Duduk Sambil Kerja “Kiamat” Kesehatan?

Penulis: Darmansyah

Kamis, 10 Desember 2015 | 14:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Duduk sambil kerja tidak menyehatkan?

Nah, siapa bilang!

Sebuah penelitian terbaru, seperti dikutip “nuga” dari laman situs “today,” Jumat, 11 Desember 2015, membantah pendapat “kuno” itu.
Para peneliti itu mengungkapkan bahwa duduk sambil kerja bukan “kiamat” bagi kesehatan.

Mereka sepakat bahwa duduk bekerja selama berjam-jam tidak harus membuat Anda tidak sehat

Anda masih bisa tetap fit dengan mensiasatinya, terutama bangun setiap tiga puluh menit sekali dengan melakukan peregangan dan senam ringan.

Tak hanya baik untuk tubuh tapi juga akan baik untuk suasana hati dan energi Anda.

Memang, sebelumnya, berbagai penelitian telah menunjukkan risiko kesehatan dari terlalu lama bekerja sembari duduk.

Apalagi dilakukan selama berjam-jam.

Siasat untuk tetap sehat dengan bekerja sambil duduk berjam-jam lamanya, ialah memanfaat bangkit setiap kali ada kesempatan.

Jika Anda perlu berbicara dengan rekan kerja, hampiri.

Sebisa mungkin hindari penggunaan telepon atau internet.

Jika Anda membawa kendaraan ke tempat kerja, cobalah untuk parkir di tempat yang agak jauh. Agar ada kesempatan dan alasan Anda untuk berjalan kaki lebih banyak.

Selain itu melangkahlah lebih banyak dan hindari elevator dan eskalator sebisa mungkin.

Jika Anda bekerja di gedung dengan banyak tingkat, jadikan waktu naik tangga sebagai olah raga tambahan.

Dan jika tempat kerja Anda berada di tempat yang sangat tinggi, gunakan separuh jalan dengan elevator dan separuh lagi dengan naik tangga.

Lainnya lagi, tiap kali Anda berniat menggunakan toilet, menggunakan mesin fotocopy atau mengambil minum, gunakan waktu itu untuk melakukan sepuluh hingga dua puluh kali squat.

Jumlah ini dalam satu hari sudah cukup untuk membuat seseorang sehat.

Jika Anda punya teman yang suka persaingan, Anda bisa melakukan pertandingan tentang siapa yang bisa melakukannya lebih banyak dalam satu hari.

Kemudian, siapkan kacang almond panggang, buah segar dan cemilan lain yang bisa menjaga lingkar pinggang Anda tetap ramping di meja Anda.

Kecuali Anda sedang merayakan sesuatu yang spesial di kantor, disiplin lah pada aturan ini.

Ini akan membantu Anda untuk membiasakan diri untuk tidak terjebak pada makanan tak sehat.

Lainnya lagi? Bawa tempat minum besar dan seringlah mengisinya.

Karena dehidrasi sering kali disalahartikan sebagai rasa lapar, sering-sering menyesap air sepanjang hari adalah cara yang sehat untuk menghalau perasaan ingin makan banyak.

Di samping itu, pastikan setiap beberapa waktu Anda mengecek postur tubuh Anda.

Ini bukan hanya baik untuk menjaga leher dan bahu Anda tidak terus menerus tegang, tapi juga menjaga otot-otot perut juga.

Fokus pada bagian bahu, leher segaris dengan tulang belakang dan area dada dan jantung terbuka.

Pendapat klasik selama ini tentang bekerja sambil duduk sering diibaratkan sebagai “sirene” bahaya

Bahkan, belum lama ini, seorang dokter di Minnesota memperingatkan, “Menghabiskan terlalu banyak waktu di atas bokong dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dengan cara yang sama seperti merokok.

Sang dokter, James Livine, yang juga dokter di Mayo Clinic di Rochester, menyodorkan solusi agar meja kerja dengan — bukan kursi — alat treadmill di bawahnya.

Ia sedang menguji coba alatnya di sebuah perusahaan kecil di Minneapolis dengan mengganti tiga puluh meja dengan alat ini.

Kini, para karyawan bisa berdiri atau duduk sambil terus bekerja. “Penelitian, dan beberapa eksperimen serupa di seluruh dunia, sedang berlangsung.”

“Para peneliti telah menghubungkan duduk untuk waktu yang lama dengan sejumlah masalah kesehatan dan kematian dini akibat penyakit jantung,” tulis Dr James Levine di situs Mayo Clinic.

Dia mengutip penelitian terbaru yang menemukan bahwa orang dewasa yang menghabiskan lebih dari empat jam sehari dengan duduk di depan televisi memiliki delapan puluh persen peningkatan risiko kematian.

Risiko dalam penelitiannya adalah independen, tidak terkait faktor risiko lain seperti merokok atau diet.

“Selama puluhan tahun kita menjadi ‘tahanan’ kursi. Kita berada di belakang layar sepanjang hari di tempat kerja.”

“Kita berada dalam mobil atau bus saat berangkat dan pulang kerja. Dan di malam hari, kita di kursi menonton televisi atau berselancar di Internet,” kata Dr Levine.

Treadmill yang dipasang dalam meja kerja khusus ini disetel untuk jalan sangat pelan. Alat ini dirancang sedemikian rupa sehingga pekerja kantor dapat melaksanakan tugas-tugas yang biasa mereka lakukan, hanya bedanya badan lebih aktif.

“Dengan berdiri, bukan duduk, kita membakar kalori tiga kali lebih banyak,” katanya.

Kontraksi otot termasuk yang diperlukan untuk berdiri, tampaknya memicu proses penting berkaitan dengan pemecahan lemak dan gula.

“Ketika Anda duduk, kontraksi otot berhenti.”

Komentar