Diet Itu Bukan Berarti Tidak Makan, Lho!

Penulis: Darmansyah

Jumat, 17 Oktober 2014 | 09:39 WIB

Dibaca: 0 kali

Apakah Anda sedang menjalani diet? Tidak makan? Membatasai makan?

Nah itulah pertanyaan yang sering mucul kalau diet dikaitkan dengan makanan. Padahal, sebenarnya, diet bukan berarti Anda harus membatasi diri dari makanan favorit.

“The Times of India,” dalam artikel kesehatan terbarunya mengingatkan ada beberapa makanan tertentu yang mungkin menjadi favorit Anda, tetapi bisa juga membantu menurunkan berat badan.

Untuk itu lah artikel itu mengingatkan, diet jangan terobsesi dengan tubuh ramping, sehingga, terutama wanita, rela berpantang secara membabi buta.. Sayangnya, mereka tak membarengi diet tersebut dengan pola hidup yang sehat, salah satunya tetap makan dengan teratur.

Diet banyak ditempuh wanita untuk mewujudkan tubuh ramping. Namun, meski impian memiliki tubuh langsing di depan mata, tidak berarti Anda mati-matian menjalani diet tanpa mengonsumsi makan terbatas.

Tak hanya itu, asupan penting seperti sarapan pun kerap dilewatkan. Padahal, diet tak berarti membatasi waktu makan, tetapi yang lebih penting ialah mengatur pola makan dan membatasi jumlah makanan yang hendak dikonsumsi. Jika ingin berhasil, berikut tip lengkapnya sebagaimana yang dilansir The Sun.

“The Sun” juga menertawakan orang-orang yang sedang berdiet h mencoret makanan berlemak dan kalori tinggi, tetapi lupa menghapus minuman yang juga berpotensi menggemukkan badan sperti teh manis, cendol, atau juice buah yang segar dan manis.

Penting disadari bahwa berdiet juga harus memerhatikan minuman. Jadi, mulai saat ini konsumsilah hanya minuman yang bisa meningkatkan pembakaran lemak dan membantu penurunan berat badan.

Pertama, perbanyaklah minum air putih. Air putih sangat diperlukan untuk pembakaran dalam tubuh sehingga bisa membantu penurunan berat badan.

Cathy Nonas dalam bukunya Outfit Your Weight menyebutkan bahwa minum sekitar air dapat meningkatkan metabolisme.

Air putih juga mampu menahan rasa lapar yang biasa menyerang pelaku diet pada malam hari. Pelakunya pun terhindar dari dehidrasi karena kebiasaan sehat minum air putih.

Mungkin Anda berpendapat selama ini susu merupakan minuman yang bisa jadi biang rusaknya program diet. Pendapat itu salah. Hasil riset yang dilakukan Tim University of Tennessee menunjukkan bahwa mereka yang diet, tetapi tetap minum susu dua gelas sehari ternyata justru dapat menurunkan berat badan hingga tujuh puluh persen lebih banyak dibandingkan mereka yang asupan kalorinya sama namun tidak meminum susu. Apabila kondisi demikian, Anda bisa mencoba dulu dengan susu rendah kalori.

Jangan alpa meminum teh hijau dan teh oolong. Kedua teh ini sudah menjadi minuman favorit para pendiet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi lima cangkir teh hijau setiap hari akan meningkatkan metabolisme tubuh hingga lima persen. Apabila metabolisme tubuh membaik, proses pembakaran lemak tubuh juga semakin meningkat.

Dampaknya, berat badan tubuh pun secara perlahan menurun. Senyawa dalam teh dapat menstimulasi pembakaran lemak. Hanya saja, teh juga mengandung kafein meski jumlahnya sangat kecil. Karena itu, hindari minum teh pada malam hari menjelang tidur agar Anda tidak mengalami kesulitan tidur.

Namun, konsumsi kopi tidak boleh lebih dua cangkir setiap hari. Hal ini sebab kandungan kafeinnya dapat menaikkan denyut jantung dua kali lipat. Jika hasrat minum kopi begitu tinggi, alihkan keinginan tersebut dengan minum air putih yang tidak saja menyegarkan, tetapi juga bisa membersihkan usus Anda.

Berbicara mengenai kopi sebagai minuman diet, kita dapat belajar dari wanita Prancis. Sejak lama, wanita Prancis menutup acara makan dengan minum kopi pahit. Rasa pahit kopi menutup keinginan untuk makan hingga jam makan berikutnya. Karena itu, tidak heran apabila tubuh wanita Prancis terlihat langsing dan indah.

Seorang ahli gizi dari Amerika, Dr. Will Clower yang melakukan observasi selama dua tahun di Prancis mengatakan bahwa perempuan Prancis mengonsumsi semua makanan yang mereka ingingkan. Namun, semua makanan disajikan dalam porsi yang sangat kecil.

Kunci diet ala Prancis adalah mengonsumsi makanan yang disukai, tetapi sedikit takaran porsinya. Selain itu, kunci diet ala Prancis adalah usahakan makan hanya pada saat makan, tidak saat menonton televisi atau membaca buku. Makan dengan konsentrasi terbelah seperti itu justru membuat seseorang makan tanpa kendali sehingga tanpa sadar telah menghabiskan dua mangkok mi atau satu bungkus cemilan yang berkalori tinggi.

Satu hal lagi yang perlu diingat dari diet ala Prancis ini adalah jangan pernah makan dalam kondisi terburu-buru. Kunyahlah makanan secara perlahan, tetapi tidak terlalu lama di dalam mulut. Makan secara perlahan dapat memberi sinyal pada otak yang mengatur rasa lapar untuk berhenti pada waktunya.

Hal ini berbeda dengan makan terburu-buru, di mana tubuh baru akan memberi sinyal rasa kenyang setelah perut terasa penuh dan sesak.

Komentar