Gangguan Tidur Bisa Memicu Diabet

Penulis: Darmansyah

Kamis, 21 Januari 2016 | 09:00 WIB

Dibaca: 0 kali

Gangguan tidur menyebabkan diabetes?

“Ya,” jawab Josaine Broussard, dari University of Colorado Boulder, yang memimpin sebuah studi tentang dampak dari gangguan tidur seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 21 Januari 2016.

Tidak hanya itu menurur Broussard.

“Ketika sehari-hari seseorang disibukkan oleh aktivitasnya dan tak mendapatkan tidur yang cukup maka berbagai risiko kesehatan bisa muncul dan diabetes adalah salah satunya saja.

Namun menurut studi terbaru risiko diabetes karena hal ini sepertinya dapat diatasi apabila orang tersebut membayar ‘utang’ tidurnya di akhir pekan.

Studi eksperimen pada sembilan belas pria dewasa muda menemukan hanya empat hari kurang tidur saja cukup untuk membuat perubahan dalam tubuh.

Terlihat para partisipan menjadi tak bisa mengatur gula darahnya seperti biasa sebelum tes dimulai, menandakan munculnya risiko diabetes.

Tapi ketika pria-pria ini mendapat jam tidur ekstra selama dua hari ke depan, tes darah mereka menunjukkan hasil normal yang berarti efek begadang sebelumnya berhasil dilawan.

“Ini memberikan harapan bahwa bila tak mungkin untuk mendapatkan tidur lebih lama di hari biasa, orang-orang bisa mencoba melindungi waktu tidur mereka sebaik mungkin bila ada kesempatan.”

“ Tidur sebanyak mungkin untuk membayar utang tidur,” kata pemimpin studi, Josaine Broussard, dari University of Colorado Boulder.

Eksperiman yang dilakukan Broussard dan rekannya melibatkan partisipan sengaja hanya boleh tidur empat jam setengah sehari selama empat hari, setelah itu dua hari berikutnya mereka dibolehkan untuk tidur hingga sepuluh jam

Tak lupa peneliti juga menyertakan partisipan lain yang tidur normal delapan setengah jam per hari sebagai kelompok kontrol.

Setelah hari keempat kurang tidur, tes darah menunjukkan para pria mengalami penurunan sensitivitas terhadap insulin.

Namun pada hari ke dua setelah tidur ekstra, tes menunjukkan resistensi dan produksi insulin mereka kembali normal sama seperti pada pria di kelompok kontrol yang tak kekurangan tidur.

Studi yang dipublikasi di jurnal Diabetes Care ini tapi menggarisbawahi bahwa penyakit yang dilihat dalam studi murni diabetes.

Studi tak menunjukkan bahwa membayar hutang tidur bisa juga melawan efek negatif lainnya kurang tidur terhadap tubuh.

Selain itu Broussard juga tak menjamin bahwa tidur ekstra juga efektif untuk melawan risiko diabetes dalam jangka panjang.

“Kami tidak tahu apa orang-orang tetap bisa pulih kalau kebiasaan (begadang -red) ini dilakukan setiap minggu,” pungkas Broussard.

Kebiasaan kurang tidur juga membuat tubuh kehilangan imunitas dan mengundang obesitas, bahkan sampai merusak gen.

Dampak buruk ini ditemukan oleh peneliti dari Uppsala University, Swedia.

Tak tidur satu malam saja dilaporkan dapat mengubah gen yang mengontrol jam biologis tubuh.

Terganggunya jam biologis dikatakan oleh salah satu peneliti Jonathan Cedernaes bisa berujung pada perubahan suhu tubuh, nafsu makan, dan aktivitas otak.

“Studi sebelumnya menunjukkan bahwa kurang tidur berdampak negatif pada metabolisme kita.”

“ Kurang tidur juga berkaitan dengan meningkatnya risiko obesitas dan diabetes,” ujar Cedernaes seperti dikutip dari situs resmi universitas, uu.se.

Studi dilakukan dengan melibatkan lima belas orang pria dewasa sehat yang mengikuti tes laboratorium selama dua hari.

Untuk mengurangi faktor lingkungan yang mungkin bisa mempengaruhi hasil, kondisi cahaya, makanan, dan tingkat aktivitas fisik partisipan diatur sedemikian rupa.

Awalnya partisipan dibuat mendapatkan tidur cukup selama delapan jam namun kemudian mereka diminta agar tetap terjaga.

Sampel darah, jaringan lemak, serta otot diambil sebelum dan sesudah eksperimen untuk melihat perbedaannya.

Hasilnya peneliti menemukan ada perubahan pada deoxyribonucleic acid partisipan hanya setelah begadang semalaman.

DNA yang berubah tersebut mengatur bagaimana gen jam biologis tubuh diekspresikan.

Rencananya studi akan dipublikasi di jurnal Clinical Endocrinology and Metabolism.

Hingga tahap ini peneliti tapi belum tahu apakah perubahan gen permanen atau bisa diperbaiki setelah ‘hutang’ tidur dibayar.

“Mungkin saja perubahan-perubahan ini bisa kembali seperti awal setelah sekali atau beberapa kali tidur malam yang cukup,” pungkas Cedernaes.

Menjadi lelah, pening, dan lekas marah adalah akibat kurang tidur yang telah diketahui orang secara umum.

Namun, pernahkan Anda membayangkan bahwa kurang tidur, meski hanya satu malam ternyata dapat mengacaukan kondisi kesehatan?

Dilansir dari Real Clear Science ilmuwan telah berhasil menguak dampak gangguan tidur yang mungkin tidak pernah Anda perkirakan sebelumnya.

Mereka yang kurang tidur memiliki level stres, depresi, dan rasa gelisah yang lebih tinggi dibanding yang durasi tidurnya normal.

Normalnya produksi urin akan menurun pada malam hari.

Mekanisme itu membuat kita bisa tidur dengan nyenyak tanpa terganggu karena ingin ke kamar mandi. Tapi jika malam sebelumnya Anda kurang tidur, mekanisme tubuh

Komentar