Bisakah Kurang Tidur Ditebus di Lain Waktu

Penulis: Darmansyah

Kamis, 31 Mei 2018 | 11:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Apa benar jika kekurangan waktu tidur bisa diganti di lain waktu?

Hal ini awalnya terdengar aneh, karena tidur seharusnya menjadi rutinitas yang dilakukan secara tersusun dan berkala setiap hari.

Sejumlah pakar tidur telah lama menekankan tentang pentingnya rutinitas tidur.

Tidur dan bangun pada waktu yang hampir bersamaan setiap hari turut membantu mengatur ritme tubuh. Cara ini bisa meningkatkan kualitas serta kuantitas tidur secara keseluruhan.

Namun, dilansir dari TIME, sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Sleep Research membeberkan temuan berbeda.

Katanya, jika Anda tidak cukup tidur selama seminggu, maka menambah waktu tidur di akhir pekan bisa membantu memenuhi kebutuhan istirahat Anda. Bahkan mampu mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Penelitian tersebut didasarkan pada tanggapan survei terhadap lebih dari tiga puluh delapan  ribu orang dewasa Swedia yang menjawab pertanyaan tentang kebiasaan gaya hidup, riwayat medis, dan durasi tidur.

Para peneliti menggunakan data ini untuk menarik kesimpulan tentang bagaimana total waktu tidur, beraktivitas, serta risiko kematian.

Para peneliti menganalisis data selama tiga belas tahun.

Mereka menemukan bahwa orang yang tidur selama lima jam atau kurang setiap malam, memiliki risiko kematian enam puluh lima persen lebih tinggi, dibandingkan mereka yang konsisten tidur selama enam hingga tujuh jam setiap malam.

Namun, saat melihat orang-orang yang kurang tidur pada hari biasa, tidur lebih lama di akhir pekan, para peneliti menemukan sesuatu yang menarik.

Orang-orang tersebut tampaknya tidak memiliki risiko kematian yang lebih tinggi daripada kelompok yang tidur sekitar tujuh jam setiap hari.

“Hal itu menunjukkan bahwa tidur di hari biasa dapat dikompensasikan selama akhir pekan,” tulis para peneliti di jurnal tersebut.

Peneliti dari Universitas Pennsylvania yang tidak terlibat dalam penelitian ini, Dr. David Dinges, menyebutkan bahwa temuan tersebut menarik.

Meski begitu, dia menginginkan jika studi ini mampu dibawa pada jenjang yang lebih tinggi serta mendalam.

“Penelitian selama tiga belas tahun itu lama, tetapi lebih sebentar dibanding puluhan tahun. Pertanyaan sebenarnya adalah, apakah pola seperti ini akan memberikan perubahan biologis dari waktu ke waktu terkait pemulihan tidur,” ujarnya.

Studi lebih lanjut dilakukan demi mendapat hasil yang relevan. Para peneliti siap untuk membawa hasil temuan yang lebih akurat lewat sejumlah penelitian terbaru di masa mendatang.

Menurut dr. Vito A. Damay, menjaga pola tidur sangat penting demi siklus bioritmik tubuh. Dengan teraturnya siklus tersebut, tubuh akan terbiasa sehingga bisa mengeluarkan hormon sesuai dengan aktivitas yang dilakukan.

“Sedangkan pola tidur yang tidak teratur akan membuat pengeluaran hormon dari dalam tubuh menjadi kacau. Hal ini membuat Anda stres, mengantuk di waktu yang tidak diinginkan, dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi,” ujar dr. Vito.

Karena itu, meski kurang tidur bisa ditebus di lain waktu, namun ada baiknya jika Anda mampu mengatur pola tidur secara benar demi kesehatan yang lebih terjamin.

Jangan lupa untuk terus menerapkan gaya hidup sehat, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, serta berolahraga secara rutin dan teratu

Tidur yang cukup bisa memperbaiki tubuh dan pikiran yang bisa membuat tubuh melakukan fungsi terbaiknya.

Setiap orang membutuhkan waktu tidur setidaknya tujuh  sampai delapan jam per hari.

Namun, sering kali seseorang, mungkin termasuk Anda, mengorbankan waktu tidur untuk menyelesaikan pekerjaan/tugas atau sekadar bermain ponsel pintar untuk menjelajah di dunia maya.

Padahal, kurangnya waktu tidur bisa berdampak pada kesehatan tubuh Anda.

Sebuah studi juga telah menemukan bahwa kurang tidur ini bisa berkaitan dengan terjadinya tekanan psikologis dan risiko penyakit jantung/diabetes tipe 2 yang lebih besar.

Kurang tidur bisa membuat Anda mengalami sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Saat Anda tidur, sistem kekebalan tubuh menghasilkan sitokin pelindung dan antibodi dan sel melawan infeksi. Penggunaan ini untuk menangkis zat asing seperti bakteri dan virus.

Jika orang tidak cukup tidur, maka sistem kekebalan tubuh mereka tidak memiliki kesempatan yang sama untuk membangun kembali kekuatannya.

Mungkin juga butuh waktu lebih lama untuk pulih dari penyakit.

Kurang tidur juga bisa menyebabkan masalah kesuburan jika Anda laki-laki. Pria yang terlalu sedikit tidur bisa merusak kesuburannya.

Sebuah studi pada lima tahun lalu oleh University of Southern Denmark menemukan bahwa pria muda yang mengalami gangguan tidur memiliki jumlah sperma yang lebih dari seperempat lebih rendah daripada rekan mereka yang tidur lebih banyak.

Kurang tidur juga bisa memengaruhi kesuburan wanita.

Orang yang kurang tidur mungkin berisiko tinggi terkena tekanan darah tinggi atau memburuknya tekanan darah tinggi yang ada.

Pemikirannya adalah bahwa tidur membantu darah Anda mengatur hormon stres dan membantu sistem saraf Anda tetap sehat.

Seiring waktu, kurang tidur bisa melukai kemampuan tubuh Anda untuk mengatur hormon stres yang menyebabkan tekanan darah tinggi.

Orang yang tidur kurang dari enam jam di malam hari cenderung kelebihan berat badan dan menunjukkan kadar hormon leptin penekan nafsu makan yang menekan disertai dengan tingginya kadar hormon guncang hormon perangsang skala besar.

Jumlah istirahat yang Anda dapatkan setiap malam tidak hanya memengaruhi mood dan produktivitas Anda keesokan harinya.

Jika Anda tidak tidur nyenyak, kulit Anda mungkin segera menunjukkannya.

Banyak penelitian sebelumnya telah menemukan kaitan antara kurang tidur dan berjerawat, mungkin terkait dengan bagaimana mengendalikan hormon tidur di tubuh Anda.

Komentar