Dua Cangkir Kopi Bisa Sehatkan Liver

Penulis: Darmansyah

Kamis, 4 Februari 2016 | 09:49 WIB

Dibaca: 1 kali

Media Inggris terkenal, “daily mail,” di rubrik “health”nya hari ini, Kamis, 04 Februari 2016, menulis bahwa minum dua cangkir kopi sehari bermanfaat menjaga kesehatan liver atau hati.

Konsumsi teratur kopi, menurut tulisan yang sedikit “pop” itu, menurunkan risiko sirosis hati hingga empat puluh empat persen.

Peneliti dari University of Southampton mereview sembilan studi jangka panjang yang melibatkan hampir setengah juta pria dan wanita dari enam negara.

Periset menemukan mereka yang minum dua cangkir kopi setiap hari cenderung tidak menderita sirosis hati atau meninggal karena penyakit itu.

Sirosis hati adalah kondisi hati yang terluka karena paparan racun dari alkohol atau karena infeksi hepatitis C.

Penyakit ini dapat bersifat fatal karena menyebabkan gagal liver dan kanker.

Lebih dari satu juta orang meninggal di seluruh dunia setiap tahun gara-gara penyakit ini.

Musisi Jimi Hendrix adalah salah satu selebriti yang meninggal karena sirosis hati.

Peneliti menyimpulkan, meneguk dua cangkir kopi sehari berhubungan dengan penurunan hampir separuh risiko sirosis hati.

Menurut peneliti, hal ini lumayan besar dibandingkan dengan obat-obatan yang digunakan untuk mencegah penyakit.

Misalnya, obat statin yang hanya menurunkan risiko penyaki jantung hanya dua puluh lima persen.

“Penemuan ini penting mengingat tingginya kejadian penyakit liver, interaksi positif antara alkohol dan obesitas dengan risiko penyakit hati serta kurangnya pengobatan khusus untuk mencegah penyakit hati,” kata peneliti dalam laporan tersebut.

Studi tersebut diterbitkan di jurnal sains Alimentary Pharmacology and Therapeutics.

Kopi dikenal mengandung ribuan senyawa, banyak di antaranya aktif secara biologis dan mungkin memengaruhi kesehatan manusia.

Di dalamnya termasuk asam klorogenik, melanoid dan petacylcic diterpenes, kahweol dan cafestol.

Efek biologis kopi itu berupa stimulasi sistem saraf sentral dari kafein, peredaman stres dan inflamasi serta antikarsinogenesis.

“Kopi banyak dikonsumsi di seluruh dunia dan efek kesehatannya sudah diteliti secara luas.”

“ Dalam konteks penyakit liver, kopi tampaknya memiliki sejumlah efek perlindungan,” tulis laporan tersebut.

“Studi pada hewan dan studi observasional pada manusia menemukan konsumsi kopi menurunkan frekuensi ketidaknormalan fungsi hati, fibrosis, sirosis dan HCC,” simpul laporan itu.

Di samping itu ditemukan dalam percobaan acak terkontrol pasien dengan hepatitis C yang minum lebih banyak kopi memiliki kadar serum enzim hati yang lebih rendah.

Masih dalam tulisan “daily mail” itu, Anda dianjurkan untuk tidak berhenti minum kopi

Bahkan para ahli nutrisi mengatakan, sebagian besar dari kita tak perlu menghindari kopi.

Prof. Clare Collins dari Dietitians Association of Australia juga mengatakan,”Ketika seseorang berhenti minum kopi, ia sudah melakukan kegilaan karena ia telah mengabaikan manfaat sehat kopi.”

Ia memiliki review detil penelitian yang menyimpulkan bahwa peminum kopi memiliki risiko lebih rendah kena kanker hati dan risiko mati mendadak.

Selain itu, mereka juga memiliki risiko lebih rendah kena diabetes tipe 2. diabetes jenis ini terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin, hormon kunci yang mengubah gula menjadi energi atau insulin yang dimiliki tidak bekerja dengan benar.

Prof. Collins mengatakan,”Ketika Anda melihat peran biokimia kopi, tampaknya kopi punya tugas di tingkat selular yang mirip seperti pembersih”

Riset juga menyimpulkan, kafein membantu melindungi otak dari penyakit Parkinson’s. Dr Robyn Brown, spesialis adiksi dari Florey Institute of Neuroscience, Victoria mengatakan, “Jika saya punya riwayat Parkinsons dalam keluarga, mungkin saya akan minum kopi setiap hari.”

Ahli-ahli lain mengatakan, kendati terdapat kandungan stimulan dalam kopi, zat yang bikin jantung deg-degan pada sejumlah orang itu sepertinya tidak menyebabkan masalah bagi sebagian besar masyarakat.

Wanita hamil sebaiknya menghindari minum kopi.

Kopi juga tidak direkomendasikan untuk masyarakat dengan kondisi seperti peningkatan detak jantung jangka pendek dan tekanan darah tinggi.

Anak-anak yang tak bisa mencerna kopi, sebaiknya tidak minum kopi sampai berusia remaja.

Ada juga penelitian yang mengungkapkan, kopi membantu tubuh tetap langsing.

Peneliti dari Hannover Medical School, Jerman menemukan kandungan kafein dalam kopi membantu tubuh melawan kenaikan berat badan yang terjadi perlahan.

Kafein adalah stimulan yang paling banyak dikonsumsi di dunia.

Banyak laporan membuktikan kopi dapat meningkatkan pengeluaran energi setiap hari sekitar lima persen.

Ilmuwan mengatakan, mengombinasikan dua sampai empat cangkir kopi setiap hari dan olahraga teratur akan lebih efektif untuk menjaga berat badan.

Komentar