Golongan Darah dan Hubungan Kepribadian

Penulis: Darmansyah

Rabu, 25 Juli 2018 | 08:40 WIB

Dibaca: 1 kali

Katanya pemilik golongan darah AB cenderung kritis namun pelupa, sedangkan golongan darah O cenderung egois.

Lantas bagaimana jika dilihat dari sisi ilmiah?

nda mungkin pernah mendengar bahwa pemilik golongan darah B memiliki kepribadian tertentu, golongan darah O biasanya mempunyai karakteristik sifat khas lain, dan sebagainya.

Asal mula orang mulai menghubung-hubungkan golongan darah dengan kepribadian ini ternyata bermula di Jepang.

Di Jepang, golongan darah memiliki pengaruh yang besar pada kehidupan, pekerjaan, dan percintaan.

Hal tersebut terjadi karena orang Jepang percaya bahwa setiap golongan darah memiliki kepribadian yang berbeda.

Kepercayaan tersebut berawal dari puluhan tahun silam, pada saat itu seorang profesor bernama Tokeji Furukawa menerbitkan sebuah makalah yang mengklaim bahwa golongan darah A, B, O, dan AB mencerminkan kepribadian dari orang yang memilikinya.

Sejak saat itu, kategorisasi golongan darah atau “ketsueki-gata” telah melekat dengan kuat pada budaya Jepang.

Ada beberapa pengaruh kategorisasi golongan darah pada budaya Jepang misalnya.

Tipe B memiliki semangat yang tinggi, aktif, kreatif, dan kuat. Namun di sisi lain, tipe B juga egois, tidak bertanggung jawab, tak kenal ampun, dan tak menentu.

Tipe O memiliki rasa percaya diri yang kuat, senang menentukan nasib sendiri, berkemauan keras, dan intuitif.

Sayangnya, tipe O juga egois, dingin, tidak dapat diduga, dan berpotensi menjadi workaholic.

Tope AB merupakan individu yang menarik, terkendali, rasional, dan mudah beradaptasi. Namun, tipe AB juga merupakan individu yang kritis, tidak tegas, pelupa, dan tidak bertanggungjawab.

Sebuah artikel penelitian yang diterbitkan secara online di PLoS One  menyatakan adanya sederetan bukti bahwa golongan darah berkaitan dengan berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, kanker, dan penyakit yang berkaitan dengan respon stres imun.

Ada juga laporan bahwa ciri-ciri kepribadian tertentu, seperti depresi dan kecemasan, mungkin berhubungan dengan penyakit tersebut.

Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa golongan darah juga berhubungan dengan ciri kepribadian meskipun tidak ada konsensus ilmiah mengenai kaitan antara golongan darah dan ciri-ciri kepribadian.

Dalam penelitian tersebut, kepribadian dinilai dengan menggunakan TCI atau Temperament and Character Inventory.

TCI terdiri dari tujuh dimensi, termasuk empat dimensi temperamen dan tiga dimensi karakter. Dimensi temperamen, yang meliputi Novelty Seeking , Harm Avoidance ), Reward Dependence), dan Persistence (kegigihan).  

Seeking berkaitan dengan perilaku eksplorasi dan aktivitas dalam menghadapi rangsangan baru;

Harm Avoidance mengacu kepada kecenderungan individu untuk menghambat perilaku saat menghadapi rangsangan yang berpotensi berbahaya dan kecenderungan untuk mengantisipasi efek negatif;

Feward Dependence mengacu pada kekhawatiran hubungan dan keterampilan afektif, dan sikap bergantung; dan Persistence merupakan ciri-ciri kerajinan, ketekunan, dan stabilitas terhadap frustrasi dan kelelahan.

Dimensi karakter terdiri dari Self-directedness(mengarahkan diri sendiri, Cooperativeness kegotongroyongan, dan Self-transcendence transendensi diri. Self-directedness mencerminkan tingkat otonomi individu, keandalan, dan kedewasaan;

Cooperativeness berkaitan dengan keterampilan sosial, termasuk dukungan, kerjasama, dan kemitraan; dan Self-transcendence menunjukkan bakat untuk mistisisme, agama, dan idealisme.

Dari tabel di atas, kita dapat melihat skor masing-masing golongan darah pada ketujuh dimensi tersebut. Anda dapat melihat hasilnya berdasarkan skor tertinggi dan itulah kaitan golongan darah dan kepribadian yang dinilai berdasarkan penilaian TCI.

“Meskipun hubungan antara jenis golongan darah ABO dan ciri-ciri kepribadian telah diperlakukan sebagai ilmu semu, kami mengamati adanya hubungan yang signifikan antara genotipe golongan darah ABO dan sifat-sifat kepribadian dalam banyak subjek kesehatan Jepang,”menurut para peneliti.

“Namun, hasil ini harus dianggap sebagai permulaan dan harus ditafsirkan dengan hati-hati karena ada kemungkinan bahwa hubungan antara genotipe golongan darah ABO dan karakteristik kepribadian relatif lemah.”

Komentar