“Fitnah” Yang Datang Disecangkir Kopi

Penulis: Darmansyah

Jumat, 15 Agustus 2014 | 11:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Fitnah sering datang di segelas cangkir kopi. Kopi dikatakan tidak sehat. Mengundang gejolak lambung. Membahayakan kesehatan jantung. Menyebabkan mulas.

Betulkah? Seorang dokter jantung mengatakan, kopi aman untuk jantung. Akan tetapi, tentu tetap ada syarat dan ketentuan yang harus diikuti.

Penikmat kopi sejati itu menyeruput secangkir kopi tanpa gula dan susu. Lebih bagus lagi jika biji kopi yang dinikmati adalah biji kopi arabika. Biji kopi sendiri sejatinya menyehatkan karena mengandung antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan.

Sejatinya tak ada larangan bagi masyarakat untuk menikmati kopi karena tidak membahayakan kesehatan. Sebenarnya ‘teman-teman’ saat minum kopi, seperti rokok dan gorengan, yang lebih membahayakan kesehatan.

Minuman kopi jadi tak sehat ketika ditambahkan gula dan krim. Sebisa mungkin hindarilah minum kopi three in one. Kopi dengan banyak tambahan itu biasanya berkualitas kurang baik.

Peminum kopi juga perlu memperhatikan porsi. Segala sesuatu yang berlebihan pasti tidak bermanfaat. Kelebihan kopi berarti kelebihan asupan kafein, yang mungkin menyebabkan jantung berdebar-debar.

Pasien penyakit jantung perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum minum kopi. Kopi menaikkan heart rate. Karena itu, bagi pasien penyakit jantung dengan heart rate yang harus dijaga agar tetap rendah, mereka sebaiknya menghindari kopi.

Kopi sebenarnya memberikan efek yang baik untuk tubuh, tetapi ada pula efek yang tidak baik untuk mencernaan. Itulah kenapa, kopi tidak baik bagi mereka yang sudah mengalami gangguan pencernaan.
Penelitian menunjukkan, kopi bisa meningkatkan produksi asam dan gangguan motilitas pada lambung.

Karena memiliki efek demikian, konsumsi kopi yang berlebihan akan meningkatkan risiko sakit maag hingga gastro esophageal reflux disease. Bahkan, bagi orang yang sudah mengalami penyakit tersebut, konsumsi kopi bisa memicu timbulnya gejala bahkan memperparah tingkat kesakitannya.

Peningkatan asam lambung akan menambah aktif “penyerangan” pada dinding lambung yang memang sudah melemah saat sudah memiliki maag. Akibatnya peradangan pada dinding lambung lebih mungkin terjadi. Peradangan lambung yang terjadi secara terus menerus bahkan bisa memicu kanker lambung.

Begitu pula pada penyakit GERD yang disebabkan rusaknya klep antara lambung dan kerongkongan. Jika kadarnya meningkat, maka kemungkinan naiknya asam lambung ke kerongkongan pun akan semakin besar. Naiknya asam lambung ini akan mengakibatkan rasa panas di dada hingga rasa pahit di lidah

Untuk memberikan manfaat kesehatan yang optimal, banyak penelitian menyimpulkan untuk tidak mengonsumsi kopi lebih dari empat cangkir sehari. Untuk menghindari nyeri pada lambung, para pakar juga menyarankan untuk tidak minum kopi dalam keadaan perut kosong.

Bagi yang kerap minum kopi dengan tujuan untuk menetralisasi kantuk dan menyegarkan tubuh, sebaiknya segera mengubah cara pandang tersebut. Jangan minum kopi saat ngantuk.

Lafein hanya menghambat kantuk, namun otak tetap saja lelah. Jika lelah dan ngantuk, obatnya hanya satu, yakni tidur. “Jangan minum kopi pada saat ngantuk!.

Waktu minum kopi harus disesuaikan dengan rencana tidur. Jika ingin tidur pukul delapan pagi, berarti waktu berakhir mengonsumsi kopi adalah pukul delapan sampai sembilan malam

Maka kalau kerja shiftmalam, jangan minum kopi pukul dua atau tiga pagi, karena itu baru ngantuk-ngantuknya. Minumlah sebelum kerja shift, misalnya pukul sembilan malam.. Hal ini sebaiknya dilakukan supaya pola tidur tidak terganggu: bisa terjaga di malam hari dan pada pagi harinya bisa tidur.

Komentar