Darah Tinggi? Hindari Tidur Terlalu Lama

Penulis: Darmansyah

Senin, 15 Oktober 2018 | 08:14 WIB

Dibaca: 1 kali

Apakah Anda seorang penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Ya. Kalau benar Anda harus menghindari tidur terlalu lama.

Waktu tidur memang bisa memberikan dampak yang luar besar bagi tubuh. Hanya saja, kita masih cenderung menyepelekannya sehingga tidur dengan tidak teratur.

Terkadang, kita bisa tidur dengan durasi waktu yang singkat, namun, di waktu lain kita bisa tidur sangat lama, yakni lebih dari delapan jam dalam sehari.

Meski terlihat sebagai sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan, tidur terlalu lama bisa memberikan efek yang buruk bagi kesehatan tubuh, khususnya pada penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Jika penderita hipertensi tidur lebih lama dari delapan jam, maka risiko untuk terkena stroke bisa naik hingga dua kali lipat!

Fakta ini terungkap dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh dr. Oluwaseun Akinseye dan rekan-rekannya dari Mount Sinai Hospital, New York.

Dalam penelitian ini, data dari dua puluh empat ribu orang dewasa dengan masalah hipertensi dicek untuk mengetahui kebiasaan tidur mereka.

Hasilnya adalah, mereka yang tidur lebih dari delapan jam dalam sehari memiliki risiko terkena stroke empat belas persen lebih besar.

Sementara itu, penderita hipertensi yang tidur kurang dari lima jam dalam sehari memiliki risiko terkena stroke sebelas persen lebih besar.

Penderita hipertensi yang tidur dengan cukup, yakni tujuh hingga delapan jam dalam sehari cenderung hanya memiliki risiko terkena stroke sebesar lima persen saja.

Melihat adanya fakta ini, dr. Akinseye pun menyarankan penderita hipertensi untuk mengatur jam tidurnya sebaik mungkin sehingga cukup setiap malamnya.

Mereka juga diminta untuk mengonsumsi garam lebih sedikit, menjaga berat badan tetap ideal, memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan, menghindari alkohol, serta lebih rajin berolahraga demi mencegah datangnya stroke yang bisa sangat mematikan.

Selain itu mereka yang terkena darah tinggi memang susah meraih tidur.

Ada sebuah anggapan yang dipercayai oleh masyarakat, yakni penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi cenderung mengalami susah tidur atau insomnia.

Hal ini disebabkan oleh tingginya tekanan darah pada tubuhnya sehingga menyebabkan sensasi pusing,sakit kepala, atau gejala lainnya yang akhirnya berimbas pada susah tidur.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa meskipun banyak pasien hipertensi yang mengeluhkan susah tidur, dalam realitanya penyebabnya belum tentu karena masalah tekanan darah tinggi yang dialaminya.

Bisa jadi hal ini disebabkan oleh konsumsi minuman berkafein, penerangan di dalam kamar yang terlalu terang, suhu udara yang terlalu panas, atau bahkan adanya televisi yang membuat kita justru lebih tertarik untuk menontonnya alih-alih terlelap.

Tidak semua pasien hipertensi yang ternyata mengalami gejala susah tidur.

Hanya saja, jika memang tekanan darahnya, hal ini menandakan bahwa jantung sudah bekerja dengan terlalu keras demi memompa darah.

Penyebab dari tingginya tekanan darah ini juga beragam, baik itu karena pembuluh darah yang sudah kehilangan keelastisitasannya sehingga menjadi kaku atau karena adanya plak pada pembuluh arteri yang bisa menyumbat aliran darah.

Jika sampai hal ini terjadi, maka risiko untuk terkena serangan jantung atau stroke tentu meningkat.

Hal ini berarti, jika memang tekanan darah sudah sangat tinggi, ada kemungkinan penderitanya sulit untuk tidur karena jantung yang terus bekerja keras dan tidak berada dalam kondisi rileks.

Hanya saja, bisa jadi hal ini disebabkan oleh hal lain sehingga sebaiknya diperiksakan terlebih dahulu ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya dan mendapatkan solusi yang tepat agar penderita hipertensi bisa tidur dengan nyenyak.

Selain itu, Anda juga harus menyadari gejala dari hipertensi.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan gangguan medis yang ditandai dengan derasnya aliran darah yang di dalam tubuh.

Hal itu sangat fatql akibatnya, sebab jantung dipaksa untuk bekerja lebih keras dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Oleh karenanya tak heran jika hipertensi disebut-sebut sebagai penyebab kematian yang cukup menyeramkan.

Adapun beberapa dampak dari hipertensi adalah stroke, serangan jantung, pecahnya pembuluh darah, gagal ginjal, dan masih banyak lagi.

Maka dari itu, kita harus mencegahnya sejak dini. Lantas, penting juga jika kita bisa mendeteksi gejala hipertensi sejak awal, sebab dengan penanganan yang tepat dan cepat, hipertensi bisa diatasi tanpa memberikan efek yang cukup serius.

Gejala awal yang umum terjadi pada seseorang yang berisiko hipertensi adalah detak jantung yang lebih cepat daripada irama normalnya.

Detak jantung lebih cepat memang normal ketika kita melakukan aktivitas berat dan melelahkan, seperti berolahraga.

Namun, saat sedang tidak lelah lantas detak jantung sering berdetak cepat, maka kita harus mewaspadainya. Sebab, itu merupakan pertanda awal terjadinya laju kencang pada jantung yang sedang memompa darah.

Lantas, gejala lain yang bisa dilihat adalah dengan warna kulit yang tiba-tiba memerah, mudah lelah, serta mimisan.

Oleh karenanya banyak yang mengatakan jika sering marah-marah bisa memicu serangan jantung. Sebab, jika kita perhatikan ketika seseorang sedang marah maka wajahnya berubah menjadi memerah dan detak jantungnya menjadi lebih kencang.

Jika Anda mengalami beberapa gejala tersebut, langkah terbaik adalah menyegerakan diri untuk pergi ke dokter dan mengikuti setiap petunjuk dan arahannya agar tidak menimbulkan efek yang lebih serius.

Lantas, ada pula cara sederhana yang bisa Anda lakukan, yakni merileksasikan diri, baik dengan pijat maupun terapi yang sifatnya membuat tubuh menjadi lebih rileks.

Komentar