Dehidrasi Musuh Bersama Organ Tubuh

Penulis: Darmansyah

Selasa, 10 Januari 2017 | 09:29 WIB

Dibaca: 1 kali

Kekurangan cairan tubuh alias dehidrasi adalah musuh bagi performa atlet yang sudah lama diketahui. Walau begitu, minum terlalu banyak air sebenarnya juga bisa berakibat fatal.

Kelebihan konsumsi air minum disebut juga dengan intoksikasi air.

Kondisi ini terjadi saat seseorang minum terlalu banyak air sehingga kadar garam dalam darah menjadi encer.

“Saat konsentrasi sodium atau garam dalam darah rendah, air bisa bocor dari darah ke jaringan lain. Kondisi ini dikenal dengan hiponatremia,” kata Dr.Aaron Baggish, wakil direktur medis ajang Boston Marathon.

Otak merupakan organ yang paling terpengaruh oleh hiponatremia. Ketika air bocor dari darah dan masuk ke sel-sel otak, maka otak akan membengkak.

Biasanya, gejalanya ringan, misalnya linglung, sakit kepala, dan mual. Tapi, jika tidak ditangani maka bisa menyebabkan kejang.

Pada kasus yang terburuk, pembengkakan otak menjadi tidak terkontrol sehingga menyebabkan kondisi fatal yang disebut herniasi batang otak.

“Otak adalah jaringan lembut yang mengisi tempurung kepala. Saat otak membengkak, maka hanya ada satu jalan keluar, yaitu di bagian bawah tengkorak yang terdapat lubang untuk menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang,” kata Dr.William Roberts, mantan presiden American College of Sport Medicine.

Kejadian fatal akibat kelebihan air minum memang jarang terjadi. Biasanya ditemui pada para atlet lari jarak jauh.

“Pelari yang lambat punya banyak waktu untuk minum air. Jika Anda berlari selama 6 jam dan berhenti untuk minum banyak air di tempat perhentian minum, Anda bisa beresiko mengalaminya,” kata Roberts.

Walau begitu, menurut Roberts pelari marathon yang meninggal kebanyakan karena serangan jantung atau serangan panas  atau dikenal dengan “heat stroke.”

Untuk mencegah hiponatremia, disarankan untuk mengonsumsi garam atau minum minuman olahraga yang mengandung elektrolit.

Di luar ajang olahraga, kita disarankan untuk mengonsumsi cairan sekitar 2 liter sehari. Harus diingat pula bahwa “cairan” tidak harus berupa air minum, tapi juga buah-buahan atau sup sayuran.

Untuk Anda tahu, air merupakan bagian penting dalam tubuh manusia.

Dalam tubuh, air berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh, pelarut, bantalan sendi, dan membawa zat penting ke seluruh tubuh.

Konsumsi air pun tak boleh kekurangan maupun kelebihan karena dapat menganggu kesehatan.

Volume cairan tubuh manusia bervariasi tergantung usia dan jenis kelamin. Kekurangan cairan dalam tubuh biasa dikenal dengan dehidrasi.

Volume asupan air yang cukup penting bagi kelangsungan hidup normal individu

Kekurangan cairan tubuh satu persen dari berat badan, dapat menimbulkan gangguan kognitif.

Kekurangan cairan sebanyak dua persen atau lebih, dapat membuat Anda merasa lelah, sulit berkonsentrasi, dan mengalami gangguan visual.

Kekurangan yang cukup berat, yaitu di atas sepuluh persen dari berat badan. Hal ini dapat menyebabkan tekanan darah menurun dan gangguan ginjal akut.

Lantas bagaimana kalau kelebihan air?

Asupan air tidak boleh berlebihan karena dalam keadaan normal, ginjal yang sehat hanya mampu mengeluarkan empat ratus hingga enam ratuis mili liter air per jam.

Berlebihan minum air justru bisa menyebabkan hiponatremia atau kekurangan natrium dalam darah. Akibatnya, kesadaran bisa menurun dan tubuh terasa lemas.

Bahaya kelebihan air juga bisa terjadi pada seseorang yang melakukan olahraga berat. Menurut Parlin, kondisi ini pun bisa menyebabkan kematian. Orang yang melakukan olahraga berat juga disarankan tidak minum berlebihan saat olahraga. Jadi kalau haus minum. Minumlah air seperlunya

Banyak orang yang tak menyadari saat tubuhnya mengalami dehidrasi.

Apalagi dalam kondisi sehat, sering kali Anda tak sadar ketika tubuh mulai kekurangan cairan. Begitu pun saat berolahraga, masih banyak orang yang meremehkan pentingnya asupan cairan, untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang.

Padahal, jika tak segera diatasi, dehidrasi dapat membahayakan tubuh, bahkan hingga menyebabkan kematian.

Umumnya ini terjadi, karena tak mengenali gejala dehidrasi. Greg Justice, pakar fisiologi dari AYC Fitness, Kansas City dan penulis Mind Your Own Fitness, menjelaskan tiga tanda utama tubuh dehidrasi dan membutuhkan cairan.

Komentar