Blepharitis, Dampak Menatap Layar Gadget

Penulis: Darmansyah

Senin, 18 April 2016 | 11:19 WIB

Dibaca: 0 kali

Bacalah artikel terbaru “mirror.co.uk,” Senin, 18 April 2016.

Anda akan diingatkan bagaimana pengaruh dari  menatap layar gadget  sepanjang hari.

Kegiatan ini  ternyata dapat berdampak buruk bagi kesehatan mata.

Moorfields Eye Hospital menemukan banyak pekerja kantoran yang mengeluhkan rasa sakit dan kemerahan pada mata akibat terlalu lama menatap layar komputer.

Menurut Evening Standard, mereka juga mengeluh matanya kekeringan, bengkak, lelah, dan seperti berpasir.

Menurut ahli mata dan ahli bedah oculoplastic di Moorfields, Daniel Ezra, banyak pekerja yang mengabaikan gejala pada mata.

Mereka umumnya akan tetap bekerja dengan menatap layar gadget meski mata mereka sudah terasa tidak nyaman maupun kemerahan.

Jika terus dibiarkan, bisa terjadi Blepharitis, yakni tepi kelopak mata menjadi merah dan bengkak.

Dokter Ezra memperkirakan lima belas persen para pekerja di London mengalami Blepharitis.

Mengapa hal itu bisa terjadi?

Erza menjelaskan, menatap layar gadget dengan pencahayaan tinggi bisa membuat mata jarang berkedip.

Melihat layar komputer, smartphone, atau tablet dapat menurunkan tingkat berkedip mata seseorang hingga enam puluh persen.

Berkedip merupakan fungsi penting dari mata untuk menyebarkan air mata di daerah okular.

Ketika mata berhenti berkedip, bisa menyebabkan stres pada sel-sel yang melapisi corea. Akibatnya mata tidak nyaman dan terjadi peradangan.

Kondisi ini bisa diperburuk oleh adanya AC di ruangan kerja yang meningkatkan terjadinya penguapan air mata.

Bagaimana cara mencegahnya?

Untuk menjaga kesehatan mata, Erza menyarankan untuk menggunakan pencayahaan yang lebih rendah. Saat duduk di depan komputer, biasakan megedipkan mata.

Biarkanlah mata Anda istirahat sejenak dengan menjauhkan diri dari gadget.

Jika mata tidak nyaman atau muncul kemerahan yang berlangsung lama, lebih baik segera berobat ke dokter mata.

Setelah seharian berkutat dengan komputer, buku dan setumpuk kertas, mata akan terasa sakit dan perih.

Jika terus dipaksakan bekerja, kepala akan terasa cenut-cenut dan leher jadi kaku.

Hasilnya, produktivitas kerja menurun dan jika ini terus terjadi setiap hari, bukan tidak mungkin Anda akan mengalami stres.

Menurut Mayo Clinic, mata lelah adalah suatu kondisi di mana kenyamanan penglihatan terganggu akibat penggunaan yang intens dari aktivitas sehari-hari.

Misalnya, membaca buku, bekerja di depan komputer, atau mengemudi.

Gejala paling umum mata lelah adalah mata terasa kering, perih, dan gatal serta berair, penglihatan tidak bisa fokus, sensitif terhadap cahaya, sakit pada kepala, leher, punggung, dan bahu.

Selain itu, menatap menatap layar komputer dalam waktu  lama, akan membuat frekuensi berkedip seseorang akan menurun sampai sepuluh kali lipat.

Penelitian lain menjelaskan, bahwa orang yang bekerja lebih dari delapan  jam dengan intens menatap layar computer,  ternyata memiliki tingkat MUC5AC yang paling rendah.

MUC5AC adalah protein yang ditemukan pada lapisan mata yang berfungsi untuk menjaga kelembaban mata.

Jika protein pada mata rendah, mata pun jadi kering dan perih dibuatnya. Mata kering  bisa menyebabkan gangguan pada penglihatan seseorang.

Pasalnya, ketika kondisi mata sangat kering, jaringan pada permukaan mata bisa rusak dan memicu infeksi.

Tapi tenang saja, mata Anda bisa tetap sehat di kantor dengan melakukan beberapa hal sederhana.

Aturan ini menganjurkan setiap dua puluh menit bekerja di depan komputer Anda harus istirahatkan mata paling tidak selama dua puluh  detik.

Gunakan waktu dua puluh detik ini untuk melihat obyek atau benda lain yang jaraknya sekitar dua puluh  kaki atau enam meter di depan mata Anda.

Lebih baik lagi jika Anda melayangkan pandang ke luar jendela dan melihat pepohonan hijau. Warna hijau diyakini bisa mengurangi ketegangan otot mata.

Penting juga untuk Anda mengatur posisi duduk dengan layar komputer. Pilihlah bangku yang dapat menopang Anda duduk dengan tegak sejajar meja kerja.

Posisi layar monitor berada pada satu garis lurus  atau sedikit di bawah garis penglihatan mata.

JIka perlu, pasang anti-glare supaya tingkat cahaya dan radiasi koumputer berkurang. Beri jarak tempat duduk minimal satu lengan dari monitor.

Atur kursi Anda agar jangan terlalu tinggi supaya telapak kaki bisa bertumpu pada lantai  dan jangan juga terlalu rendah supaya posisi duduk Anda tidak merosot.

JIka Anda disiplin menerapkan aturan ini dan menjaga posisi duduk senyaman mungkin, dijamin risiko mata lelah dan gangguan penglihatan akan berkurang.

Selain itu, jangan lupa cukup minum air putih karena sama seperti bagian tubuh yang lain, mata Anda juga butuh pelembap. Air putih adalah pelembap yang baik dan alami untuk mata sehat Anda.

Komentar