Emas Global Kembali Tergelincir

Penulis: Darmansyah

Selasa, 4 Oktober 2016 | 09:54 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global di Comex Exchane New York, hari ini, Selasa pagi WIB, 04 Oktober 2016, atau Senin malam waktu Amerika Serikat, kembali  tergelincir terpicu penguatan dolar serta perkiraan data manufaktur AS.

Jatuhnya harga emas itu juga dipicu oleh sikap “wait and see”  investor terhadap rilis  data pekerjaan, yang menjadi petunjuk tentang kemungkinan kenaikan suku bunga acuan AS di akhir tahun.

Seperti di tulis kantor berita Reuters, Selasa pagi WIB, harga emas di pasar Spot membalik keuntungan dengan jatuh .

Ini juga dipicu rendahnya penjualan di China karena pasar ditutup untuk liburan Hari

Sementara harga emas berjangka AS  juga turun.

“Harga secara perlahan melayang lebih rendah, tapi ini tidak akan datang turun terlalu banyak, terutama menjelang hari Jumat,” kata Analis Societe Generale Robin Bhar.

Analis akan terlebih dulu melihat laporan non-farm payrolls pada Jumat untuk melihat kejelasan lebih lanjut mengenai langkah Federal Reserve untuk memperketat kredit pada Desember.

Harga emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, yang meningkatkan kesempatan pada investasi non bullion, dan meningkatkan dolar serta membuat komoditas lebih mahal untuk pembeli di luar AS.

Dolar menguat terhadap sekeranjang mata uang.

“Minggu ini, ada banyak data makro AS yang meningkat dan bisa memiliki dampak besar pada jangka pendek arah dolar, dan pada gilirannya ke logam mulia, “kata Fawad Razaqzada, Analis Teknis Forex.com.

Harga emas emas sempat naik setelah pound sterling turun ke posisi terendah dalam tiga tahun terhadap euro, dan mendekati posisi terendah tiga dekade terhadap dolar.

Hal ini mendorong beberapa pembeli logam fisik Inggris menarik kas keuntungannya, setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May menetapkan batas waktu secara resmi proses Inggris melepaskan diri dari Uni Eropa dimulai Maret.

Hal yang juga membebani emas adalah  terkait masalah Deutsche Bank.

Secara umum, harga emas masih mendapat tekanan setelah terseret pada pergerakan keuntungan dan kerugian.

Harga emas mengalami kerugian hampir satu persen pada minggu lalu setelah calon presiden dari Partai Demokrat AS Hillary Clinton mendapat respon yang lebih baik dari pesaingnya dari partai Republik Donald Trump pada debat capres pertama.

Saat ini, investor menilai resiko dari perbankan Eropa yang berpotensi akan tinggi daripada kenaikan suku bunga the Fed pada bulan Desember.

Stres pada sektor perbankan Eropa telah membuat pasar khawatir menyusul permintaan penalti  dari regulator AS terkait kesalahan Deutsche Bank Jerman selama krisis keuangan.

Kondisi tersebut telah mendorong permintaan uang tunai dan investasi alternatif lainnya termasuk emas.

Gejolak di Deutsche Bank dapat bermetaforsa menjadi lebih besar dan menahan Fed untuk melakukan kenaikan suku bunga dan mengirim emas bergerak ke atas.

Padahal, Chair’s Federal Reserve Janet Yellen berjanji bahwa akan menaikan suku bunga AS setelah pertemuan FOMC di bulan September.

Yellen dan sebagian besar rekan-rekannya sepakat mengatakan bahwa selama ekonomi tidak menyimpang dari target maka peningkatan suku bunga pada tahun 2016 dapat dilakukan.

Penurunan harga emas dunia telah mendorong konsumen untuk membeli logam emas, menjelang musim festival di India, musim pernikahan dan hari libur Hari Nasional panjang di Cina sehingga mendorong permintaan emas di Asia.

Di India, diskon atas harga emas domestik menyempit  pada pekan lalu, untuk mengantisipasi pembelian emas konsumen selama musim festival.

Permintaan untuk logam emas biasanya menguat pada kuartal akhir di India yang merupakan konsumen emas terbesar kedua di dunia yang bersiap untuk masuk ke dalam musim pernikahan serta musim festival seperti Diwali dan Dussehra, ketika anggapan membeli emas akan menjadi hal yang menguntungkan.

Sementara itu pasar emas di Jakarta yang dikendalikan PTAneka Tambang Tbk atau Antam yang sehari naik kembali turun Rp 1.000 menjadi Rp 600 ribu per gram pada perdagangan Selasa pagi WIB..

Demikian pula, harga pembelian kembali atau dikenal dengan istilah bubyback susut Rp 1.000 menjadi Rp 547 ribu per gram.

Harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas maka Antam akan membelinya di harga Rp 547 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram.

Hingga menjelang siang WIB, sebagian ukuran emas sudah habis terjual antara lain ukuran 1 gram, 2 gram, 100 gram, 250 gram dan 500 gram.

Komentar