Diabetes Tipe 2 Menyusutkan Fungsi Otak

Penulis: Darmansyah

Kamis, 1 Mei 2014 | 08:50 WIB

Dibaca: 1 kali

“Wabah” diabetes yang melanda dunia memang menakutkan. Kini, penyakit yang benyak melanda warga negara di dunia ketiga, bukan hanya di negara-negara barat, terus mengalami peningkatan penderita yang sangat akut.

Diabetes sudah menjadi pembunuh nomor dua, menurut catatn WHO, badan kesehatan dunia, setelah penyakit jantung. Di prediksi diabetes akan menjadi pembunuh nomor satu di dekade mendatang kalau tidak ditemukan formula pencegahannya.

Sebuah penelitian terbaru yang mnganlisis diabetes tipe 2 menemukan dampak negative penyakit ini terhadap otak.

Kini penelitian membuktikan, orang dengan penyakit tersebut lebih cepat mengalami penyusutan otak sehingga lebih mudah mengalami penurunan fungsi kognitif.

Menggunakan teknik magnetic resonance imaging , para peneliti menganalisis struktur otak dari 614 pasien yang rata-rata berusia 62 tahun. Peserta yang diikutkan dalam studi sebelumnya telah didiagnosis memiliki diabetes tipe 2 selama sekitar 10 tahun.

Mereka menemukan, diabetes jangka panjang berhubungan dengan penyusutan jaringan otak yang besar sehingga menyebabkan atropi otak.

Ketua penelitian Nick Bryan, ketua dan profesor dari departemen radiologi di Perleman School of Medicine di University of Pennsylvania, mengatakan, anggapan umum selama ini efek dari diabetes pada otak adalah berkaitan dengan penyakit pembuluh darah yang dikarenakan diabetes, kemudian terjadilah stroke.

“Namun ternyata diabetes juga menyebabkan penyusutan jaringan otak. Kami pikir ini adalah dampak langsung diabetes pada otak,” ujarnya.

Para peneliti mencatat, penyusutan terbesar terdapat di daerah abu-abu pada otak. Penyusutan pada daerah ini sering kali berhubungan dengan dimulainya proses penurunan fungsi saraf. Itulah mengapa, pasien diabetes mengalami risiko lebih tinggi untuk penyakit Alzheimer.

“Orang dengan diabetes belum tentu mengalami Alzheimer, namun kebanyakan dari mereka memiliki kemampuan kognitif dan kemampuan berpikir yang lebih buruk seiring bertambahnya usia mereka,” ujar Bryan.

Menurut studi tersebut, setiap 10 tahun orang mengalami diabetes, maka fungsi otaknya menurun dua tahun lebih cepat daripada orang tanpa diabetes. “Satu hal yang jelas, efek negatif diabetes pada otak terlihat lebih signifikan pada mereka yang lebih lama terkena penyakit itu,” jelasnya.

Bryan menyarankan agar pasien melakukan upaya maksimal untuk mengelola diabetes dan gula darah untuk mengurangi atau mencegah kerusakan otak akibat diabetes pada kemudian hari.

sumber : foxnew

Komentar