Diabetes Belum Tentu dari Makanan Manis

Penulis: Darmansyah

Kamis, 15 November 2018 | 14:39 WIB

Dibaca: 1 kali

Tahukah Anda jika penderita diabetes di seluruh dunia sudah mencapai dua ratus empat puluh lima juta orang?

Angka ini hampir setara dengan jumlah penduduk se-Indonesia!

Di Tanah Air sendiri, kasus diabetes juga cenderung terus meningkat. Penyebabnya biasanya adalah gaya hidup, tepatnya pola makan yang tidak sehat.

Biasanya, makanan yang bisa menyebabkan diabetes identik dengan makanan yang manis-manis dan kaya gula seperti donat dan kue manis.

Padahal, ada banyak sekali jenis makanan lain yang belum tentu memiliki rasa manis yang ternyata juga bisa menyebabkan datangnya diabetes.

Sebagai contoh, makanan cepat saji jika sering dikonsumsi juga bisa menyebabkan datangnya penyakit ini. Fakta ini terungkap dari sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal of Nutrition.

Makanan cepat saji termasuk dalam makanan yang kaya akan kandungan lemak trans dan lemak jenuh.

Beberapa makanan lain yang juga kaya akan kandungan ini seperti daging merah, mentega, produk susu, dan keju jika dikonsumsi dengan berlebihan juga akan menyebabkan kenaikan risiko terkena diabetes tipe 2.

Selain itu, daging olahan seperti sosis, burger, serta kornet juga bisa menjadi pemicu masalah kesehatan ini. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition. Disebutkan bahwa daging olahan bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga sembilan belas persen.

Makanan yang memiliki kandungan karbohidrat olahan ternyata juga bisa menyebabkan kenaikan risiko diabetres tipe 2.

Hal ini disebabkan oleh nutrisi di dalamnya yang cenderung sudah rusak. Beberapa jenis makanan yang memiliki kandungan karbohidrat olahan adalah roti, biskuit, pasta, atau mie instan.

Makanan-makanan ini memiliki kandungan karbohidrat olahan yang berupa tepung.

Selain makanan-makanan tersebut, kita juga harus mewaspadai minuman manis atau minuman yang kaya akan kandungan gula.

Sebagai contoh, kita harus menghentikan kebiasaan minum teh atau kopi yang diberi tambahan gula, tidak lagi mengonsumsi teh botolan atau minuman kemasan, minuman bersoda, dan minuman berenergi.

Cara lain yang bisa dilakukan demi menurunkan risiko diabetes adalah dengan rajin berolahraga dan tidur dengan cukup setiap malam sehingga bisa membuat berat badan tetap stabil dan keseimbangan hormon tubuh tidak akan terganggu.

Saat membahas tentang diabetes, hal pertama yang akan kita pikirkan tentu saja adalah gula.

Realitanya, gula yang bisa membuat makanan dan minuman memiliki rasa yang manis ini memang bisa menjadi penyebab diabetes.

Menurut pakar kesehatan, ada beberapa hal lainnya yang tidak terduga namun bisa menjadi penyebab diabetes, salah satunya adalah kebiasaan tidak pernah minum kopi.

Meski terlihat tidak terkait, sebuah penelitian yang dilakukan di Harvard University justru menyebutkan fakta bahwa mereka yang tidak pernah atau membatasi asupan kopi cenderung memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes hingga tujuh belas persen.

Menurut para peneliti, jika kita rajin minum kopi hitam, maka tubuh justru akan mengalami kondisi gula darah yang jauh lebih stabil.

Hanya saja, jika kita ingin mendapatkan manfaat berupa dicegahnya diabetes dengan lebih baik, ada baiknya kita memastikan bahwa kopi yang diminum tidak diberi tambahan gula dan bukan kopi sachet yang sudah kaya akan kalori dan kandungan gula.

Kebiasaan lain yang tidak disangka bisa meningkatkan risiko penyebab diabetes adalah sering menggunakan obat kumur.

Sebagaimana kita ketahui, obat kumur bisa membantu membersihkan gigi dan mulut dengan lebih baik dan mencegah datangnya masalah bau mulut.

Sayangnya, menurut penelitian yang dilakukan di University of Alabama, lima puluh lima  persen orang yang menggunakan obat kumur dua kali sehari secara rutin selama tiga tahun akhirnya terkena diabetes tipe 2.

Obat kumur memang mampu membuat kita menghilangkan bakteri penyebab bau mulut.

Sayangnya, bakteri baik yang bisa menjaga kadar gula darah tetap seimbang juga ikut hilang. Hal ini membuat kita lebih rentan terkena kenaikan kadar gula darah yang berimbas pada datangnya diabetes.

Makanan yang kaya akan tambahan garam ternyata juga bisa menjadi penyebab diabetes. Padahal, biasanya garam lebih terkait dengan hipertensi.

Menurut pakar kesehatan, konsumsi garam terlalu banyak akhirnya bisa memicu resistensi insulin, salah satu penyebab utama dari datangnya diabetes.

Mengingat diabetes tidak bisa disembuhkan, ada baiknya kita menerapkan gaya hidup yang sehat dan memperhatikan hal-hal yang sebelumnya dibahas agar tidak mudah terkena penyakit ini.

Komentar