Dampak Sehat dari Tidur Telanjang

Penulis: Darmansyah

Kamis, 6 Juli 2017 | 15:06 WIB

Dibaca: 1 kali

Tak banyak orang yang tahu manfaat tidur telanjang. Dan juga tak banyak yang melakukannya walaupun mendapat informasi yang factual.

Nah, tidur telanjang secara keseluruhan menghasilkan kualitas tidur yang tepat mendatangkan sejumlah manfaat kesehatan yang tak terhitung.

Untuk Anda tahu, tidur adalah salah satu hal terpenting yang kita lakukan setiap malam.

Mendapatkan kualitas tidur yang tepat akan mendatangkan sejumlah manfaat kesehatan. Sebaliknya jika kurang tidur akan menjadi masalah serius.

Tahukah Anda bahwa Anda dapat memperoleh kualitas tidur yang lebih baik ketika Anda tidur tanpa mengenakan busana atau telanjang?

Seperti ditulis laman Life Hack, hari ini, Kamis, 06 Juli, tidur telanjanglebih praktis.

Segala sesuatunya akan menjadi lebih mudah. Anda tidak perlu membeli piyama, dan tentunya Anda bisa menghemat uang. Dengan tidur telanjang, secara otomatis Anda memiliki lebih sedikit pakaian untuk dicuci.

Dan ketika Anda terbangun dan mendapati masih mengenakan piyama, Anda akan merasa malas untuk mencopotnya dan beranjak dari tempat tidur.

Namun, jika Anda tidur telanjang, saat Anda bangun tidur, Anda bisa langsung beranjak dari tempat tidur untuk menuju toilet dan memulai aktivitas sehari-hari.

Bayangkan perasaan berbaring di tempat tidur telanjang. Anda bebas dari celana, bra dan celana dalam Anda.

Anda akan merasakan langsung dinginnya sprei. Hal itu akan membuat Anda merasa lebih bebas.

Setiap orang bisa menggunakan perasaan baik semacam itu sesekali, dan bahkan bisa membantu Anda menjadi lebih bahagia.

Jika Anda sudah menikah, tidur telanjang memberi kesempatan lebih besar untuk bersentuhan dengan pasangan, terutama saat berpelukan. Kontak semacam ini juga bisa menciptakan kehidupan seks yang lebih aktif.

Tidak ada tali pengikat atau pakaian yang kusut di seprei, nafas[un menjadi lebih lega. Semua gangguan yang hilang saat Anda tidur telanjang bisa membantu Anda mendapatkan tidur yang lebih nyenyak.

Seharian penuh kulit Anda tertutupi oleh celana, baju, kaus kaki dan sepatu. Nah, pada malam hari, berikan kulit Anda kesempatan untuk menghirup udara segar untuk bernafas. Hal ini bisa menurunkan risiko penyakit kulit.

Jika Anda terlalu kepanasan, kadar kortisol Anda cenderung tinggi, bahkan setelah Anda bangun tidur.

Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya kecemasan, keinginan untuk makan makanan yang tidak sehat, penambahan berat badan, dan hal-hal yang buruk lainnya.

Tidurlah dengan telanjang, sehingga Anda dapat menjaga suhu tubuh lebih dingin dan tidur dengan baik sehingga tubuh Anda dapat menghasilkan dan mengatur kortisol dengan benar.

Kadar hormon melatonin dan pertumbuhannya membantu tubuh melakukan hal-hal seperti mencegah penuaan.

Saat Anda tidur dengan pakaian, tubuh Anda lebih panas dan mencegah penggunaan hormon ini secara efektif. Dengan kata lain, tidur dengan pakaian membuat Anda bertambah tua lebih cepat.

Bagi pria, kondisi tidur yang lebih dingin memungkinkan testis Anda tetap berada pada suhu yang lebih dingin. Ini membantu menjaga kesehatan sperma Anda dan sistem reproduksi Anda agar berfungsi normal.

Bagi wanita, kondisi tidur yang lebih dingin dan lebih lapang dapat membantu mencegah infeksi jamur.

Karena jamur tumbuh lebih cepat dalam kondisi hangat dan lembab. Bila lebih dingin dan kering, pertumbuhannya dapat dicegah.

Cuaca panas adalah saat yang sulit untuk tidur nyenyak.

Jika Anda tidak memiliki AC, tidur menggunakan pakaian akan semakin terasa menyiksa bagi Anda. Anda akan sering terbangun dengan kondisi pakaian yang basah karena terkena keringat.

Tidur mengenakan celana dalam meningkatkan kemungkinan terkena infeksi di sekitar kemaluan, ujar Brian Steixner, M.D., urolog di Atlantic City, N.J.

Pasalnya daerah yang tertutup celana dalam menjadi lebih panas dan lembab, tempat yang tepat untuk perkembangan bakteri.

Bila celana dalam itu juga terlalu ketat dan menyebabkan iritasi, maka bakteri di sekitarnya bisa menimbulkan infeksi. Oleh karenanya lepaskan celana dalam saat tidur agar testis dan penis kita lebih bersih, kering, dan sehat.

Testis memerlukan suhu yang tepat agar bisa memproduksi sperma secara optimal.

Suhu paling baik adalah tiga puluh lima derajat celsius, sedikit lebih dingin dari suhu tubuh kita.

Bila testis terlalu panas, kualitas sperma akan buruk, menurut penelitian di Finlandia yang mempelajari pengaruh sauna pada produksi sperma.

Sentuhan langsung dengan pasangan memicu pelepasan hormon okstosin di otak, menurut penelitian di Swedia.

Hormon ini mengurangi stres, membuat kita merasa lebih dekat dengan pasangan, dan meningkatkan gairah seksual.

Dengan tidur telanjang, kemungkinan bersentuhan langsung dengan pasangan makin besar, sehingga seringkali berujung pada hal-hal yang menyenangkan.

Komentar