Efek Kafein Bisa Memperpanjang Umur

Penulis: Darmansyah

Jumat, 27 Januari 2017 | 08:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Beruntunglah mereka yang rutin minum kopi setiap hari.

Dan, keberuntungan itu datang dari pengaruh kafein yang bisa memperpanjang umur umur ‘pecandu”nya.

“Penelitian terbaru  membuktikan bahwa peminum kopi cenderung punya umur lebih panjang,” tulis  laman healthy,” Jumat, 27 Januari 2017.

Lantas muncul pertanyaan,  apa sebenarnya yang membuat kopi jadi begitu menyehatkan, hingga bisa memperpanjang umur?

Jawabannya datang dari sebuah penelitian para ahli  Stanford University  yang menyebut rahasianya ada pada kafein.

Senyawa yang juga ditemukan dalam teh dan beberapa minuman kesehatan ini memiliki efek antiradang atau antiinflamasi.

Inflamasi atau radang berhubungan dengan berbagai penyakit yang memicu kematian dini, mulai dari kanker hingga masalah jantung.

Pembuluh darah yang mengalami inflamasi misalnya, akan mengeras dan mudah tersumbat maupun pecah. Serangan jantung sering terjadi karena masalah tersebut.

“Lebih dari sembilan puluh persen penyakit tidak menular pada proses penuaan berhubungan dengan inflamasi krois,” kata David Furman, sepertri juga ditulis laman situs Inggris terkenal  Dailymail.

Dalam sebuah penelitian, terbukti bahwa asupan kafein menghambat IL-1-Beta  atau dikenal dengan Interleukin 1 Beta, yakni sejenis protein yang berfungsi memicu radang sistemik secara masif.

Senyawa ini dikaitkan juga dengan risiko tekanan darah tinggi.

Penyakit demensia atau pikun memang akan dialami kebanyakan orang sejalan dengan pertambahan usia.

Tapi menurut studi, dengan minum kopi atau teh pahit tiap pagi bisa memperlambat dan melawan kepikunan.

Selain itu pengaruh kafein  juga memberi  efek menguntungkan sebagai obat psikoaktif yang dapat memelihara fungsi otak.

Penelitian lainnya dari University of Lisbon dan University of Coimbra, Portugal menemukan bahwa kafein dalam kopi dan teh dapat melindungi terhadap penurunan kognitif yang terlihat pada demensia dan penyakit Alzheimer.

“Studi epidemiologis pertama menunjukkan hubungan terbalik antara konsumsi kafein dengan kejadian penyakit Parkinson.”

“ Kemudian beberapa studi epidemiologi lanjutan menunjukkan bahwa konsumsi jumlah moderat kafein juga berbanding terbalik dengan penurunan kognitif yang terkait dengan penuaan serta kejadian penyakit Alzheimer,” jelas Alexandre de Mendonca, dari Institute of Molecular Medicine and Faculty of Medicine, University of Lisbon

Selain kopi pahit, teh pahit juga dapat melawan kepikunan.

Uji laboratorium menemukan bahwa minum secangkir teh hitam dan hijau secara teratur dapat menghambat aktivitas enzim tertentu di otak yang membawa pada Alzheimer, yaitu suatu bentuk demensia generatif yang mempengaruhi sepuluh juta orang di seluruh dunia.

Berdasarkan jurnal Phytotherapy Research, Alzheimer ditandai dengan penurunan asetilkolin. Kopi dan teh pahit dapat menghambat aktivitas enzim acetylcholinesterase, yang memecah bahan kimia atau neurotransmiter dan asetilkolin.

Selain itu kopi, teh hitam dan teh hijau juga menghambat aktivitas enzim butyrylcholinesterase, yang ditemukan dalam deposit protein pada otak penderita Alzheimer.

“Meskipun tidak ada obat untuk Alzheimer, kopi dan teh berpotensi menjadi senjata lain yang digunakan untuk mengobati penyakit ini dan memperlambat perkembangannya,” ungkap Dr Ed Okello, peneliti dari Medicinal Plant Research Centre di Newcastle University, Inggris.

Tapi ingat harus kopi atau teh pahit cukup tiap pagi saja.

Karena minum kopi secara berlebihan dapat meningkatkan serangan stroke akibat kerusakan pada dinding pembuluh darah.

Pada wanita hamil dapat meningkatkan denyut jantung, menyerang plasenta, masuk ke dalam sirkulasi darah dan yang lebih parah bisa menyebabkan kematian.

Sementara itu kejadian aneh juga terjadi di kampus Northumbria University, Inggris

Di sana terjadi kesalahan dari penelitian ketika dua mahasiswa mengasup kopi secara berlebihan

Dilaporkan bahwa ada dua mahasiswa sekarat karena menelan dosis kafein setara tiga ratus cangkir kopi.

Kedua mahasiswa tersebut bernama Alex Rossetta dan Luke Parkin dari departemen ilmu olahraga.

Keduanya diketahui berpartisipasi dalam studi yang ingin melihat dampak kafein terhadap olahraga.

Namun karena ada kekeliruan dari perhitungan keduanya mendapatkan asupan tiga puluh gram kafein.

Sebelumnya diketahui kematian karena overdosis bisa terjadi hanya dengan dosis delapan belas gram kafein.

Beruntung penanganan dilakukan cepat, kedua mahasiswa di bawa ke instalasi gawat darurat dan kini sudah pulih meski pada Alex dilaporkan ada efek samping hilang ingatan jangka pendek.

“Para staf tidak berpengalaman atau tidak cukup kompeten untuk menjalankan studi ini sendiri,” kata Adam seperti dikutip dari BBC.

“Pihak universitas di sini tidak mengambil langkah untuk benar-benar memastikan para staf mengerti bagaimana cara melakukannya,” lanjut Adam.

Diketahui penyebab kesalahan kalkulasi karena kalkulator yang digunakan. Tanda desimal kalkulator berbeda dari yang biasa dipahami oleh staf dan juga tidak ada penilaian risiko sebelum studi berlangsung.

Gejala overdosis kafein sendiri bisa beragam untuk tiap individu.

Beberapa contohnya seperti tangan bergetar, mata berkedut, jantung berdebat, sesak napas, kejang-kejang, hingga hilang kesadaran.

Komentar