Ciri-Ciri Kolesterol Tinggi dan Asam Urat

Penulis: Darmansyah

Jumat, 24 November 2017 | 09:50 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda perlu tahu tentang cirri-ciri kolesterol tinggi dan asam urat.

Karena kedua penyakit itu sama bahanyanya sebagai “pembunuh.”

Dan ada banyak sekali ciri-ciri dari masalah kolesterol tinggi dan asam urat ini.

Kedua masalah kesehatan tersebut cukup mudah ditemukan

Penderita asam urat biasanya juga mengalami masalah kolesterol tinggi mengingat penyebab dari kedua masalah kesehatan ini sama, yakni pola makan yang tidak sehat.

Sebenarnya, apa sajakah ciri-ciri dari masalah kolesterol tinggi dan asam urat?

Gejala dari masalah kolesterol yang akan dirasakan adalah munculnya pegal-pegal atau sensasi yang berat pada tengkuk dan pundak.

Mereka yang mengalami masalah kolesterol tinggi juga akan cenderung lebih mudah mengalami sakit kepala, mudah lelah, dan mudah mengantuk.

Hal ini ternyata disebabkan oleh semakin menurunnya asupan oksigen menuju ke otak karena menumpuknya plak di dalam pembuluh darah yang menghambat aliran darah.

Selain itu, mereka dengan masalah kolesterol tinggi juga akan cenderung mudah untuk terkena masalah kesemutan.

Selain itu, orang dengan kadar kolesterol tinggi biasanya akan merasa mudah lelah walaupun tidak sedang melakukan aktifitas berat.

Penghambatan aliran juga dapat terjadi pada aliran darah menuju otak sehingga membuat penderitanya pusing, susah berkonsentrasi, mudah mengantuk, dan terkadang merasa bingung.

Banyak orang yang tidak tahu bahwa dirinya mengalami kondisi ini, terlebih jika ia tidak pernah memeriksakannya.

Biasanya ia tahu bahwa dirinya punya kondisi ini bersamaan dengan diagnosis penyakit lain, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, atau stroke. Tentu, ini sudah telat untuk mencegah penyakit tersebut muncul.

Sebenarnya tidak ada tanda maupun gejala khusus yang ditimbulkan jika seseorang memiliki kondisi ini.

Melakukan pemeriksaan kadar HDL dan LDL merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda mempunyai kadar kolesterol tinggi atau masih dalam batas normal.

Untuk itu, Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan profil lipid secara rutin guna mencegah perkembangan penyakit kronis yang bisa disebabkan oleh kondisi tersebut. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati!

Kolesterol tinggi bisa menyebabkan aterosklerosis, di mana penumpukan plak terjadi di dinding pembuluh darah arteri.

Hal ini bisa menyumbat aliran darah sebagian atau seluruhnya dan menyebabkan penyakit jantung koroner.

Jika aterosklerosis terjadi pada pembuluh darah arteri yang memasok darah ke jantung, Anda mungkin akan merasa nyeri dada (angina) dan gejala penyakit jantung koroner lainnya.

Seiring waktu, plak bisa pecah dan menyebabkan gumpalan darah terbentuk di permukaan plak.

Jika gumpalan darah cukup besar, hal ini bisa menghalangi aliran darah ke jantung dan membuat otot jantung kekurangan oksigen.

Jika aliran darah tidak pulih dengan cepat, bagian otot jantung mulai mati dan serangan jantung bisa terjadi.

Plak juga bisa terbentuk di pembuluh darah arteri pada bagian tubuh lain, selain jantung, seperti pembuluh darah arteri yang membawa darah kaya oksigen ke otak dan anggota badan.

Hal ini dapat menyebabkan aliran darah tersumbat dan mengakibatkan masalah, seperti penyakit arteri karotid, penyakit arteri perifer, dan stroke.

Bagaimana menurunkan kolestgerol tinggi?

Jangan khawatir, jika Anda adalah salah satu orang yang punya kondisi seperti ini, masih ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan LDL dan meningkatkan HDL sehingga Anda terhindar dari risiko penyakit kronis

Salah satu hal yang memengaruhi kadar HDL dan LDL dalam tubuh adalah makanan yang Anda makan.

Untuk itu, Anda perlu mengontrol asupan makanan yang Anda makan agar kadar HDL dan LDL tetap terjaga.

Sebaiknya hindari makanan yang mengandung lemak jenuh atau lemak trans tinggi. Kedua jenis lemak ini dapat meningkatkan LDL dalam darah.

Contoh makanan yang harus dihindari atau dibatasi konsumsinya adalah jeroan, daging berlemak, mentega, krim, makanan berminyak atau yang digoreng, susu tinggi lemak, dan lainnya.

Orang dengan berat badan berlebih cenderung memiliki LDL yang lebih tinggi dibandingkan HDL. Hal ini karena biasanya orang gemuk sering makan berlebihan dan jarang melakukan olahraga.

Agar terhindar dari kolesterol tinggi, maka disarankan agar Anda menurunkan berat badan jika Anda mempunyai berat badan berlebih.

Tak perlu menurunkan berat badan sampai kurus. Cukup turunkan berat badan Anda sampai mencapai berat badan normal. Efek penurunan berat badan ini sangat positif sekali terhadap kadar LDL dan HDL Anda.

Lakukan penurunan berat badan ini dengan cara sehat, sehingga tidak hanya berat air yang berkurang tapi juga berat lemak.

LDL tinggi dan HDL rendah erat kaitannya dengan berat badan berlebih. Oleh karena itu, Anda perlu untuk membakar lemak tubuh dengan cara melakukan olahraga teratur. Olahraga teratur dapat membantu meningkatkan kadar HDL serta menurunkan kadar LDL dan trigliserida.

Lakukan olahraga setidaknya 30 menit per hari atau 150 menit per minggu agar manfaat ini bisa Anda rasakan.

Saat stres, ternyata kadar LDL bisa meningkat, loh. Untuk itu, sebaiknya hindari stres. Temukan aktivitas yang menyenangkan yang bisa membuat diri Anda tenang, sehingga terhindar dari stres. Selain itu, Anda juga perlu mencukupi kebutuhan tidur Anda. Kurang tidur bisa membuat tubuh stres.

Gejala masalah asam urat dan kolesterol yang paling sering muncul adalah rasa nyeri atau ngilu pada persendian yang kemudian disertai dengan pembengkakan dan warna kemerahan.

Selain itu, saat bangun tidur, penderita masalah asam urat dan kolesterol juga cenderung mudah terkena kesemutan berulang-ulang kali.

Jika kadar asam urat di dalam tubuh semakin tinggi, maka rasa nyeri dan pembengkakan juga akan menjadi semakin parah sehingga penderitanya akan semakin kesulitan untuk bergerak.

Banyaknya tumpukan kolesterol pada pembuluh darah oleh plak-plak yang menebal dan mengeras akan membuat jantung semakin bekerja keras dalam memompa aliran darah ke seluruh jaringan/ organ tubuh.

Hal ini akan menimbulkan gejala jantung berdebar-debar lebih cepat dan keras yang menandakan organ ini bekerja ekstra dibandingkan normal.

Jika berlangsung terus-menerus maka dapat berakibat kelelahan/ kepayahan pada jantung yang sering disebut sebagai gagal jantung.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa kadar kolesterol yang normal pada tubuh orang dewasa adalah sekitar seratus enam puluh hingga dua ratus  miligram per desiliter darah.

Bagi mereka yang memiliki kadar kolesterol lebih dari dua ratus empat puluh miligram per desiliter darah, maka bisa dipastikan bahwa mereka sedang mengalami masalah kolesterol tinggi.

Komentar