Daging Kambing Tidak Bikin Darah Tinggi

Penulis: Darmansyah

Rabu, 30 Agustus 2017 | 08:02 WIB

Dibaca: 2 kali

Benarkah daging kambing bisa memicu tekanan darah tinggi?

Jawabannya, seperti diungkapkan, dr Johanes Chandrawinata, SpGK,  ahli gizi klinik, “tidak.”

“Datangnya penyakit darah tinggi saat mengonsumsi daging kambing hanyalah mitos. Bahkan, memakan satu kilogram daging kambing pun tak akan mendatangkan darah tinggi,” katanya  dengan sedikit tersenyum.

Memakan daging kambing cukup sehat asal dagingnya saja

“ Jangan dibarengi dengan jeroan, babat, otak, dan usus,” kata Johanes

Johanes menuturkan, daging kambing memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan daging sapi karena kandungan lemak dan kolesterolnya yang lebih rendah.

Sayangnya,  kata Johanes, tidak semua orang tahu bahwa daging  kambing nyaman untuk jadi makanan.

Salah satu hal yang ditakutkan adalah naiknya tekanan darah akibat memakan daging kambing.

Johanes menuturkan, daging kambing memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan daging sapi karena kandungan lemak dan kolesterolnya yang lebih rendah.

Dalam takaran 1seratus gram, lemak daging kambing hanya  tiga  gram, sedangkan daging sapi tujuh gram lebih gram.

Kolesterol daging kambing juga sedikit lebih rendah, yakni tujuh puluh lima miligram, dan kolesterol sapi delapan puluh miligram.

Selain itu, untuk zat besi, daging kambing juga lebih banyak

Kemudian, seng pada daging kambing lebih besar

Akan tetapi, cara masak yang tepat juga perlu diketahui agar mendapatkan manfaat nutrisi sepenuhnya.

Bagi pencinta sate kambing, Johanes menyarankan agar tidak memanggangnya hingga gosong.

Saat proses pemanggangan, protein pada daging kambing yang terkena panas tinggi bisa berubah menjadi zat karsinogen.

Dengan begitu, hal ini juga mengonfirmasi bahwa arang sebagai penyebab kanker juga mitos.

“Kalau makan di-grill itu cukup seminggu sekali. Jangan tiap hari (bisa) bikin kanker,” ujar Johanes.

Sementara, jika Anda tak suka daging yang dipanggang, masak dengan kuah juga dapat menjadi pilihan.

Dalam proses ini, lebih baik hindari penggunaan santan yang berlebihan.

Penambahan sayur juga dapat menambahkan kandungan vitamin pada hidangan kambing.

Yang melekat pada daging kambing dan sering tidak Pada saat itu, bersiaplah menghadapi bau prengus dari kambing yang terbawa angin.

Meski sering dibilang enak oleh para pencinta daging kambing, bau tersebut dapat membuat sebagian orang mual sebelum benar-benar mencobanya.

Mendengar namanya pun, perut bisa terasa begah. Namun, jangan keburu berburuk sangka kepada kambing dengan menyebutnya sebagai hewan yang jarang mandi.

Rupanya, prengus kambing berfungsi layaknya parfum untuk menggoda lawan jenis.

Dilansir dari Science, para ilmuwan Jepang mengungkapkan bahwa fungsi dari prengus kambing adalah untuk melanjutkan keturunannya.

Diuraikan dalam studi yang dipublikasikan melalui jurnal Current Biology, para peneliti mengumpulkan prengus yang keluar dari kepala kambing jantan dengan menggunakan topi penyerap gas yang dibuat khusus.

Mereka juga membandingkannya dengan bau pada kambing jantan yang telah dikebiri.

Lantas, senyawa dari prengus diisolasi untuk menguji cara kerja biologis yang disebut “efek laki-laki”.

Ternyata, prengus disebabkan oleh senyawa 4-etiloctanal.

Saat menyebar ke udara, senyawa itu berubah menjadi asam empat-etiloktanoat.

Hasilnya? Meski membuat manusia mual, prengus membuat reaksi kimia hormonal berantai di otak kambing betina dan memicu ovulasi.

Dengan bau itu, kambing jantan bisa unjuk gigi kepada pasangannya.

Akan tetapi, manusia yang belum punya pasangan tidak boleh ikut-ikutan mencoba trik kambing jantan dengan cara mandi seminggu sekali.

Jika Anda tetap nekat, efek yang dihasilkan bisa kebalikan dengan kambing.

Komentar