Daya Tahan Tubuh Turun Saat Pancaroba

Penulis: Darmansyah

Jumat, 6 Oktober 2017 | 11:01 WIB

Dibaca: 0 kali

Musim pancaroba menjadi sebuah masalah besar ketika bisa menyebabkan serangan penyakit pada seseorang.

Perubahan cuaca yang sangat cepat akan menyebabkan daya tahan tubuh menurun.

Selain itu, cuaca yang berubah dengan cepat akan mengubah tekanan udara, suhu, serta komposisi udara.

Kondisi tersebut akan menciptakan lingkungan yang sempurna untuk berkembangnya kuman dan virus penyakit.

Tapi tidak semua orang akan sakit saat musim pancaroba. Semuanya tergantung pada daya tahan tubuh seseorang

Daya tahan tubuh setiap orang itu berbeda-beda tergantung bagaimana dia menjaga kesehatan tubuhnya.

Pasalnya daya tahan tubuh seseorang bukan hanya tergantung pada faktor lingkungan seperti musim saja, tapi juga faktor internal.

Ada beberapa kebiasaan yang tak disadari kerap dilakukan orang yang berakibat pada penurunan daya tahan tubuh.

Kebiasaan buruk pertama yang bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun adalah kebiasaan makan yang tak seimbang.

“Setiap orang harus punya pola makan yang seimbang, lengkap vitamin dan komposisi makanannya, jangan setiap hari hanya makan mi instan saja.”

Untuk memenuhi asupan makan seimbang, dia pun menyarankan untuk mengonsumsi sumber karbohidrat, sayuran hijau, dan buah.

Selain tak bisa menjaga asupan makan seimbang, kurang olahraga juga menjadi penyebab daya tahan tubuh seseorang jadi rendah.

Diketahui, olahraga akan membantu melancarkan peredaran darah, menguatkan tubuh, dan beragam manfaat kesehatan lainnya.

Kebiasaan lain yang kerap dilakukan dan berakibat buruk pada daya tahan tubuh adalah kurang minum.

Berapa banyak yang Anda minum setiap harinya?

Tak k cuma bagi orang yang punya daya tahan tubuh rendah, orang yang memiliki alergi juga berpotensi terserang penyakit berat di musim pancaroba

Cuaca yang berubah tak menentu dari panas ke hujan dan ke panas lagi atau yang dikenal dengan musim pancaroba membuat daya tahan tubuh jadi menurun.

Musim pancaroba adalah peralihan dua musim utama di negara tropis, yaitu antara musim hujan dan kemarau.

Musim pancaroba terjadi dua kali selama setahun yaitu peralihan dari musim hujan ke musim kemarau  biasanya terjadi di bulan Maret dan April, dan peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, terjadi di bulan September-Oktober.

Di awal Oktober ini, hujan sering turun di pagi hari, sedangkan esok harinya panas terik.

Musim pancaroba tak hanya akan menyebabkan masalah cuaca, tapi juga akan menyebabkan daya tahan tubuh rendah.

Daya tahan tubuh yang turun ini tak dimungkiri akan membuat tubuh jadi rentan alami penyakit. Salah satunya adalah panas dalam, batuk, pilek, dan lainnya.

Di musim pancaroba ini biasanya terjadi peningkatan jumlah pasien yang datang ke rumah sakit

Yang paling sering adalah batuk, pilek, dan rasa panas di tubuh meskipun kadang tidak disertai kenaikan suhu tubuh.

Tenggorokan juga terasa kering dan sakit untuk menelan. Inilah yang oleh masyarakat disebut panas dalam.

Ada alasan mengapa musim pancaroba bisa menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh, metabolisme, dan meningkatnya serangan penyakit.

Saat musim pancaroba, cuaca yang berubah akan mengubah tekanan udara, suhu, serta komposisi udara. Hal ini akan menciptakan kondisi yang sesuai untuk tempat berkembangnya kuman dan virus di sekitar manusia.

Serangan kuman dan virus pada ditambah dengan daya tahan tubuh rendah akan menyebabkan seseorang mudah terserang penyakit.

Tak cuma bagi orang yang punya daya tahan tubuh rendah, orang yang memiliki alergi juga berpotensi terserang penyakit berat di musim pancaroba.

Bagi penderita alergi, meningkatnya serbuk sari dan debu di udara dapat memicu gejala alergi yang memperberat flu dan panas dalam.

Saat musim pancaroba, Anda harus menjaga tubuh agar daya tahan jadi lebih kuat dan tak mudah terserang penyakit

Ada cara untuk menjaga daya tahan tubuh, salah satunya dengan menambah asupan cairan, mineral, serta vitamin dalam tubuh.

“Kalau kebutuhan mineral dan vitamin tercukupi, maka daya tahan tubuh meningkat dari berbagai penyakit di musim pancaroba.”

Komentar