Darah Menstruasi Tidak Selalu Merah

Penulis: Darmansyah

Senin, 31 Oktober 2016 | 08:21 WIB

Dibaca: 2 kali

Laman situs “good housekeeping,” hari ini Senin, 31 Oktober 2016, memberi kejutan kepada para wanita tentang adanya kemungkinan darah yang keluar dari menstruasi bewarna kecoklatan atau hitam.

Menurut laman situs itu, gejala ini tidak perlu membuat panik.

Sebab warna maupun tekstur darah selama menstruasi memang tidak selalu sama

Dr Sara Twogood, MD, dokter kandungan bersertifikat dan asisten profesor OBGYN Klinis di Keck Medicine of USC mengungkapkan penelitian terbarunya, bahwa  darah yang keluar dalam bentuk flek, saat hari pertama haid, atau hari menjelang haid usai, jelas akan berbeda.

Menurutnya, bisa saja darah yang keluar bewarna merah cerah

Jika darah haid berwarna merah terang, artinya darah masih akan keluar dalam jumlah banyak. Anda perlu menyiapkan pembalut ekstra untuk menggantinya tiga hingga empat kali sehari agar vagina tetap sehat, bebas jamur dan bau, maupun infeksi bakteri.

Warna merah merupakan pertanda aliran darah baru saja dimulai dan mungkin akan menjadi lebih banyak dalam satu hingga dua hari ke depan.

Karena banyak darah yang keluar, tingkatkan asupan protein agar tubuh memiliki amunisi untuk mengantisipasi banyaknya darah yang keluar, sehingga Anda bisa tetap prima.

Lantas bagaimana kalai darah itu coklat kemerahan atau kehitaman

Darah tidak selalu harus sama persis berwarna merah.

Jangan panik jika darah haid terlihat berwarna cokelat kemerahan atau cokelat gelap.

Itu hanya berarti bahwa Anda telah berada di periode akhir menstruasi.

Ada juga darah yang keluar dalam bentuk gumpalan

Gumpalan darah kecil terbilang umum pada hari-hari terberat perdarahan, ketika alirannya terlalu cepat untuk mengencerkan darah.

Selama penggumpalan berukuran kecil, mereka dianggap normal, Dr. Twogood menjelaskan.

Tetapi jika gumpalan berbentuk besar dan disertai kram perut berlebihan, kunjungi dokter spesialis obgyn untuk melakukan pemeriksaan.

Ada kemungkinan kalau kondisi itu merupakan bagian dari sindrom ovarium polikistik, gangguan hormonal yang mempengaruhi empat hingga dua belas persen wanita.

Dalam hal ini, dokter dapat membantu Anda dalam mengelola diet dan olahraga untuk menjaga gejala PCOS tetap di bawah kontrol.

Lantas bagaimana kalau darah menstruasi keluar lebih banyak yang disertai rasa nyeri berlebihan

Menurut penelitian yang diterbitkan di British Journal of General Practice, berdasarkan lebih dari lima ratus wanita yang diikuti selama tahun, sekitar delapan puluh  persen mengatasi keluhan ini dengan bantuan dari dokter pribadi mereka.

Ada cara mengatasi menstruasi yang banyak

Pertama, pertimbangkan pakai alat kontrasepsi

Menggunakan alat kontrasepsi yang tepat dapat memperbaiki keadaan. Wanita dalam penelitian tersebut memakai IUD hormonal atau mengonsumsi pil KB.

Setelah lima tahun penelitian, kedua kelompok itu melaporkan perbaikan bermakna saat menstruasi dan berdampak baik pada hidup mereka.

Bicarakan dengan dokter kandungan untuk mendapatkan alat kontrasepsi yang sesuai dengan diri Anda.

Lainnya, minum ibuprofen

Menurut hasil riset, minum zat antiinflamasi, seperti ibuprofen, dapat membantu mengurangi aliran darah.

Satu hasil studi yang diterbitkan di jurnal Obstetrics and Gynecology menunjukkan, asam mefenamic atau dikenal dengan  obat antiinflamasi yang sama dengan ibuprofen,  dapat mengurangi derasnya aliran darah.

Bisa juga minum jus tomat

Saat menstruasi sedang banyak-banyaknya, wanita kehilangan banyak darah yang bisa menyebabkan mereka pusing atau bahkan pingsan.

Minum banyak air dan garam dapat menjadi pertolongan pertama, seperti dikatakan Centre for Menstrual Cycle and Ovulation Research.

Minum segelas jus tomat juga baik saat mens sedang banyak dan ketika Anda ingin berolahraga.

Kehilangan banyak darah berarti juga kehilangan banyak zat besi.

Konsumsilah makanan kaya zat besi, seperti daging merah, kacang-kacangan, ikan, telur, atau daging ayam untuk mengganti kehilangan zat besi di dalam tubuh.

Komentar