Efek Negatif dan Positif Minum Kopi

Penulis: Darmansyah

Senin, 29 Mei 2017 | 14:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda pasti setuju bahwa secangkir kopi dapat memperbaiki suasana hati dan membantu Anda berkonsentrasi.

Untuk memperoleh manfaat besar dari kopi, ada tip membuat kopi menjadi lebih sehat.

Dan penulis terkenal, Bob Arnold membeberkan pembuatan kopi yang sehat, seperti dikutip laman  Health.

Menurutnya, kopi dan gula selalu menjadi pasangan yang lengkap.

Namun, Anda bisa mengurangi penggunaan gula.

Ini karena tambahan gula akan mempengaruhi kadar gula darah dan memicu diabetes.

Di sisi lain, tambahan gula yang manis tidak akan menghilangkan kadar polifenol (antioksidan) dari kopi.

Polifenol ini berperan mencegah radikal bebas dan melindungi sel tubuh dari penyakit kanker dan penyumbatan pembuluh darah.

Kopi dengan krim adalah pelengkap yang cocok.

Dua sendok makan kemasan krim mengandung seratus gram kalori.

Jumlah ini mungkin tidak terlalu banyak, tapi jika Anda minum beberapa cangkir kopi lebih dalam sehari, kalori akan bertambah.

Kebanyakan orang menutupi ras pahit kopi dengan krim. Sebagai gantinya, Anda bisa menambahkan susu rendah lemak.

Jika ingin tambahan susu dan krim, cobalah membuat minuman kopi campuran seperti smoothie.

Salah satu cara untuk mengetahui apakah kopi Anda sehat adalah mengevaluasi rasa kopi. Arnold menyarankan,  membeli kopi premium yang ditanam dari lahan perkebunan kopi dengan praktik budidaya yang sangat baik.

Misal, biji kopi dari dataran tinggi yang dekat dengan garis khatulistiwa di negara-negara seperti Ethiopia, Kenya, Columbia dan Brasil.

Kopi Afrika cenderung memiliki rasa yang lebih ringan, sedangkan kopi Amerika Selatan umumnya memiliki rasa kopi yang lebih berat.

Selain itu, seorang ahl;I kesehatan dari India, Dolly Kumar, memberikan beberapa tip mudah yang bisa membantu memperkuat fungsi hati dan sistem pencernaan agar tak susah buang air besar

Ia menganjurkan untuk mengurangi konsumsi kafein

Terlalu banyak mengonsumsi kafein  atau  lebih dari dua cangkir sehari bisa melambatkan proses detoksifikasi pada lever, dan menurunkan kerja sistem pencernaan.

Beralihlah menggunakan teh hijau, yang lebih kecil kadar kafeinnya.

Sementara itu sebuah  studi yang dilakukan ilmuwan Amerika menemukan manfaat lain kopi yang mungkin akan mengejutkan Anda.

Bahan kimia dalam kopi diklaim bisa meredakan sakit kepala dan nyeri lainnya seperti halnya obat dengan kandungan ibuprofen.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan dari Boston Children’s Hospital memberi tikus-tikus di laboratorium obat penghilang rasa sakit dan kopi.

Mereka melihat tikus yang diberi kopi cenderung mengeluarkan efek dopamin atau hormon bahagia sehingga mampu meredakan rasa sakit.

“Hal ini mirip dengan efek yang membuat kita terjaga di malam hari usai minum kopi,” kata ahli fisiologi, Dr Chloe Alexandre, seperti dilansir Daily Mail.

Pengamatan ini menunjukkan bahwa pasien yang menggunakan obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit bisa mencoba minum kopi untuk mengurangi gejalanya.

Ya, kopi  telah lama menjadi perdebatan, di mana banyak orang mengira bahwa kopi merupakan salah satu minuman yang paling tidak sehat untuk dikonsumsi secara rutin.

Namun, dilansir dari mydomaine.com,  Time baru saja melaporkan bahwa saat ini kebiasaan minum kopi dari orang-orang di seluruh dunia justru lebih kuat dari sebelumnya.

Di Amerika, enam persen orang-orang terbiasa minum setidaknya satu cangkir kopi setiap hari, sebuah persentase yang tidak berubah sejak beberapa dekade yang lalu.

Karena hal inilah beberapa studi justru menyoroti dan menemukan bahwa kopi dapat membantu mencegah terjadinya penyakit jantung dan memperlambat penuaan.

Time mengumpulkan beberapa hasil penelitian yang beberapa waktu belakangan baru saja dilakukan dan menemukan beberapa alasan mengapa kebiasaan minum kopi dapat membuat Anda memiliki tubuh yang lebih baik dan sehat.

Penasaran?

Kopi adalah minuman sumber antioksidan yang baik, dikenal dapat melawan radikal bebas yang berbahaya, yang dapat mempercepat proses penuaan, bahkan penyakit kanker.

Salah satu studi menemukan bahwa peminum kopi biasa memiliki risiko sebelas persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2, daripada orang yang tidak minum kopi sama sekali.

Kopi memiliki bahan yang dapat memberikan dampak positif pada metabolisme tubuh.

Dalam penelitian lainnya, peminum kopi berat atau Anda yang bisa minum dua sampai empat cangkir sehari memiliki risiko terkena penyakit stroke lebih rendah, daripada orang lain yang tidak minum kopi.

Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah menyoroti sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard beberapa waktu belakangan terhadap lebih dari dua ratusan ribu individu, bayi dengan seorang ibu peminum kopi cenderung berisiko lebih rendah meninggal secara prematur, daripada individu yang tidak minum kopi sama sekali.

Komentar