Diet Rendah Karbohidrat Perpendek Usia?

Penulis: Darmansyah

Senin, 20 Agustus 2018 | 14:27 WIB

Dibaca: 1 kali

Sebuah studi baru menemukan bahwa pola makan ini bisa memperpendek masa hidup Anda jika pengganti karbohidrat yang dikonsumsi adalah daging dan susu

Popularitas diet rendah karbohidrat untuk menurunkan berat badan tidak bisa dibantahkan.

Namun, tampaknya Anda harus berpikir ulang jika ingin mengikutinya.

Sebab, sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam Lancet Public Health menemukan bahwa pola makan ini bisa memperpendek masa hidup Anda jika pengganti karbohidrat yang dikonsumsi adalah daging dan produk susu.

Sebelumnya, sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di AS menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi karbohidrat cukup  memiliki kemungkinan mortalitas lebih rendah dari mereka yang mengonsumsi karbohidrat kurang dari empat puluh persen kalori masuk.

Temuan ini menjadi semakin nyata dalam hasil analisis terbaru terhadap berbagai studi pola makan di seluruh dunia yang melibatkan empat ratusan ribu orang di seluruh dunia, dan hasil observasi terhadap lima belas ribu orang Amerika Serikat selama dua puluh lima tahun.

Para peneliti menggarisbahwahi bahwa tidak semua pola makan rendah karbohidrat memiliki efek yang sama.

Mereka menemukan bahwa diet rendah karbohidrat yang paling baik adalah yang mengganti karbohidrat bertepung mereka dengan banyak sayuran, minyak tanaman, dan kacang-kacangan.

Sayangnya, metode diet rendah karbohidrat yang paling populer saat ini mendorong individu untuk mendapatkan sebagian besar energi mereka dari lemak dan protein pada daging, keju, mentega, dan susu.

Hal ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker.

“Temuan ini mempertemukan beberapa hal yang selama ini kontroversial. Terlalu banyak atau terlalu sedikit karbohidrat bisa berbahaya, tetapi yang paling menentukan adalah jenis lemak, protein dan karbohidrat,” ujar Professor Walter Willett, pakar epidemiologi di Harvard TH Chan School of Public Health dan salah satu penulis.

Dr Sara Seidelmann, seorang pakar kardiologi di Brigham and Women’s Hospital yang juga terlibat dalam penelitian, turut menambahkan, data kami menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat yang berbasis hewan, yang populer di Amerika Utara dan Eropa, bisa diasosiasikan dengan masa hidup yang lebih pendek dan harus dicegah.

“Sebaliknya, jika Anda tetap memilih untuk mengikuti pola makan rendah karbohidrat, maka menggantinya dengan lemak dan protein berbasis tanaman bisa meningkatkan peluang untuk penuaan yang lebih sehat dalam jangka panjang,” katanya.

Studi yang dilakukan Willett, Seidelmann, dan kolega mendapat banyak pujian dari pakar nutrisi independen karena meluruskan banyak kesalahpahaman mengenai diet “rendah karbohidrat”.

Profesor Nita Farouhi, seorang pakar epidemiologi di University of Cambridge, mengatakan, panduan pola makan saat ini  masukan karbohidrat sebanyak lima puluh  persen dari kalori harian) dikritisi oleh mereka yang mendukung diet rendah karbohidrat hanya karena studi jangka pendek untuk penurunan berat badan atau kontrol metabolik pada pasien diabetes.

Dia melanjutkan, tetapi penting juga untuk mempertimbangkan efek jangka panjang dan mortalitasnya, seperti yang dilakukan oleh studi ini.

Sebenarnya ada beberapa cara untuk diet rendah karbohidrat ini.

Namun, jika caranya salah, efeknya malah bisa buruk. Simak penjelasannya berikut ini.

Diet rendah karbohidrat adalah pola makan yang membatasi jumlah karbohidrat dan meningkatkan konsumsi protein dan lemak.

Ada berbagai jenis diet dengan prinsip rendah karbohirat, contohnya adalah diet ketogenik, eco-atkins, diet Hollywood, zone diet, diet Dukan, diet paleo diet dan sebagainya.

Setiap jenis diet ini memiliki aturan tertentu dengan prinsip yang sama: asupan karbohidrat harus rendah.

Ketika Anda melakukan diet rendah karbohidrat, tubuh Anda akan mengalami perubahan metabolisme.

Pada orang yang melakukan diet rendah karbo dan menggantinya dengan konsumsi lemak yang tinggi,  tubuh akan mengalami ketosis.

Ketosis adalah kondisi di mana tubuh manusia memproduksi keton untuk digunakan sebagai bahan bakar, karena sudah tidak ada lagi bahan bakar dari karbohidrat.

Keton ini  selanjutnya akan dikeluarkan oleh tubuh melalui urin. Semakin tinggi kandungan keton dalam tubuh, semakin banyak yang harus dikeluarkan melalui urin.

Risiko dehidrasi menjadi lebih tinggi. Untuk itu, minumlah lebih banyak untuk menghindari kemungkinan dehidrasi.

Serat memang termasuk golongan karbohidrat, namun serat tidak bisa diserap tubuh, tidak menghasilkan energi, dan tidak mempengaruhi kadar gula darah.

Serat justru menjaga tubuh dari terjadinya sembelit, salah satu efek samping yang sering muncul ketika seseorang mengubah pola makannya.

Contoh sumber serat adalah sayuran. Sayuran mengandung karbohidrat yang rendah namun mengandung banyak serat yang sangat dibutuhkan tubuh.

Serat dan kandungan air dalam sayuran memberikan isi bagi perut sehingga lebih cepat kenyang. Hipotalamus (area pada otak yang menerima sinyal untuk berhenti makan) mendapatkan pesan “kenyang” sebagai respon terhadap penuhnya kondisi makanan di dalam perut.

Jika kita mengonsumsi banyak sayuran, otak akan segera menerima pesan itu. Anda akan merasa kenyang dan cenderung tidak makan banyak.

Ingatm tetap penuhi kebutuhan serat, setidaknya dua puluh lima gram untuk wanita dewasa, dan tiga puluh delapan8 gram untuk laki-laki dewasa.

Ketika seorang sedang melakukan diet rendah karbohidrat, bukan berarti konsumsi protein dan lemak jadi bisa sebanyak-banyaknya.

Mengonsumsi daging dan keju yang berlebihan bukan hanya memberikan risiko pada kesehatan, melainkan juga dapat meningkatkan berat badan, sebab makanan-makanan tersebut mengandung tinggi kalori.  Makanlah saat lapar dan berhentilah sebelum kenyang.

Ketika Anda memutuskan untuk diet rendah kabohidrat, tubuh Anda perlu melewati masa adaptasi. Jadi, kurangilah jumlah karbohidrat secara bertahap, jangan langsung memangkas asupan karbohidrat Anda besar-besaran.

Tubuh lemas, tak bertenaga, dan sembelit merupakan  perubahan awal yang akan Anda alami.

Di minggu awal diet, perhatikan apa yang tubuh Anda rasakan. Jika gejalanya makin buruk, konsultasikanlah kepada dokter atau ahli gizi yang berlisensi karena mungkin diet ini tidak cocok untuk Anda. Jangan samakan metabolisme tubuh Anda dengan orang lain.

Ketika Anda memutuskan untuk mengubah dietm, banyak godaan yang terjadi, salah satunya jadi malas untuk melakukan olahraga. Padahal, olahraga dapat membantu tubuh dalam mengontrol berat badan dan membakar kalori.

Olahraga juga  membantu sistem kardiovaskuler bekerja lebih efisien. Ketika kesehatan jantung dan paru-paru menjadi lebih baik, Anda akan memilki banyak energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Di luar itu, olahraga juga dapat memperbaiki mood dan waktu tidur kita.

Sayur dan buah adalah sumber vitamin dan mineral untuk tubuh. Vitamin dan mineral sangat diperlukan untuk segala proses metabolisme dalam tubuh. Apapun sumber makanan yang kita makan, kita  memerlukan vitamin dan mineral untuk membantu proses penyerapan di dalam tubuh.

Sayur dan buah juga membantu mencegah terjadinya penyakit metabolik seperti kanker, diabetes melitus, panyakit kardiovaskular, menurunkan tekanan darah, dan lainnya.

Komentar