Dominasi Otak Kiri Atau Kanan?

Penulis: Darmansyah

Kamis, 3 Desember 2015 | 10:12 WIB

Dibaca: 14 kali

Pintar matematika? Dan Anda percaya bahwa itu akibat dominasi otak kiri?

Nah. Paling tidak, itulah yang selalu dipercakapkan banyak orang berdasarkan fungsi otak.

Katanya, orang-orang dengan otak kiri yang lebih dominan pintar matematika, sementara otak kanan unggul dalam kreativitas.

Benarkah perbedaan antara otak kanan dan otak kiri seperti itu?

Pengetahuan kita tentang fungsi otak sepenuhnya berutang besar pada Roger Sperry.

Sperry seorang neuropsikolog yang menemukan bahwa akal manusia terdiri atas dua bagian.

Menurutnya, masing-masing bagian otak memiliki fungsi spesial tanpa bergantung satu dengan yang lainnya.

Belahan otak bagian kanan mengontrol otot-otot di bagian kiri tubuh, dan sebaliknya, belahan otak bagian kiri mengontrol otot-otot di bagian kanan tubuh.

Bila kita mengedipkan mata kanan, itu artinya otak kiri yang bekerja.

Oleh sebab itu, jika ada kerusakan pada satu sisi otak, akan mempengaruhi fungsi tubuh yang berlawanan.

Secara umum, otak kiri dominan dalam bahasa; meliputi proses pengolahan apa yang kita dengar dan menangani sebagian besar tugas berbicara.

Otak kiri juga bertugas soal logika dan hitungan matematika.

Jika kita ingin mengungkapkan sebuah fakta, otak kiri akan menariknya dari memori kita.

Sementara itu, belahan otak bagian kanan bertanggung jawab atas kemampuan spasial; meliputi pengenalan wajah dan pengolahan musik.

Otak bagian kanan juga melalukan beberapa fungsi matematika, tapi hanya perkiraan kasar dan perbandingan. Bagian ini juga membantu kita memahami citra visual dan apa yang kita lihat.

Dalam hal bahasa, bagian ini membantu kita menafsirkan konteks dan nada seseorang ketika berbicara.

Secara sederhana, begitulah perbedaan antara belahan otak bagian kanan dan otak bagian kiri.

Lantas bagaimana dengan otak besar atau serebum?

Otak besar ini terletak di atas batang otak merupakan bagian terbesar dari otak manusia.

Bagian ini bertanggung jawab atas semua kegiatan intelektual, seperti kemampuan berpikir, menalarkan, mengingat, membayangkan, serta merencanakan masa depan.

Otak besar dibagi menjadi belahan kiri dan belahan kanan.

Masing-masing sisi mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika.

Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan emotional quotient .

Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi.

Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, dan melukis.

Belahan otak mana yang lebih baik, tidak mudah untuk dijawab sebab masing-masing sisi mempunyai fungsi yang berbeda.

Akan tetapi, menurut para ahli, sebagian besar orang di dunia hidup dengan lebih mengandalkan otak kirinya.

Para pengguna otak kiri pada umumnya lebih kuat dalam matematika.

Mereka juga cenderung memiliki telinga kanan lebih tajam, kaki dan tangan kanannya juga lebih tajam daripada tangan dan kaki kirinya. Demikian juga sebaliknya dengan pengguna otak kanan.

Bagaimana mengetahui seseorang menggunakan sisi otak bagian mana yang lebih dominan juga bisa diintip dari penampilan mejanya.

Bila seseorang dominan menggunakan otak kanan, ciri meja kerjanya cenderung berantakan.

Meski begitu dia mengetahui dengan pasti di mana letak barang-barang yang dicari serta apa yang saat itu sedang dikerjakan.

Sebab, mereka yang lebih banyak menggunakan otak kanan, proses berpikirnya paralel, sedangkan pengguna otak kiri cara berpikirnya serial.

Bagaimana dampak dari memiliki otak besar?

Apakah tingkat kecerdasannya lebih tinggi?

Jawabannya, memiliki ukuran otak yang besar belum tentu memiliki tingkat kecerdasan atau IQ yang tinggi.

Dalam penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal Neuroscience and Behavioral Reviews ini, ilmuwan dari Austria, Belanda dan Jerman mengonfirmasi bahwa ukuran otak tidak berpengaruh pada IQ yang lebih tinggi.

Hasilnya, ditemukan bahwa ukuran otak hanya memberikan sedikit pengaruh pada tingkat kecerdasan.

Menurut Jakob Pietschnig dari Institue of Applied Psychology di University of Vienna, Austria, struktur dan integritas otak memiliki lebih banyak pengaruh sebagai fondasi biologi dari IQ, sementara ukuran otak lebih berpengaruh pada seberapa cepat suatu fungsi kognitif diselesaikan.

Menurut para peneliti, klaim bahwa ukuran otak tidak berpengaruh pada IQ ini bisa dibuktikan dengan fakta sederhana, yaitu bahwa laki-laki cenderung memiliki volume otak yang lebih besar dibanding perempuan.

Komentar