Cara Mengatasi Kantuk Usai Makan Siang

Penulis: Darmansyah

Kamis, 5 April 2018 | 08:58 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman “the huffington post<’ hari ini, Kamis, 05 April, datang dengan tulisan yang memberikan jawaban terhadap kantuk yang terjadi usai seseorang makan siang.

Mnurut laman media terkenal itu, makan siang memang sangat nikmat, apalagi jika Anda menyantap makanan kesukaan Anda.

Tapi, beberapa menit setelahnya Anda tidak tahan terhadap rasa kantuk.

Apakah itu normal?

Menurut ahli diet dan olahraga Robbie Clark merasa lelah setelah makan siang adalah hal yang normal. Ada beberapa alasan mengapa kantuk menyerang sesaat setelah makan siang

Salah satu alasan utama mengantuk setelah makan siang adalah masalah proses pencernaan.

Meskipun tidak terasa, tubuh telah menggunakan cukup banyak energi untuk mencerna makanan yang baru saja Anda santap.

Clark menambahkan, tubuh membutuhkan energi untuk berfungsi dan bertahan hidup.

Kita mendapatkan energi ini dari makanan yang dikonsumsi, yang kemudian diuraikan melalui proses pencernaan dan diubah menjadi bahan bakar atau glukosa.

Setelah itu, makronutrien menyumbang kalori ke tubuh. Jadi, sistem pencernaan memicu segala respon dalam tubuh.

Alasan kenapa merasa mengantuk setelah makan siang adalah jumlah insulin yang diproduksi setelah makan makanan tertentu, dimana dapat memicu hormon ‘bahagia’ dan ‘tidur’.

“Setelah makan, terutama yang mengandung gula, insulin diproduksi oleh pankreas yang kemudian mengubahnya menjadi gula atau glukosa, yang beredar dalam aliran darah menjadi glikogen di dalam sel-sel tubuh,” ujar Clark kepada The Huffington Post.

Sekresi  atau peroses pelespasan insulin yang berlebihan menyebabkan asam amino esensial triptofan berpindah ke otak.

Saat di otak, serotonin dan melatonin, dua neurotransmitter yang memiliki efek menenangkan dan memicu tidur, diproduksi lebih tinggi.

Menariknya, sembilan puluh persen serotonin terdapat di usus, yang mengatur gerakan usus.

Selain itu, menurut ahli diet Jemma O’Hanlon, jumlah karbohidrat yang dikonsumsi saat makan siang dapat mempengaruhi rasa kantuk sesudahnya.

Makanan berkabohidrat di antaranya roti, pasta, nasi, kentang dapat meningkatkan produksi neurotransmitter, yakni serotonin yang tidak hanya meningkatkan kepuasan tetapi juga rasa senang, bahkan mengantuk.

Seringkali kita makan makanan dengan porsi besar yang membuat kita tidak nyaman dan melambat. Jadi baiknya kita memahami sinyal lapar, dan berhenti makan saat merasa kenyang.

Makanan berlebihan apalagi mengonsumsi makanan berlemak dapat membuat mengantuk, karena tubuh harus bekerja keras dan menggunakan banyak energi untuk mencerna makanan.

Faktor lainnya adalah alergi makanan atau intoleransi. Ini biasanya dikaitkan dengan masalah penceranaan seperti kembung, gas, refluks, gangguan pencernaan, semebelit atau diare, serta lesu.

Selain faktor-faktor fisiologis tersebut, ada pula faktor lain yang juga berkontribusi terhadap rasa kantuk setelah makan siang.

Anda mungkin pernah membaca atau mendengar bahwa makanan berprotein tinggi seperti daging kalkun  bayam; kedelai; telur; keju; tahu; ikan mengandung triptofan yang lebih tinggi, sehingga memicu untuk tidur.

Walaupun semua makanan dicerna dengan cara yang sama, tidak semua makanan memiliki pengaruh yang sama terhadap tubuh. Sebuah penelitian melaporkan bahwa buah ceri, terutama ceri asam mempengaruhi tinglat melatonin, yang bertanggung jawab menyebabkan kantuk.

Roti berbahan dasar tepung atau roti tawar merangsang rasa kantuk dibandingkan roti gandum.

“Saat Anda mengkonsumsi roti tawar, tubuh akan dengan cepat menyerap pati, sedangkan serat dan gula lembat diserap yang mengakibatkan lonjakan kadar glukosa darah.”

“ Peningkatan ini berlangsung singkat dan menghasilkan kadar gula darah rendah, akibatnya tubuh menjadi lelah dan mengantuk,” ungkap Clark.

Untuk menghindari kantuk setelah makan siang, Clark dan O’Hanlon, kepada The Huffington Post, membagi tips berikut:

Sarapan itu penting bagi tubuh dan otak. Menurut Clark, sarapan dapat membantu mengurangi kelelahan di waktu berikutnya.
“Jika Anda melewatkan sarapan, maka standar energi yang tersedia untuk sisa hari pada hari itu hanya sekian, ditambah lagi dengan keadaan sangat lapar di siang hari membuat Anda tidak punya banyak pilihan makanan dan makan dengan porsi banyak,” tuturnya.

Makan membutuhkan lebih banyak energi untuk mencerna. Oleh karena itu, Anda bisa mengkonsumsi makanan ringan.

Anda bisa mengkombinasikan makan siang yang jumlahnya sedikit dengan cemilan pagi dan sore, sehingga asupan kalori Anda tetap terjaga sepanjang hari.

O’Handlon menambahkan, makan dengan jumlah sedikit tapi sering dapat membantu menjaga kadar gula darah stabil sepanjang hari dan meningkatkan energi secara teratur.

Jadi, karbohidrat, protein, dan lemak seimbang membantu menstabilkan energi lebih lama.

Menurut Clark, daripada memilih makanan olahan dan bertepung, pastikan makan siang Anda seimbang dan sehat dengan mengkonsumsi sayuran berwarna-warni, biji-bijian, dan protein tanpa lemak.

Untuk menjaga tubuh dari kekurangan energi, minumlah air putih yang banyak supaya tetap terhidrasi.

Menghindari konsumsi gula berlebihan, karbohidrat olahan, serta makan sedikit tapi sering juga membntu menjaga energi

Untuk menyeimbangkan gula darah dan tingkat insulin, pilihlah makanan tinggi serat dan protein.

Untuk mengetahui bagaimana memilih makanan seimbang, O’ Honlon menyarankan untuk fokus pada model piring sehat

Daripada menikmati makan siang Anda di dalam ruangan, cobalah menikmatinya di luar, dan jika bisa dengan berjalan kaki.

Bergerak dapat membuat Anda tetap terjaga di siang hari dengan mengoptimalkan oksigen dan sirkulasi darah di dalam tubuh dan otak, meminimalisir akibat setelah makan.

Jika Anda keseringan merasa lelah dan mempengaruhi aktivitas, O’Hanlon menyarankan untuk periksa ke dokter, karena bisa jadi kelelahan itu disebabkan oleh kekurangan vitamin atau mineral.

Misalnya, kekurangan zat besi, yang sangat umum terjadi pada wanita muda, khususnya yang tidak memakan daging.

Komentar