen ini merupakan alat vital yang harus ada sebagai pelengkap ranjang Anda.

Anda juga harus tahu,  sepertiga hidup kita berada di tempat tidur

Namun begitu, tahukan Anda  “kebun botani”  kita itu bisa berisi bakteri dan jamur.

Menurut ahli mikrobiologi Philip Tierno, jika dibiarkan terlalu lama, kebun berukuran mikroskopik ini bisa menyebabkan kita sakit, mulai dari kumatnya alergi, jerawat, sampai flu.

Untuk mencegahnya, sprei dan sarung bantal harus dicuci seminggu sekali.

Manusia secara alami menghasilkan sekitar 26 galon keringat di tempat tidur setiap tahunnya. Ketika cuaca panas dan lembab, kasur kita akan menjadi apa yang oleh para pakar disebut “medium kultur jamur yang ideal.”

Dalam sebuah penelitian yang menguji level kontaminasi jamur di tempat tidur, para peneliti menemukan bahwa tes sampel bantal bulu dan sintetis yang berusia satu setengah hingga dua puluh  tahun mengandung enam belas spesies jamur.

Jamur dan bakteri di tempat tidur kita bisa berasal dari keringat, sel kulit, percikan ludah, bahkan cairan dari vagina atau anus.

Semua itu masih ditambah dengan debu, bulu binatang, tanah, dan masih banyak lagi.

Mencuci sprei dan sarung bantal seminggu sekali dianggap sudah cukup untuk menyingkirkan kuman dan jamur.

“Jika Anda menyentuh kotoran kucing di jalan, Anda pasti akan langsung mencuci tangan. Anggaplah itu analogi untuk sprei Anda. Jika Anda mengetahui semua debu dan kuman, walau tak kasat mata, pasti Anda juga tak mau tidur di atasnya,” kata Tierno.

Bukan hanya sprei dan sarung bantal  yang perlu diganti dan dicuci secara rutin, bantal pun ternyata punya masa pakai optimal.

Sayangnya kita sering menggunakan bantal lebih lama dari yang seharusnya.

Paling tidak ada alasan kuat mengapa bantal Anda perlu segera dipensiunkan dan menggantinya dengan yang baru.

Pertama ia bisa mendatangkan jerawat

Jenis jerawat terburuk adalah jerawat yang disebabkan karena kita sering menempelkan kulit wajah ke benda kotor.

Kita bisa terpapar bakteri penyebab jerawat itu dari ponsel atau helm, namun yang paling sering adalah bantal.

Bantal yang sudah dipakai bertahun-tahun merupakan tempat berkumpulnya debu, minyak, kulit mati, keringat, dan sisa-sisa make up. Itu sebabnya bantal juga wajib dicuci. Jika Anda rentan berjerawat, para ahli merekomendasikan untuk mencuci sarung bantal beberapa kali dalam seminggu.

Bantal “tua” juga akan menjadi sarang tungau

Makhluk kecil dan berkaki delapan alias tungau ini memang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Tungau memakan kulit manusia yang dilepaskan setiap hari.

Menurut Asthma and Allergy Foundation of America, setiap orang memiliki kulit yang cukup untuk memberi makan satu juga tungau.

Untuk mencegah tungau bersarang di bantal Anda, gunakan bantal berseleting yang memiliki teknologi anti-alergen.

Sebenarnya bantal, seperti halnya sarungnya, juga perlu dicuci rutin.

Kebanyakan orang tidak tahu bahwa bantal bisa dimasukkan ke dalam mesin cuci atau dicuci kering

Bantal direkomendasikan untuk dicuci setiap 6 bulan dan pastikan dibilas bersih sampai tidak ada detergen yang tersisa.

Saat kita mencuci bantal, sebenarnya busa atau foam di dalamnya lama kelamaan akan menjadi kempes. Ini berarti kemampuannya untuk menyangga kepala dan leher tidak sebaik saat pertama kita bawa pulang dari toko.

Tidur menggunakan bantal  yang tidak bisa menyangga kepala dengan baik akan menyebabkan kita terbangun dengan rasa sakit atau pegal di leher.

Jadi, jika bantal Anda sudah kempes relakan saja untuk diganti yang baru. Meski demikian, secara umum bantal perlu diganti baru setiap 3 tahun.

Walau usia bantal Anda belum masuk hitungan tahun namun jika Anda sering bangun pagi dengan keluhan nyeri pada bahu, leher, bahkan sakit kepala, mungkin ketebalan bantal yang digunakan kurang tepat.

Gantilah bantal dengan kemampuan menopang leher dengan baik dan tidak terlalu tinggi.

Tidur malam merupakan ritual harian tetapi tidak semua orang bisa menikmatinya dengan kualitas terbaik.

Rebecca Robbins, PhD, seorang mahasiswa doktor di New York University School of Medicine dan rekan menuliskan buku bertajuk Sleep for Success! Everything You Must Know About Sleep but Are Too Tired to Ask.

Robbins menuliskan bahwa bantal yang tidak rutin diganti menjadi penyebab Anda sulit tidur malam.

Hal ini semakin buruk untuk mereka yang selalu tidur dalam posisi menyamping.

Pasalnya, mereka yang selalu tidur dengan posisi demikian membutuhkan bantal khusus untuk menompang punggung dan perut dengan tepat.

Kemudian, dia juga mengungkapkan bahwa seprai kasur yang terlalu lama tidak diganti juga penyebab mata sulit terlelap.

Alasannya, seprai yang kotor mengandung  sebelas juta bakteri termasuk virus penyebab pneumonia.

Anda mengalami insomnia atau sulit tidur?

Coba geser bantal besar di rumah dan gunakan bantal yang lebih rendah atau tidak menggunakan bantal sama sekali.

Cara ini justru lebih baik untuk kesehatan.

Begitu disampaikan clinical nutritionist Amerika, Shawn Stevenson melalui bukunya Sleep Smarter. Dia mengatakan, bantal besar–walaupun empuk–akan menyebabkan sakit leher.

“Bantal besar akan menyebabkan masalah pada tulang belakang yang bisa memicu sakit leher, nyeri punggung dan sakit kepala,” katanya, seperti dimuat Dailymail.

Menurut pria yang telah menangani lebih dari tiga ribu klien termasuk selebritas ini, jiika Anda memilih untuk tidur terngkurap, gunakan bantal di bawah kepala karena itu akan membuat hyperextend .

Namun bila Anda ingin tidur lebih nyenyak dan terhindar dari insomnia, gunakan bantal di bawah perut sambil telentang. Hal ini akan meredakan nyeri punggung dan leher.

Komentar