Gaya Hidup Sehat Bisa Usir Kanker

Penulis: Darmansyah

Rabu, 25 Mei 2016 | 14:30 WIB

Dibaca: 0 kali

Fox News dan Time pada waktu bersamaan, Rabu, 25 Mei 2016,  menurunkan laporan tentang  kanker dalam hubungan dengan hidup sehat.

Kedua laporan itu sepakat  gaya hidup sehat, yang meliputi menjaga berat badan yang sehat, berolahraga secara teratur dan menahan diri dari merokok, dapat mencegah kanker.

Bahkan, pilihan gaya hidup sehat berpotensi mencegah dua puluh hingga empat puluh persen dari kasus kanker dan memangkas setengah kematian akibat kanker.

Studi yang diterbitkan pertengahan Mei lalu  di jurnal JAMA Oncology, memberikan dukungan yang kuat bahwa sebagian besar kasus kanker, disebabkan oleh faktor lingkungan dan dapat dicegah dengan modifikasi gaya hidup

Penulis studi di jurnal JAMA itu  Dr. Mingyang Song,  yang seorang peneliti epidemiologi di Rumah Sakit Umum Massachusetts dan  rekan satu timnya, Dr. Edward Giovannucci, profesor kedokteran di Harvard Medical School meyakini gaya hidup sehat akan mampu “mengusir” kanker..

Dalam studi tersebut, Song dan Giovannucci melihat data lebih dari dua dekade milik seratus ribuan lebih  orang yang terdaftar dalam Studi Nurses Health atau Health Professionals Follow-up Study.

Semua peserta secara rutin merespons survei tentang gaya hidup mereka, dan para peneliti membagi peserta menjadi dua kelompok: kelompok risiko rendah kanker, dan kelompok yang berisiko tinggi kanker

Para peneliti mendefinisikan gaya hidup sehat sebagai: tidak pernah atau tidak lagi merokok, tidak pernah minum alkohol atau minum sedikit alkohol

Para peneliti juga menentukan arti sehat lewat BMI  dan berolahraga secara teratur

Para peneliti menemukan bahwa wanita pada kelompok berisiko tinggi, dua puluh lima persen lebih mungkin untuk mendapatkan kanker dan empat puluh delapan  persen lebih mungkin untuk meninggal akibat kanker selama masa studi ketimbang wanita pada kelompok berisiko rendah.

Pria pada kelompok berisiko tinggi, tiga puluh tiga persen lebih mungkin untuk mendapatkan kanker dan empat puluh empat persen lebih mungkin untuk meninggal akibat kanker ketimbang pria dalam kelompok berisiko rendah.

Para peneliti pun mencatat, bahwa semua orang dalam penelitian ini adalah para profesional dalam bidang kesehatan dan karena itu, responden dinilai lebih sadar kesehatan ketimbang populasi umum.

Jika hasil penelitian itu diterapkan pada populasi umum, maka gaya hidup sehat dianggap bisa mencegah terjadinya kasus kanker antara empat puluh hingga tujuh puluh persen.

Dalam studi ini, mereka hanya melibatkan pria dan wanita kulit putih, hasilnya mungkin tidak sama untuk etnis lainnya.

Namun, gaya hidup sehat yang dilakukan dalam penelitian ini telah terbukti menurunkan risiko kanker pada kelompok etnis yang beragam.

Anda tahu aktivitas fisik secara teratur dapat menurunkan risiko kelebihan berat badan dan menjauhkan penyakit seperti masalah jantung dan diabetes. Selain itu, olahraga juga dapat membantu mengurangi risiko kanker, kata sebuah studi baru yang diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine.

Studi sebelumnya telah menemukan bahwa orang-orang yang aktif secara fisik cenderung memiliki tingkat risiko kanker usus besar, payudara dan endometrium yang lebih rendah.

Olahraga juga dapat menurunkan tumor usus dengan mempercepat transit kotoran melalui saluran pembuangan.

Aktivitas fisik juga dapat menurunkan kadar estrogen, yang dikenal untuk berkontribusi pada kanker payudara dan tumor endometrium.

Dalam upaya untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang bagaimana olahraga dan kanker berinteraksi, tim yang dipimpin oleh Steven Moore, seorang ahli epidemiologi kanker di National Cancer Institute

Moore mencocokkan catatan latihan masyarakat ini dengan kemungkinan risiko  dua puluh enam jenis kanker yang berbeda.

Data berasal dari  dua belas  studi yang berbeda dari berbagai populasi masyarakat AS dan Eropa.

Secara keseluruhan, ditemukan bahwa orang-orang yang rutin berolahraga memiliki risiko terkena kanker, tujuh persem lebih rendah dari mereka yang jarang berolahraga.

Angka penurunan risiko sedikit lebih rendah untuk kanker usus besar, kandung kemih, dan payudara.

“Semua orang tahu aktivitas fisik mengurangi risiko penyakit jantung,” kata Moore. “Yang kami tekankan di sini adalah bahwa aktivitas fisik juga dapat mengurangi risiko kanker.”

Kanker adalah penyakit yang sangat ditakuti, tetapi jika orang memahami bahwa aktivitas fisik dapat memengaruhi risiko kanker, maka sangat mungkin ini akan memotivasi untuk menjalani gaya hidup aktif.

Moore mengatakan, bahwa hubungan antara aktivitas fisik dan risiko kanker tetap kuat bahkan setelah disesuaikan untuk faktor potensial lain, termasuk hal-hal seperti indeks massa tubuh, pola makan dan apakah mereka merokok atau tidak.

Bagaimana mekanisme okahraga bisa menurunkan risiko kanker masih belum jelas.

Mungkin,  aktivitas fisik dapat menurunkan kadar insulin dan peradangan sehingga sel-sel tubuh tidak mudah terbentuk menjadi tumor atau kanker.

Perlu dicatat, ada dua jenis kanker, melanoma dan kanker prostat, yang justru angka kasusnya lebih tinggi pada mereka yang aktif.

Meningkatnya risiko kanker kulit bisa jadi karena orang yang berolahraga lebih  banyak menghabiskan waktunya di luar ruang.

Sementara itu, hubungan antara meningkatnya risiko kanker prostat dengan olahraga, masih perlu diteliti.

Para ilmuwan menyarankan agar pria yang aktif secara fisik untuk lebih memerhatikan aspek kesehatanannya, dan rutin memeriksakan kesehatannya, termasuk prostatnya, ke dokter.

Moore menambahkan, meski banyaknya data yang dipakai untuk penelitian, menawarkan kelebihan validasi namun perlu penelitian lanjutan untuk mengerti secara penuh hubungan antara olahraga dengan tingkat risiko berbagai jenis kanker.

Penelitian lanjutan juga perlu meneliti data mengenai jumlah olahraga yang paling efektif mengurangi risiko kanker, apakah olahraga ringan, moderat atau berat.

Meski demikian, dia mengatakan bahwa sejauh ini penelitian ini adalah adalah penelitian yang paling komprehensif mengenai bagaimana aktivitas fisik dapat mempengaruhi risiko kanker, dan menawarkan cara yang potensial bagi banyak orang untuk menurunkan risiko penyakit yang mematikan itu.

Komentar