close
Nuga Sehat

Buah Segar Turunkan Risiko Diabetes

Konsumsilah buah-buahan dengan kadar gula rendah

Itulah saran para ahli kalau bicara tentang buah-buahan dikaitkan dengan kandungan gula.

Dan seperti yang ditulis laman Well and Good, sebuah studi baru mengungkapkan jika permen dari alam  mungkin bisa mengurangi risiko terbentuknya diabetes.

Studi pengamatan, yang dipublikasikan di PLOS Medicine, melacak kesehatan dan pola diet lebih dari lima ratus  ribu orang dewasa di Cina selama tujuh tahun.

Ditemukan mereka yang tanpa diabetes di awal penelitian dan mengonsumsi buah segar setiap harinya, memiliki kemungkinan dua belas persen lebih rendah untuk mengidap diabetes dibanding mereka yang tidak pernah makan buah segar.

“Gula dalam buah tidak sama dengan gula dalam makanan yang dimanufaktur dan kemungkinan proses metabolismenya berbeda,” ujar Huaidong Du, MD, peneliti dari Universitas Oxford kepada The New York Times.

Dan, semakin sering mereka memakan buah segar, semakin rendah risiko diabetes mereka.

Lebih dari tiga hari dalam seminggu mengonsumsi buah, hasilnya tujuh belas persen lebih rendah orang meninggal karena penyebab penyakit apapun.

Selain itu, risiko terbentuknya komplikasi diabetes menjadi tiga belas hingga dua puluh delapan persen lebih rendah jika dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsi buah kurang dari sekali seminggu.

“Ada banyak nutrisi dalam buah yang mungkin memberi manfaat dengan cara yang lain,” tambah Du

Kadar gula yang ada di dalam buah tidak begitu berbahaya untuk penderita diabetes.

Kadar gula di dalam buah adalah kadar gula yang menyehatkan dan dibutuhkan tubuh.

Selain buah yang sangat baik untuk mencegah risiko diabetes, konsumsi sayuran hijau juga sangat penting dilakukan.

Well Ladies, demi kesehatan fisik dan psikis yang mengesankan, jangan pernah lewatkan untuk konsumsi sayur dan buah cukup setiap harinya.

Miliki olahraga rutin dan cukup, konsumsi air putih cukup dan buang jauh-jauh perasaan stres.

Peneliti dari Harvard School of Public Health  dalam laporan riset yang dimuat British Medical Journal  edisi online  menyatakan kebiasaan memakan buah-buahan yang dimakan secara utuh  terutama blueberry, anggur, dan apel berhubungan dengan menurunnya risiko diabetes tipe 2. Sementara itu, konsumsi jus buah justru dapat meningkatkan risiko terkena penyakit.

“Temuan sebelumnya menunjukkan hasil yang bervariasi untuk konsumsi buah secara total. “

“Riset kami menyediakan bukti baru yang mengidikasikan beberapa jenis buah tertentu yang mungkin memiliki manfaat khusus dalam menurunkan risiko diabetes,” kata peneliti Qi Sun asisten profesor dari Departemen Nutrisi di Harvard School of Public Health.

Dalam risetnya, peneliti melakukan analisis penyakit diabetes, kardiovaskuler, atau kanker.

Pada akhir penelitian, sebanyak tujuh persen dari responden didiagnosa menderita diabetes.

Menurut analisa peneliti, responden yang mengonsumsi blueberry, anggur, dan apel  dua kali seminggu, berisiko dua puluh tiga  persen lebih kecil  terkena diabetes 2 dibandingkan yang mengonsumsi buah tidak lebih dari sekali dalam sebulan.

Responden yang mengonsumsi buah dalam bentuk jus sekali dalam sehari atau lebih, justru  berisiko dua puluh satu persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingkan yang lain.

Peneliti berkeyakinan, perbedaan ini mungkin disebabkan oleh faktor lain di luar konsumsi buah dan jus. Bisa jadi, responden yang memakan buah-buahan tertentu memiliki suatu kemiripan antara satu dengan yang lain, sehingga mempengaruhi risiko mereka untuk menderita diabetes.

“Data kami merekomendasikan lebih jauh untuk mengonsumsi buah-buahan bagi pencegahan diabetes, tetapi bukan jus,” kata ketua tim peneliti, Isao Muraki, dari departemen nutrisi Harvard School of Public Health.

Muraki berharap, temuan baru dalam riset ini dapat membantu memperbaiki rekomendasi selama ini bagi upaya pencegahan penyakit diabetes tipe 2.

Peneliti dari Inggris, Amerika Serikat dan Singapura menggunakan data dari tiga studi besar yang dilakukan oleh perawat dan profesional kesehatan di Amerika Serikat untuk meneliti hubungan antara konsumsi buah dan risiko tertular diabetes tipe 2.
Penelitian menggunakan kuesioner mengenai frekuensi makanan yang terus ditindaklanjuti setiap empat tahun, menanyakan seberapa sering, rata-rata, porsi standar konsumen dalam mengonsumsi buah.
Buah yang digunakan dalam penelitian ini adalah anggur atau kismis, buah persik, plum atau aprikot, pisang, melon, apel atau pir, jeruk, stroberi dan blueberry.
Para peneliti kemudian menganalisis data yang menunjukkan bahwa memakan tiga porsi buah blueberry, anggur, kismis, apel dan pir dapat menurunkan risiko terjangkit diabetes tipe 2 secara signifikan.
Namun hasil ini tidak diperoleh dengan cara meminum jus buah-buahan ini. Para ahli bahkan menyarankan untuk mengganti jus buah dengan buah-buahan segar.