Diet yang Salah Bikin Penampilan Lebih Tua

Penulis: Darmansyah

Kamis, 24 Mei 2018 | 10:05 WIB

Dibaca: 0 kali

Berat badan dan wanita adalah identik dengan tuntutan.

Seperti diketahui, wanita sangat sensitif ketika ditanya seputar berat badan.

Karenanya, tidak sedikit para wanita yang menjalankan diet. Ini dilakukan, untuk menjaga berat badannya tetap ideal.

Diet itu dibagi menjadi dua, yakni diet baik yang memikirkan komposisi protein yang masuk ke dalam tubuh, dan diet buruk yang kurang memikirkan komposisi protein sehingga membawa hal negatif lainnya pada tubuh

Ya, dalam upaya menurunkan berat badan, pasti Anda banyak mencari referensi dan menerima saran dari sahabat, ahli gizi, dan internet.

Namun, jika beberapa saran seakan sudah Anda patuhi namun tidak ada perubahan signifikan pada tubuh Anda, bisa jadi saran tersebut tidak sepenuhnya valid.

Artikel ini akan memaparkan beberapa saran untuk menurunkan berat badan yang ternyata tidak benar.

Namun, memang pada dasarnya saran-saran tentang diet tidak pasti berhasil pada semua jenis tubuh orang.

Maka dari itu, Anda harus pintar-pintar memilah saran-saran diet dan lihat mana yang paling cocok untuk Anda.

Tricia Psota, RD, ahli gizi asal Washington DC menegaskan bahwa tidak semua lemak membuat Anda gemuk.

Benar adanya memang lemak yang ditemui pada cookies, keripik kentang, dan makanan berminyak mengandung lemak dan kolesterol yang meningkatkan risiko menambah berat badan.

Namun, ternyata lemak yang terkandung pada kacang-kacangan, alpukat, dan salmon ternyata merupakan lemak yang manfaatnya adalah melindungi kesehatan jantung Anda.

Justru, lemak yang baik dapat menolong Anda untuk membuat kualitas hidup yang lebih sehat.

Saran bahwa membakar kalori dalam keadaan perut kosong lebih efektif dalam menurunkan berat badan ternyata hal yang salah.

Cara tersebut ternyata malah merugikan badan Anda karena perpaduan membakar kalori dan keadaan perut kosong dapat menyebabkan berkurangnya volume otot.

Terkadang untuk mengisi energi sebelum membakar kalori dengan olahraga, Anda mengganti makan dengan minum minuman olahraga atau cairan isotonik.

Cara tersebut salah, dan juga berbahaya untuk kesehatan Anda. Sanda Moldova, DDS, MS, CNS, seorang diplomat dari American Academy of Periodontology mengatakan bahwa hal tersebut memang membuat otot Anda menjadi lebih kuat, namun berbahaya bagi kesehatan dalam tubuh Anda.

Anda pasti sedang mendengar kalimat ‘weekend itu waktunya libur diet’.

Namun, ternyata Anda bisa terkecoh pada pola diet seperti itu dan menggagalkan usaha yang Anda lakukan selama lima hari weekdays.

Di akhir pekan, kita cenderung untuk banyak tidur. Bayangkan kalau hal itu Anda kombinasikan dengan makan banyak dan tidak mengontrol gizi.

Menurut Anda, efektifkah diet Anda saat Anda menghilangkan setengah kilogram dalam lima hari dan Anda menambah satu kilogram di akhir pekan?

Jadi, berhenti diet di akhir pekan sudah selayaknya dihindari. Saran yang terbaik adalah, makanlah makanan yang enak dan berkalori namun tetap batasi porsinya.

Banyak yang berkata bahwa jus adalah cara menyenangkan untuk mengonsumsi sayur dan buah. Namun, ternyata banyak gizi yang hilang dari buah dan sayur saat dijadikan jus.

Gizi pada jeruk berpusat pada bulirnya, namun dengan Anda mengolah jeruk menjadi jus, Anda menghancurkan (bahkan membuang) bulirnya.

Untuk sayur, dengan Anda menghancurkan dan menjadikannya jus, Anda membuang serat yang jelas memperbaiki sistem pencernaan Anda.

Anda pasti tahu bahwa lancarnya sistem pencernaan dapat membantu Anda untuk menurunkan berat badan.

Banyak orang yang sengaja melewatkan sarapan demi tujuan menurunkan berat badan, namun ternyata hal tersebut tidak berpengaruh pada turunnya berat badan.

Sarapan baik untuk kesehatan dan ketahanan energi Anda dalam suatu hari.

Hal yang membuat diet Anda efektif adalah waktu makan yang sama setiap harinya. Pola makan teraturlah yang membuat diet Anda berhasil.

Pola makan teratur dapat membentuk metabolisme tubuh yang baik untuk Anda.

Komentar