“Foreplay” dan “Afterplay” Sama Pentingnya

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 14 Juni 2014 | 14:46 WIB

Dibaca: 1 kali

Pria yang sehat pasti mampu beraktivitas seksual dengan keintiman fisik dan emosional untuk memenuhi hasyrat bercintanya. Apalagi, dalam menjaga ritme bercinta itu sejak dari “fore play” hingga “after play.”

Pria sehat akan tahu bagaimana melanjutkan keintiman setelah pembukaan yang penuh gairah, dan mengakhirinya dengan menunjukkan rasa cinta dan perhatian kepada istri melalui sentuhan atau pelukan.

Apakah semua pria tahu faktor sehat dan kebutuhan memberi kasih saying setelah bercinta?
Sayangnya, kebanyakan pria langsung berbalik badan dan tertidur pulas setelah bercinta. Hal ini sering kali membuat para wanita gigit jari. Sebab, mereka sebenarnya masih membutuhkan perhatian.

Dalam sebuah penelitian yang dimuat di Archives of Sexual Behavior terungkap betapa pentingnya meluangkan waktu sedikit untuk “menu penutup” seusai bercinta.

Hasil survei yang dilakukan terhadappartisipan menyebutkan, aktivitas bermanja-manja setelah bercinta jauh lebih penting dalam kepuasan seksual dibandingkan dengan foreplay dan durasi bercinta.

Pasangan yang meluangkan waktu untuk “menu penutup”, seperti berciuman, berpelukan, atau mengungkapkan rasa cinta satu sama lain, merasa lebih puas dengan hubungan mereka. Secara seksual, mereka juga merasakan kepuasan yang lebih nyata.

Hal tersebut terutama dirasakan oleh pasangan yang sudah memiliki anak. Selain itu, kepuasan dan perasaan bahagia tersebut bukan hanya dirasakan pihak istri, melainkan juga para suami.

Jadi, jangan langsung tertidur setelah mencapai orgasme.

Di samping itu, kini, makin terbukti pula pria yang sehat memiliki kehidupan seks yang juga sehat. Sebuah penelitian yang diterbitkan di Archives of Internal Medicine. Menegaskan pria sehat memiliki peredaran darah yang sehat. Berkat peredaran darah yang sehat, ereksi juga lebih kuat.

Penelitian tersebut mengatakan bahwa pria dengan hidup sehat ternyata bisa efektif memperbaiki disfungsi ereksi atau DE. Buat pria, DE bukan hanya tanda bahaya buat kebahagiaan rumah tangga, melainkan juga pertanda ada masalah kesehatan serius. Menurut penelitian tersebut, DE bisa menjadi sebuah faktor risiko untuk sakit jantung.

Sering kali DE muncul sekitar lima tahun sebelum datangnya diagnosis penyakit jantung.

“Faktor risiko penyakit jantung dan DE pada dasarnya hampir sama. Keduanya terjadi karena kurang olahraga, kegemukan atau obesitas, diabetes, merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan pola makan tak sehat. Anda bisa mengobati penyakit jantung dengan mengubah gaya hidup.

Perubahan gaya hidup itu juga akan memperbaiki masalah DE,” kata Stephen L Kopecky, MD, ahli jantung dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, AS, yang melakukan penelitian tersebut.

Riset tersebut meneliti 740 pria dari enam penelitian. Usia rata-rata adalah 55 tahun. Perubahan gaya hidup dengan atau tanpa obat seperti obat penurun kolesterol memperbaiki disfungsi ereksi dan membantu menurunkan kadar kolesterol darah.

“Ketika seorang lelaki berusia 30-an hingga 50-an tahun menderita disfungsi ereksi, dia sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jantung untuk pemeriksaan lengkap. Segalanya harus diperiksa sebelum terjadi serangan stroke atau serangan jantung,” kata Kopeck kepada WebMD.

Gaya hidup sehat memiliki manfaat penting untuk memperbaiki penyakit yang sangat berarti buat pria, yaitu fungsi seks. Sebagian pria tampaknya tidak terganggu dengan gaya hidup yang mendatangkan penyakit jantung atau kanker pada masa depan.

“Penggunaan obat untuk disfungsi ereksi yang sangat mahal seharusnya memberikan motivasi pada pria untuk mengadopsi gaya hidup sehat untuk mengatasi keluhan mereka,” kata Thomas A Pearson, MD, PhD, MPH, profesor dari University of Rochester School of Medicine and Dentistry di New York yang menjadi penulis tambahan untuk penelitian tersebut.

Suzanne Steinbaum, DO, ahli jantung dari Lenox Hill Hospital New York City, juga setuju dengan hal ini. Bahwa disfungsi ereksi adalah tanda-tanda dini buat sebuah penyakit jantung.

“Ini adalah satu dari tanda-tanda bahaya yang mengatakan ada masalah lebih besar di jantung. Pola makan, olahraga, dan berat badan akan memperbaiki gejala disfungsi ereksi dan menurunkan risiko sakit jantung dan stroke,” katanya.

Adanya disfungsi ereksi itu tampaknya cukup untuk mendorong pria melakukan perubahan yang membuat mereka hidup lebih panjang.

sumber : www.webmd.coma dan www.womenshealthmag.com

Komentar