Ditemukan Obat Untuk Bisa Hidup 150 Tahun

Penulis: Darmansyah

Senin, 11 Maret 2013 | 15:59 WIB

Dibaca: 0 kali

Kabar spektakuler  tentang hidup yang  lebih panjang datang dari  “benua kangguru,” Australia. Ilmuwan kontroversial dan paling terkenal  dari negara itu, yang kini mengajar di Harvard University,  Prof David Sinclair mengeluarkan  “rilis” paling mengejutkan  tentang temuan  obat baru yang bisa mencegah kanker, penyakit Alzheimer dan bisa membuat manusia bertahan hidup sampai 150 tahun.

Prof Sinclair mengatakan, obat  temuannya itu  bisa  membantu manusia untuk hidup sehat sampai usia 150 tahun tanpa di dera oleh penyakit ketuaaan.  Dikatakannya, temuan itu masih dalam tahap awal dan memerlukan  penelitian lebih lanjut.

Dalam  tulisannya  yang dimuat di Jurnal Science 8 Maret lalu, Prof Sinclair menjelaskan tentang  mekanisme kerja  obat yang bisa membantu tubuh melawan proses penuaaan. Dengan obat  yang ia temukan itu terjadi penghamabatan proses penuaan. “Proses penuaan akan  melambat  akibat pengaruh  dan mekanisme kerja obat itu . Sebelumnya, ilmuwan  belum berhasil  menghadang proses penuaan. Dan beberapa kali penelitian tak  menemukan cara menghadang  orang menjadi tua.

 Menurut ahli genetik dari Universitas Ne South Wales yang bisa diakses lewat website  news.com.au. tiga obat itu sekarang sedang diujicobakan pada manusia, untuk menyembuhkan  penyakiti diabetes Type 2  dan penyakit radang usus.

Menurut Prof Sinclair, yang paling memberikan harapan adalah bahwa obat-obat yang dikembangkan ini bisa mengobati dan mencegah penyakit dalam waktu bersamaan.

Ia mengakui risetnya sering dikritik sebagai kontroversial.  “Riset saya dikritik karena terlihat sebagai hal yang tidak mungkin terjadi. Namun kertas kerja saya membuktikan itu bisa dilakukan.” kata Prof Sinclair  ketika di wawancarai seorang wartawan   lewat telepon dari Harvard (AS), tempat dia sekarang bekerja.

Menurut rilis yang dimuat dalam web  “news com.au,”  obat yang dikembangkan Prof Sinclair akan mengaktifkan enzim SIRT1, yang biasanya akan berfungsi karena diet atau latihan fisik, namun juga bisa diperkuat lewat activator seperti, resveratrol yang terdapat dalam anggur merah.

Dia dan para ilmuwan lain sudah mengembangkan 400 activators sintetis. Setiap activators ini memiliki kadar 100 kali lebih kuat dari segelas anggur merah. Tiga activators terbaik ini sekarang diujicobakan pada manusia.

“Obat yang kami kembangkan memiliki kasiat yang sama seperti orang yang melakukan diet yang sehat dan banyak berolahraga, namun tidak memiliki dampak terhadap berat badan.” kata Prof Sinclair.

Diperkirakan obat ini akan bisa dipasarkan untuk mengobati diabetes dalam lima tahun mendatang. Setelah digunakan banyak orang, baru  mereka bisa menilai manfaat lainnya dari obat-obatan tersebut. “Kita akan bisa melihat data dari 10 ribu orang, dan melihat apakah mereka lebih sehat dan hidup lebih lama dibandingkan yang lain.” kata Prof Sinclair.

Dalam uji terhadap binatang, tikus kegemukan yang diberi resveratrol sintetis bisa berlari dua kali lebih jauh dari tikus biasa, dan hidup 15 persen lebih lama. “Perkiraan saya adalah kita akan bisa menunda dimulainya seseorang terkena penyakit, sehingga mereka tidak akan menderita penyakit kronis di usia 50-60 tahunan,” tambah Prof Sinclair. Dengan itu, diperkirakan kita semua akan tetap sehat sampai usia di atas 100 tahun.

Komentar