Video Porno Bikin Otak Rusak Berat

Penulis: Darmansyah

Jumat, 17 Juni 2016 | 11:49 WIB

Dibaca: 3 kali

Anda keranjingan dengan viedo porno?

Terutama di gadget?

Wah, Anda dalam bahaya!!

Penyebabnya,  video porno itu bisa  memberi dampak yang luar biasa buruk bagi otak.

Ketika seseorang menonton film porno, otak tengah dapat tidak bekerja dengan baik, sementara fungsinya penting menjembatani otak kiri yang bekerja rasional dan otak kanan yang mengolah perasaan.

Kalau otak tengah tidak bekerja, akibatnya pertama ke gangguan sistem hormonal.

Anda akan kecanduan karena dopamin yang dirilis saat menonton film-film yang merangsang. Ini juga memicu oksitosin yang membuat perasaan enak dan ketagihan

Tidak hanya itu, ada lagi satu hormon neurotrasmitter norepinerfin.

Rilis hormon ini memicu kreativitas yang membuat penonton film porno selalu ingin mencari film lain yang berbeda dan lebih menantang.

Walau  film porno bisa dijadikan referensi bagi pasangan dewasa untuk meningkatkan kreativitas dan pengalaman baru di dalam kehidupan seksual, kecanduan film porno adalah hal yang harus dihindari.

Film porno bukan untuk pendidikan seks, tapi mengajarkan variasi seks. Sayangnya, ini kadang tidak sesuai dengan nilai budaya dan agama.

Kalau ini menjadi candu bagi anak muda, berbagai pengaruh ke otak bisa terjadi, bahkan sampai memicu perilaku menyimpang.

Kecanduan ini sering terabaikan, padahal dampak yang ditimbulkan kecanduan pornografi lebih besar ketimbang kecanduan narkoba.

Kecanduan pornografi adalah perilaku berulang untuk melihat hal-hal yang merangsang nafsu seksual, dapat merusak kesehatan otak dan kehidupan seseorang, serta pecandu pornografi tidak sanggup menghentikannya.

“Banyak orang yang mengabaikan dampak pornografi, padahal efek negatifnya lebih besar daripada narkoba dalam hal merusak otak.”

“ Tak hanya itu, pecandu pornografi juga lebih sulit dideteksi ketimbang pacandu narkoba,” ujar Dr Mark B. Kastlemaan, pakar adiksi pornografi dari USA.

Menurut Dr Mark, pornografi dapat menyebabkan kerusakan pada lima bagian otak, terutama pada Pre Frontal Corteks atau dikenal dengan bagian otak yang tepat berada di belakang dahi.

Sedangkan kecanduan narkoba menyebabkan kerusakan pada tiga bagian otak.

Pada pecandu pornografi, Dr Mark menjelaskan, otak akan merangsang produksi dopamin dan endorfin, yaitu suatu bahan kimia otak yang membuat rasa senang dan merasa lebih baik.

Dalam kondisi normal, zat-zat ini akan sangat bermanfaat untuk membuat orang sehat dan menjalankan hidup dengan lebih baik.

Tapi dengan pornografi, otak akan mengalami hyper stimulating  atau rangsangan yang berlebihan, sehingga otak akan bekerja dengan sangat ekstrem kemudian mengecil dan rusak.

“Pada dasarnya orang yang kecanduan pornografi merasakan hal yang sama dengan pecandu narkoba, yaitu ingin terus memproduksi dopamin dalam otak.”

“ Tapi pecandu pornografi bisa memenuhi ‘kebutuhan’ barunya itu dengan lebih mudah, kapan pun dimanapun, bahkan melalui handphone. Akhirnya, ini akan lebih sulit dideteksi dan diobati ketimbang adiksi narkoba,” jelas Dr Mark

Dikatakan  pornografi merupakan adiksi baru yang tidak tampak pada mata, tidak terdengar oleh telinga, namun menimbulkan kerusakan otak yang permanen bahkan melebihi kecanduan narkoba.

Oleh karena itu, diperlukan suatu pembinaan dan pengawasan dari semua kalangan, khususnya untuk anak-anak, remaja dan dewasa muda, agar bisa terhindar dari bahaya kecanduan baru, yaitu pornografi.

Porno tak hanya berdampak bagi seseorang.

Porno juga berdampak luas bagi masyarakat.

Dampaknya bisa psikis, ke perilaku, hingga membekukan otak seseorang.

Selain itu, Dr. William Struthers menjelaskan sebagian laki-laki yang terjebak pada kebiasaan melihat gambar porno, jalur saraf mereka menciptakan gambaran sesuai dengan gambar erotis yang mereka pandang.

Terkadang ketika mereka berinteraksi dengan wanita, maka secara tidak sadar, mereka menciptakan gambar-gambar erotis tersebut pada wanita yang ditemuinya.

Secara halus, pornografi telah meletakkan posisi perempuan sebagai objek.

Pamela Paulus, dalam bukunya Pornfield menuliskan : pornografi sangat berdampak negative terhadap laki-laki.

Karena seara tidak langsung mengajarkan mereka untuk melihat perempuan sebagai objek. Pornografi juga memberikan kesan palsu terhadap kesenangn seks.

Komentar