Fakta, Susu Sapi Tak akan Memicu Kanker

Penulis: Darmansyah

Kamis, 19 Oktober 2017 | 09:37 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda perlu mendapatkan informasi yang terhadap isu  isu soal bahaya susu sapi sebagai pemicu kanker sempat yang sempat beredar dan menjadi kegelisahant.

Masalahnya, susu sapi adalah salah satu produk olahan yang sering sekali dikonsumsi sehari-hari. Bila memang susu menyebabkan kanker, maka semua orang yang sering mengonsumsinya tentu jadi ketar-ketir.

Beberapa sumber mengatakan tidak ada bukti susu sapi meningkatkan risiko kanker, sedangkan sumber lainnya mengatakan bahwa susu sapi meningkatkan risiko kanker.

Karena itu, mari meluruskan berita yang simpang siur soal susu menyebabkan kanker dengan melihat bukti-bukti penelitian yang valid.

Penelitian epidemiologi empat belas tahun silam  dari Institut Karolinska di Swedia menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi susu sapi dengan kanker prostat, yaitu semakin banyak susu yang dikonsumsi manusia, semakin besar risiko terkena kanker prostat

Hal yang sama juga berlaku untuk kanker payudara.

Namun, beberapa tahun lalu Gosia Desmond, Direktur Nutrisi dan seorang dosen di Inggris dan Irlandia menuliskan bahwa peningkatan risiko kanker payudara maupun kanker prostat diakibatkan konsumsi lemak jenuh yang berlebihan selama masa remaja, dan tidak disebabkan langsung oleh susu sapi.

Sebagian sapi mengonsumsi rumput yang menggunakan pestisida. Lemak adalah pelarut yang baik, sehingga lemak dalam produk susu kemungkinan akan membawa pestisida ke tubuh Anda.

Selain itu, susu yang diambil dari sapi hamil membawa sejumlah hormon, seperti hormon esterogen.

Hormon tersebut larut dalam lemak susu dan dapat memicu timbulnya beberapa jenis kanker, seperti kanker prostat, kanker ovarium, dan kanker payudara.

Hormon lain yang terdapat dalam lemak susu sapi adalah Insulin-like Growth Factor 1,  hormon ini merupakan hormon pertumbuhan yang membantu anak sapi bertumbuh.

Dampak hormon ini terhadap manusia adalah risiko pertumbuhan sel kanker.

Oleh sebab itu, lebih baik mengonsumsi susu rendah lemak (low fat milk) atau susu organik untuk mengurangi jumlah pestisida dan hormon yang terdapat dalam susu sapi.

Masalah lainnya adalah laktosa yang terkandung dalam susu sapi, seperti glukosa, dapat digunakan sebagai bahan bakar oleh sel kanker.

Studi di Tiongkok oleh Profesor T. Colin Campbell mengatakan bahwa konsumsi tinggi protein susu juga dapat meningkatkan risiko kanker hati.

Akan tetapi, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan apakah benar minum susu menyebabkan kanker.

Pasalnya, masih ada terlalu banyak faktor lain yang berperan dalam pertumbuhan sel kanker pada manusia.

Ada beberapa bukti bahwa kalsium dalam susu sapi dapat mengurangi risiko polip inflamasi di usus. Anda akan menemukan beberapa organisasi kanker yang merekomendasikan konsumsi susu sapi karena alasan ini.

Selain itu, konsumsi susu mentah (raw milk) atau susu unpasteurized, dapat meningkatkan kekebalan bakteri di usus Anda, juga membantu melawan penyakit-penyakit dari demensia sampai kanker.

Dibandingkan dengan susu matang, susu mentah mengandung jumlah dan jenis bakteri yang lebih tinggi.

Di antaranya laktoferin, antibodi IgG, protein whey, dan TGF-2, yang diketahui dapat menekan respons kekebalan tubuh terhadap autoimun atau alergi.

Susu mentah ini dapat meningkatkan kekebalan tubuh melalui proses yang mirip imunisasi.

Nah, sistem kekebalan tubuh yang kuat dan flora (keseimbangan jumlah dan jenis bakteri) dalam usus yang sehat mungkin Anda perlukan untuk melawan kanker.

Karena sampai sekarang para ahli belum sepakat tentang bahaya minum susu sapi bagi tubuh, Anda tidak perlu terlalu khawatir kalau mau mengonsumsi susu sapi atau produk turunannya

Pasalnya, sejauh ini manfaat dari susu sapi yang sudah diketahui masih lebih besar daripada risikonya.

Jadi, konsumsi susu sapi sebenarnya masih penting buat tubuh. Terutama anak-anak yang masih membutuhkan asupan kalsium dan lemak untuk tumbuh dan kembangnya.

Bahaya sesungguhnya adalah konsumsi susu yang diproduksi secara massal, tidak organik, dan diminum secara berlebihan.

Karena itu, minum susu secukupnya saja  Lalu seimbangkan dengan jenis zat gizi penting selain lemak seperti vitamin, mineral, serat, dan protein rendah lemak. Misalnya dari sayur, kacang-kacangan, telur, buah, dan daging ikan.

Selain itu, pilih produk susu yang diolah secara organik untuk meminimalisir risiko produk tercemar pestisida.

Anda juga sebaiknya minum susu segar yang daya simpannya tidak begitu lama karena tidak pakai bahan pengawet yang berlebihan. Dengan begitu, Anda sekeluarga bisa tetap aman mengonsumsi susu sapi.

Secangkir susu sapi memiliki kandungan kalori dan lemak lebih rendah Selain itu lemak jenuh.

Pada dasarnya, baik susu sapi  menyimpan kandungan gizi yang baik untuk tubuh.

Komentar