Diabetes Bisa Memangkas Usia 10 Tahun

Penulis: Darmansyah

Kamis, 19 Januari 2017 | 08:01 WIB

Dibaca: 1 kali

Laman situs media Inggris terkenal,  hari ini, Kamis, menulis bahwa separuh dari orang yang terkena diabetes melitus atau penyakit kencing manis tidak menyadari telah terkena penyakit itu.

Diabetes sering disebut sebagai “biang penyakit” karena kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan organ tubuh.

Usia orang yang menderita penyakit ini juga semakin muda.

Faktanya, orang yang sudah terkena diabetes di usia pertengahan bisa memiliki umur yang lebih pendek.

“Daily Mai” menuliskan hasil penelitian Universitas Oxford terhadap setengah juta orang China dan menemukan bahwa mereka yang didiagnosis diabetes sebelum berumur lima puluh tahun memiliki usia sekitar sembilan hingga sepuluh tahun lebih pendek dibanding dengan yang tidak memiliki diabetes.

Menurut ketua peneliti Zhengming Chen dari Universitas Oxford, kondisi tersebut bisa diubah dengan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat.

Dengan semakin banyaknya produk makanan manis dan berlemak, para pembuat kebijakan memiliki tantangan yang lebih besar untuk menurunkan jumlah pasien diabetes.

diabetes yang tidak dikendalikan bisa meningkatkan risiko komplikasi mulai dari gagal ginjal, penyakit liver, infeksi, jantung, stroke, dan sebagainya.

Diabetes mellitus, atau biasa disebut diabetes, adalah penyakit di mana tubuh tidak mampu membuat cukup insulin atau tidak dapat menggunakan jumlah normal insulin dengan benar.

Insulin adalah hormon yang mengatur jumlah gula dalam darah Anda.

Tingkat gula darah yang tinggi dapat menyebabkan masalah di banyak bagian tubuh Anda. Atau, dengan kata lain, diabetes berpotensi menimbulkan komplikasi terhadap organ-organ penting tubuh

Untuk Anda tahu, ada tiga komplikasi diabetes yang paling banyak terjadi dan patut untuk diwaspadai.

Pertama pada liver. Dan menurut Gillian Booth, MD, MSc, dari Rumah Sakit Saint Michael di Toronto, dalam sebuah studi berbasis populasi, penderita diabetes diketahui memiliki risiko dua kali lipat untuk menderita sirosis, gagal atau transplantasi liver dibandingkan dengan non-penderita diabetes.

Jelas, ini adalah temuan penting yang harus ditanggapi dengan serius.

Resistensi insulin  atau sering dinamakan sindrom X,  adalah faktor pendorong berkembangnya risiko fatty liver  atau perlemakan hati.

Resistensi insulin merupakan cikal bakal diabetes tipe 2.

Setiap kali Anda makan karbohidrat, tubuh akan mencerna dan mengubahnya menjadi glukosa.

Glukosa tidak banyak digunakan di dalam aliran darah. Anda membutuhkannya di dalam sel sebagai salah satu sumber energi.

Tugas insulin adalah mengangkut glukosa dari aliran darah ke dalam sel-sel Anda.

Orang dengan resistensi insulin kehilangan kemampuan untuk melakukan hal itu. Karena tubuh mereka tidak dapat menggunakan karbohidrat secara efisien untuk energi, akhirnya karbohidrat dikonversi menjadi lemak.

Sebagian besar penderita diabetes memiliki hati berlemak. Anda tidak perlu mengalami kelebihan berat badan untuk memiliki hati berlemak.

Kondisi ini sangat umum pada orang yang ramping, namun dengam tingkat gula darah tinggi atau menderita resistensi insulin.

Para penulis studi ini merekomendasikan pasien diabetes rutin melakukan tes darah dan USG untuk memeriksa kesehatan hati mereka setiap tahun.

Tes darah akan memeriksa kadar enzim di dalam hati dan USG akan memeriksa keberadaan akumulasi lemak. CT scan dan biopsi hati mungkin diperlukan dalam kasus-kasus penyakit hati tingkat lanjut.

Yang kedua pada jantung dan pembuluh darah

Penderita diabetes memiliki risiko dua kali lipat menderita penyakit jantung atau stroke. Orang dengan diabetes juga cenderung untuk mendapat penyakit jantung atau stroke pada usia lebih awal dibanding orang lain yang tidak menderita diabetes.

Selain itu, serangan jantung pada orang dengan diabetes lebih berisiko mengakibatkan kematian.

Kadar glukosa darah yang tinggi dari waktu ke waktu dapat menyebabkan peningkatan deposito lemak di bagian dalam dinding pembuluh darah.

Deposito tersebut dapat memengaruhi aliran darah, meningkatkan risiko penyumbatan dan pengerasan pembuluh darah .

Terakhir pada ginjal

Dengan diabetes, pembuluh darah kecil di dalam tubuh akan terluka. Ketika pembuluh darah di ginjal mengalami perlukaan, ginjal tidak dapat membersihkan darah dengan benar.

Hasilnya, tubuh akan memertahankan lebih banyak air dan garam dari yang seharusnya dan ini dapat mengakibatkan kenaikan berat badan dan pembengkakan pergelangan kaki.

Sangat mungkin juga urin Anda mengandung protein di dalamya. Selain itu, limbah atau sisa pembuangan kotoran di dalam tubuh akan terbentuk di dalam darah.

diabetes juga dapat menyebabkan kerusakan saraf. Hal ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kesulitan mengosongkan kandung kemih.

Tekanan yang dihasilkan oleh kandung kemih yang penuh akan melukai ginjal.

Jika urine tetap ada di dalam kandung kemih untuk waktu yang lama, terjadilah infeksi. Bakteri penyebab infeksi bertumbuh semakin cepat karena darah Anda mengandung gula dalam kadar yang tinggi.

Untuk Anda tahu pula, pola makan yang tidak sehat dan seimbang,  dalam jangka panjang bisa memicu  diabetes.

Kebanyakan kasus diabetes terjadi karena pola makan yang salah, dibanding faktor keturunan.

Komentar