Diet? Kapan Berat Anda Badan Akan Turun

Penulis: Darmansyah

Senin, 26 Maret 2018 | 17:53 WIB

Dibaca: 1 kali

Bagi Anda yang sedang berusaha menurunkan berat badan, mungkin sering bertanya-tanya kapan berat badan bisa turun?

Kapan IMT bisa masuk dalam kategori ideal? Nah, apakah Anda sudah tahu jawabannya sampai sekarang?

Tenang saja, jika Anda masih bertanya-tanya kapan berat badan turun setelah mulai diet, simak ulasan berikut.

Sayangnya, tidak ada jawaban yang pasti mengenai seberapa cepat berat badan turun akan terlihat.

Menurut Robbie Clark, seorang ahli gizi olahraga, tidak ada perhitungan pasti mengenai hal ini.

Sebab setiap orang berbeda-beda, termasuk respon tubuh mereka terhadap olahraga yang dilakukan.

Kecepatan metabolisme orang juga berbeda-beda sehingga sulit membuat patokan berapa cepat harusnya berat badan itu turun.

Beberapa orang yang sudah mulai berolahraga rutin tiga kali seminggu dan membatasi kalori mungkin bisa kehilangan satu kilogram dalam satu setengah hingga dua minggu setelah mulai diet.

Namun, banyak juga yang tidak seperti ini, sehinggga ukuran ini tidak bisa dijadikan patokan.

Sebenarnya, penurunan berat badan yang ideal setiap minggu berkisar antara nol koma lima sampai satu setengah kilogram.

Jadi dalam waktu sebulan, diharapkan berat badan turun dua hingga lima kilogram.

Tidak disarankan untuk langsung menurunkan berat badan secara ekstrem, misalnya sepuluh hingga dua puluh  kilogram per bulan. Ini justru akan berdampak buruk bagi kesehatan Anda.

Orang yang sama-sama melakukan olahraga tiga kali seminggu belum tentu mengalami penurunan berat badan yang sama persis. Ini semua tergantung durasinya tiap latihan, intensitas latihan, dan juga jenis latihan olahraga yang dilakukan.

Maka dari itu, olahraga sulit dijadikan penentuan seberapa cepat berat badan turun.

Bicara soal kondisi biologis tentu tidak jauh-jauh dari metabolisme tubuh.

Karena metabolisme setiap orang berbeda-beda, maka kecepatan berat badan turun setelah mulai diet pun akan beda juga antara satu orang dan lainnya.

Asupan gizi Anda juga menjadi faktor yang penting.

Idealnya, agar berat badan turun kurangi lima ratus hingga seribu kalori per hari.

Misalnya Anda biasa makan nasi dua ratus gram setiap kali makan, Anda bisa menguranginya menjadi seratus gram, dari situ Anda telah mengurangi seratus tujuh puluh lima kalori dari yang biasanya Anda makan.

Pada kenyataannya, tidak semua orang akan patuh terhadap dietnya atau bahkan melakukan hal yang salah saat mengurangi makan. Ada yang menganggap sudah mengurangi makan, tapi masih saja minum minuman tinggi kalori (es teh manis atau soda misalnya).

Ada juga orang yang memaksakan diri untuk memotong kalori terlalu banyak, misalnya seribu empat ratus kalori.

Jadi mungkin saja berat badan turun dengan cepat, tapi tidak akan bertahan lama karena tubuh kekurangan nutrisi penting.

Inilah yang membuat kecepatan turunnya berat badan berbeda-beda bagi setiap orang.

Menurut dr. Pamela Peeke dalam laman Prevention, stres bisa menghambat proses berat badan turun atau bahkan malah menambahkan berat badan.

Setiap kali Anda stres, otak akan melepaskan hormon adrenalin. Hormon ini membuat tubuh cenderung menyimpan energi (kalori) lebih besar dalam tubuh.

Pada saat yang sama, tubuh Anda juga mengalami lonjakan kortisol, yang memberi tahu tubuh Anda untuk segera mengisi energi meskipun Anda belum banyak menggunakan kalori dalam tubuh.

Akibatnya Anda jadi lapar, bahkan sangat lapar.

Tubuh akan terus memompa kortisol selama stres berlanjut.

Anda pun jadi ngidam makanan manis, asin, dan tinggi lemak untuk merangsang otak melepaskan zat kimiawi otak yang menimbulkan efek senang dan menurunkan ketegangan.

Nah, pada orang yang sedang mengalami stres, penurunan berat badan pun akan semakin sulit dilakukan.

Dibutuhkan waktu lebih lama lagi untuk menurunkan berat badan karena kondisi stres yang dialaminya.

Komentar