Enyahkan Krimer dari Gelas Kopi Anda

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 31 Desember 2016 | 10:14 WIB

Dibaca: 0 kali

Jangan pernah mencampur kopi dengan krimer.

Kenapa?

Kopi itu, seperti dinyatakan  Mowry, MD, dari Johns Hopkins Medicine,  memiliki sederet manfaat sehat  yang telah terbukti secara ilmiah.

Mulai dari meningkatkan level energi, mempertajam daya ingat, meningkatkan metabolisme lemak, bahkan melindungi dari penyakit Parkinson dan penyakit Alzheimer

Campuran krimer memang membuat kopi terasa lebih nikmat di lidah. Sayangnya, krimer instan bukanlah pilihan sehat untuk dikonsumsi setiap hari.

Manfaat kopi bisa tertutupi oleh campuran krimer instan.

Kebanyakan krimer kopi yang dibeli di toko tidak benar-benar dibuat dengan krim.

Sebaliknya, krimer kaya akan zat pengental dan pengemulsi seperti karagenan yang diduga menyebabkan peradangan dan masalah pencernaan.

Pengental saja tidak bisa membuat krimer instan terasa gurih, sehingga minyak terhidrogenasi parsial atau nama lain dari lemak trans dibutuhkan untuk menciptakan rasa layaknya krim sungguhan.

Lemak yang diproses benar-benar berbahaya bagi kesehatan, karena meningkatkan kadar Kolesterol jahat dan menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi untuk penyakit jantung.

Belum lagi, beberapa produsen kerap mengandalkan pemanis palsu seperti sucralose yang dapat menyebabkan gula darah meningkat dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Itu sebabnya, kebanyakan ahli menyarankan untuk menghindari krimer instan.

Tapi bagi Anda yang tak suka rasa kopi hitam yang pekat, masih ada pilihan yang lebih sehat untuk membuat rasa kopi lebih creamy.

Anda dapat menambahkan susu full cream atau krim sungguhan. Anda dapat pula menggunakan santan kental matang bila ingin kopi terasa lebih gurih.

Lantas muncul pertanyaan lain, berapa jumlah maksimal kopi yang masih bisa disebut sehat untuk diminum setiap hari?

Atau dengan kata lain, berapa cangkir kopi seharikah yang disebut terlalu banyak dan bisa membahayakan kesehatan?

Mungkin cukup satu cangkir. Dan jumlah ini dapat sedikit meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kata sebuah penelitian di American Journal of Clinical Nutrition.

Tapi, mereka yang minum kurang dari jumlah ini tidak mengalami pengurangan risiko.

Penelitian lain menemukan bahwa wanita yang minum dua cangkir kopi sehari memiliki risiko gagal jantung sebelas persen lebih rendah dibandingkan mereka yang minum kurang dari dua cangkir.

Sementara mereka yang mengonsumsi dua sampai tiga cangkir sehari, mengalami penurunan risiko meninggal karena penyakit jantung sebesar dua puluh lima persen dan delapan belas persen lebih rendah dari kemungkinan meninggal dunia karena sebab lain-lain, demikian menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Annals of internal Medicine.

Pengecualian berlaku untuk orang yang secara genetik memetabolisme kafein dengan lambat.

Bagi mereka, dua sampai tiga cangkir sehari dapat meningkatkan risiko serangan jantung sebesar tiga puluh enam persen.

Bagi orang-orang yang minum tiga sampai empat cangkir kopi perhari, memiliki risiko diabetes sekitar dua puluh lima persen lebih rendah dibandingkan yang minum kurang dari dua cangkir perhari.

Tapi, jika Anda sudah memiliki diabetes, minum empat cangkir sehari dapat meningkatkan kadar gula darah sebanyak delapan persen dan ini bisa memerburuk gejala diabetes Anda, menurut studi lain yang dimuat dalam diabetes Journal.

Manfaat lainnya, tiga sampai lima cangkir sehari telah terbukti dapat membantu mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan menurunkan risiko kematian akibat kanker mulut.

Perlu diingat, jenis kopi yang Anda minum juga sangat berpengaruh.

Sebagai contoh, kopi press brews Perancis mengandung cafestol, yang merupakan senyawa yang bisa meningkatkan kadar Kolesterol.

Ini menjelaskan mengapa penelitian menemukan, bahwa minum lima cangkir kopi

Perancis setiap hari dapat meningkatkan kadar lemak jahat di dalam tubuh sebesar enam sampai delapan persen.

Di sisi lain, lima cangkir kopi regular setiap hari dapat mengganggu keberhasilan pembuahan in vitro kira-kira sebesar lima puluh persen.

Bagaimana kalau enam cangkir?

Kedengarannya ini jumlah yang banyak.

Tapi, wanita yang minum enam cangkir kopi perhari memiliki risiko kematian lima belas persen lebih rendah dibanding yang minum kurang dari jumlah ini.

Dalam penelitian ini yang dimuat dalam New England Journal of Medicine ini, kopi yang diteliti adalah jenis kopi tanpa kafein dan tanpa gula.

Di sini kita mendapat kesan bahwa minum kopi, meski dalam jumlah yang banyak, dapat memberi manfaat kesehatan yang lebih besar dibanding kerugian yang mungkin kita dapat.

Untuk memastikan apakah kesan ini benar atau tidak, Rob van Dam, Ph.D., asisten profesor di departemen nutrisi Harvard School of Public Health, memberikan penjelasannya.

“Kami belum melihat bahwa minum kopi, bahka sampai enam cangkir sehari, bisa meningkatkan risiko kematian atatu suatu penyakit, jika dibandingkan dengan tidak meminum kopi,” tandasnya.

Jika Anda ingin melindungi jantung dan memperpanjang umur, minumlah kopi tiga sampai lima cangkir sehari

Pengecualian berlaku untuk wanita hamil karena kafein dapat membahayakan perkembangan janin, orang yang rentan kafein karena bisa membuat mereka gelisah dan jantung berdetak cepat, dan mereka yang memang tidak suka kopi.

Untuk mereka, van Dam menyarankan minum air dan teh karena keduanya juga merupakan minuman yang sehat.

Komentar