close
Nuga Sehat

Camilan Manis Faktor Gigi Berlubang

Siapa yang bisa membantah faktor utama gigi berlubang bukan  karena konsumsi camilan yang manis.

Ya gigi berlubang disepakati para ahli kedokteran gigi dipicu oleh makanan yang manis.

Dan  gigi berlubang termasuk dalam penyakit yang sering ditemui di masyarakat.

Salah satu penyebabnya adalah makanan dan camilan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat dan gula.

Maka untuk menghindarkan gigi berlubang  hindarilah makanan manis  dan periksalah gigi secara teratur

Ini merupakan komitmen kami dalam memberikan perlindungan terbaik untuk kesehatan gigi dan mulut masyarakat

Berdasarkan data dari Nielsen Gloval Snacking Survey terungkap bahwa konsumsi camilan di  terindikasi mengalami peningkatan sebesar empat persen setiap tahunnya.

Ada pun menurut Euromonitor tahun lalu menyebut, camilan manis dan lengket seperti cokelat, pastry dan permen menjadi camilan yang paling digemari anak-anak.

Padahal konsumsi camilan tersebut dapat menurunkan derajat keasaman mulut hingga di bawah pH kritis lima koma lima dalam hitungan menit dan tetap rendah hingga satu jam setelahnya. Resikonya adalah gigi berlubang.

Untuk menghindari kondisi tersebut, pilihlah camilan dengan makanan yang berserat, berkadar air dan kalsium tinggi seperti produk susu dan turunannya.

Selain itu juga bisa mengasup sayuran, buah-buahan atau panganan lokal yang dimodifikasi dengan tambahan sayuran atau

Tekstur lembut dari ragam camilan yang marak dijumpai saat ini membuat anak kurang berlatih mengunyah. Sebaliknya, makanan yang berserat akan lebih lama dikunyah.

Untuk menghindari gigi berlubang ubahlah kebiasaan makan manis dengan makanan berserat.

Agar aman bagi kesehatan gigi, jika ingin makan camilan sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan waktu makan utama

Camilan yang dianjurkan adalah yang tinggi serat, mengandung kalsium, protein, dan rendah gula.

Susu dan hasil produknya seperti keju banyak mengandung kalsium dan fosfat yang mampu mengembalikan mineral gigi yang hilang.

Protein kasein yang ada dalam susu membentuk suatu lapisan tipis pada email gigi yang menghambat pertumbuhan bakteri.

Sementara itu, makanan yang berserat akan lebih lama dikunyah. Gerakan mengunyah sangat menguntungkan bagi kesehatan gigi karena merangsang aliran kelenjar ludah yang merupakan pembersih alami rongga mulut dan menetralisasi keasaman di rongga mulut.

Lengkapi kebiasaan baik ini dengan rajin menyikat gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi berflouride secara rutin pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur