Gaya Hidup Faktor Number One Kolesterol

Penulis: Darmansyah

Rabu, 28 Desember 2016 | 15:15 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda, atau siapa pun, mungkin, mengalami gejala kolesterol tinggi, dan tahu apa dampak yang diakibatkannya.

Namun begitu, Anda, dan mungkin juga banyak orang lain sering mengabaikan faktor risiko penyakit yang diakibatkan tingginya kolesterol itu.

Kolesterol tinggi tidak hanya akibat dari perilkau hidup, tapi juga bisa akibat faktor genetik atau keturunan

Terlepas dari faktor genetic, sebenarnya,  gaya hiduplah yang  paling berdampak pada tingginya Kolesterol bagi kebanyakan orang.

Ada beberapa gaya hidup yang salah dari Anda yang memicu  Kolesterol tinggi.

Pertama adalah pola makan. Tingginya Kolesterol sangat dipengaruhi oleh pola makan yang tidak sehat. Misalnya, Anda sering konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, seperti daging sapi, mentega, dan susu tinggi lemak.

Kemudian juga lemak trans yang banyak terkandung dalam gorengan hingga makanan kemasan. Makanan yang mengandung lemak jahat itu dapat meningkatkan Kolesterol jahat.

Selain itu kegemukan juga merupakan gambaran dari gaya hidup yang tidak sehat.

Orang-orang yang memiliki indeks massa tubuh di atas tiga puluh memiliki tingkat Kolesterol jahat yang lebih tinggi dibanding kadar Kolesterol baik.

Masalah kegemukan harus diatasi karena tingginya Kolesterol meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Atasi dengan mengatur pola makan sehat dan rutin berolahraga.

Juga mengabaikan  olahraga, yang  artinya Anda kurang bergerak sehingga semakin banyak lemak menumpuk.

Gaya hidup ini bisa meningkatkan Kolesterol jahat dan menurunkan kadar Kolesterol baik. Dengan membiasakan rutin berolahraga, masalah kelebihan berat badan pun bisa teratasi.

Memang, dalam jumlah yang tepat, Kolesterol diperlukan tubuh agar bisa berfungsi.

Namun, jika kadarnya dalam darah berlebihan maka akan menyebabkan kerusakan yang bisa berakibat fatal.

Kolesterol merupakan komponen lemak yang dibuat oleh liver dan didistribusikan ke seluruh tubuh. Kolesterol diperlukan agar tubuh bisa membuat vitamin D, hormon, serta cairan empedu. Kita juga mendapatkan Kolesterol kurang dari dua puluh lima persen dari makanan yang kita asup, terutama lemak hewani.

Kadar Kolesterol tinggi menandakan Kolesterol dalam darah melebihi dari yang tubuh butuhkan. Kebanyakan, kondisi itu tidak menunjukkan gejala yang jelas.

Kadar Kolesterol bisa diketahui dari pemeriksaan darah.

Kolesterol beredar ke pembuluh darah melalui lipoprotein. Ada dua jenis lipoprotein dan keduanya kita butuhkan. Low-density lipoprotein membawa Kolesterol ke seluruh bagian yang membutuhkan.

Jika ada kelebihan Kolesterol, zat ini akan dideposit di pembuluh darah. LDL disebut juga dengan Kolesterol jahat.

Sementara itu, high-density lipoprotein  membawa kelebihan Kolesterol dari jaringan dan sel, lalu mengembalikannya ke liver untuk dipakai ulang.

Kerja HDL ini membuat Kolesterol tidak menumpuk. Ini sebabnya mengapa ia disebut Kolesterol baik.

Tugas pembuluh darah jantung adalah mengirimkan darah dari jantung ke bagian tubuh lainnya. Kelebihan LDL dan kekurangan HDL membuat pembuluh darah membentuk plak, campuran dari Kolesterol, lemak, dan elemen lain yang mengeras.

Ketika arteri koroner menyempit, maka aliran darah menjadi terhambat. Ini merupakan sebab awal tersumbatnya pembuluh darah yang menuju jantung, sehingga terjadi serangan jantung atau nyeri dada.

Gejala berkurangnya suplai darah ke jantung antara lain rasa tidak nyaman, tertekan, dan nyeri di dada. Selain itu bisa juga dirasakan nyeri di rahang, leher, lengan, tangan, atau punggung.

Serangan jantung berarti otot-otot jantung sekarat, karena itu aliran darah harus dipulihkan secepatnya atau akan terjadi risiko permanen kerasakan jantung, bahkan kematian.

Bila plak terbentuknya di arteri yang membawa darah ke otak, maka otak menjadi kekurangan oksigen. Sel-sel otak dengan cepat rusak dan mulai mati (stroke). Gejalanya antara lain bagian tubuh mendadak lemah atau mati rasa.

Tergantung pada bagian otak mana yang kekurangan oksigen, pasien stroke akan mengalami kesulitan bicara, melihat, atau menggerakkan bagian tubuh. Stroke akan menyebabkan kerusakan otak, kecacatan, atau kematian.

Plak juga bisa terbentuk dan menghambat aliran darah ke lengan dan kaki. Jika suplai darah ke tungkai kaki tersumbat, gejala yang dirasakan antara lain rasa kebas dan nyeri. Kekurangan darah juga bisa membuat jaringan mati (gangren).

Pembuluh darah ibarat selang yang di dalamnya mengalir darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh. Jika terjadi gangguan sirkulasi, maka asupan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh juga terganggu.

Hal itu bukan hanya berdampak pada sistem imun tubuh tapi juga menyebabkan berbagai gangguan, mulai dari rasa kebas dan kesemutan pada tangan dan kaki, hingga kekentalan darah.

Jika diabaikan, gangguan sirkulasi darah bisa menyebabkan penyakit jantung.

Mengelola stres juga berdampak positif pada sirkulasi darah.

Menurut para ahli dari American Heart Association, kecemasan dapat menghambat aliran oksigen dan karbon dioksida di tubuh.

Seperti diketahui, stres membuat tubuh melepaskan hormon adrenalin dan kortisol, sehingga jantung berdenyut lebih kencang dan pembuluh darah mengecil.

Bila Anda memiliki sirkulasi darah yang buruk, udara dingin bisa membuatnya lebih parah. Untuk mengatasinya, pastikan tubuh terbungkus jaket yang hangat saat berada di negara yang sedang musim dingin.

Komentar