Bisakah Batu Ginjal Penyebab Gagal Ginjal?

Penulis: Darmansyah

Rabu, 14 Februari 2018 | 14:51 WIB

Dibaca: 1 kali

Siapa yang menginginkan terkena batu ginjal.

Tentu semua orang tak mengingkannya.

Untuk itu Anda patut waspada terkena batu ginjal jika mengalami nyeri pinggang di bagian kiri.

Tanda adanya batu ginjal dalam saluran ureter umumnya berupa nyeri pinggang tersebut.

“Ketika Anda merasakan sakit   dari daerah bawah iga terakhir sampai dengan atas tulang panggul. Mulai dari belakang sampai ke depan, itu nyeri pinggang karena ada batu ginjal,” kata Hery Tiera

Hery mengatakan, tidak semua nyeri pinggang merupakan tanda batu ginjal.

Tanda batu ginjal biasanya berupa nyeri pinggang yang diikuti mual, muntah, demam, urin merah, urin keruh, nyeri saat buang air kecil, lemas, penurunan berat badan, dan gangguan saat kencing ketika ada endapan kristal batu dalam saluran ureter.

Saat seseorang mengalami batui ginjal, saraf otonom di pencernaan menerima rangsangan rasa sakit akibat batu yang menyumbat saluran ureter. Saluran pencernaan teriritasi hingga meningkatkan asam lambung, lalu tubuh merespon lewat muntah.

Demam dan mual juga gejala adanya infeksi pada tubuh, termasuk ginjal. Sedangkan urin berubah merah karena adanya luka dan darah sebagai akibat yang ditimbulkan dari ureter yang teriritasi. Batu ginjal yang bergerak ke saluran kemih yang membuat iritasi.

“Berbeda dengan nyeri pinggang lain, nyeri pinggang pada batu ginjal umumnya bertahan lama. Tidak hilang apapun posisi kita,” kata Hery.

Hery menyebut, meski seseorang telah berubah posisi dari berdiri, menungging, duduk, dan gerakan lainnya, nyeri pinggang terus berlangsung secara konstan.

Jika sudah menampakkan gejala demikian, disarankan untuk lekas memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan mengecek darah dan urin dari individu tersebut, apakah benar terserang batu ginjal.

Bagaimana batu ginjal bisa menimbulkan nyeri pinggang?

Hery menerangkan, aliran urin yang terganjal oleh batu menimbulkan pembengkakan dan regangan pada ginjal. Akibatnya, nyeri pinggang tak tertahankan akan menyerang penderita batu ginjal.

Jika disusun sebuah level nyeri pinggang antara satu hingga sepuluh, maka level sakit pinggang karena batu ginjal adalah sebelas. Itu saking menyakitkannya nyeri akibat batu ginjal.

Level sebelas merupakan peringkat kesakitan yang dialami penderita nyeri pinggang akibat batu ginjal.

Meski demikian, nyeri pinggang saja tak bisa dijadikan dasar doagnosis batu ginjal. Diperlukan tindakan mikroskopi yang dilakukan oleh dokter untuk mengetahui kadar ureum dan kreatinin sebagai penanda fungsi ginjal.

Hery sendiri pernah menemukan pasien yang tidak merasakan gejala nyeri pinggang sama sekali. Pasien tersebut, menurut Hery, tidak menyadari sinyal sakit yang dikirim tubuh. Ini berbahaya karena batu membesar dan semakin menghalangi saluran kemih.

Batu ginjal bisa berujung menjadi gagal ginjal. Namun hal tersebut tidak terjadi secara instan.

Pada tubuh yang sehat, proses pengeluaran urin dimulai dari ginjal. Ginjal normal akan memproduksi urin yang berisi zat sampingan hasil dari metabolisme tubuh, air, dan garam.

Urin yang mengangkut limbah dari tubuh itu dialirkan ke kandung kemih dengan bantuan ureter.

Selanjutnya, urin tersebut dikirim uretra untuk dikeluarkan saat kencing. Sinyal yang dikirim otak membuat otot berkontraksi hingga timbul keinginan untuk kencing.

Nah, penyakit batu ginjal yang dalam istilah kedokteran disebut nefrolitiasis terjadi ketika kristal batu terbentuk dan menyumbat saluran ureter. Zat kalsium, oksalat, dan fosfat menyebabkan timbulnya endapan batu ini.

Batu yang semakin membesar dalam ureter lama-kelamaan akan mengakibatkan ginjal bengkak.

Urin pun akan terakumulasi lebih banyak di ginjal. Ini yang dinamakan hidronefrosis. Dalam kondisi ini, kerja ginjal menjadi lebih berat dan akhirnya rusak.

“Jika batu tersebut baru menyumbat satu ginjal, maka belum akan menyebabkan gagal ginjal,” terang Hery.

Hery menambahkan bahwa gagal ginjal baru terjadi apabila kristal batu menyumbat ginjal kanan dan kiri.

Sebab, fungsi ginjal akan menurun dalam mengatur tekanan darah dan kadar cairan dalam tubuh.

Kemampuannya untuk menyaring racun pun melemah. Akibatnya, pasien gagal ginjal harus rutin cuci darah agar kerja ginjal optimal.

Namun, perlu ditegaskan bahwa batu ginjal bukan satu-satunya penyebab gagal ginjal. Ada faktor diabetes dan hipertensi yang turut menyebabkan terjadinya gagal ginjal.

Oleh karena itu, Hery menyarankan penderita batu ginjal untuk segera mendapat penanganan dari dokter dalam menghancurkan batu yang menghalangi saluran ureter.

Tujuannya agar fungsi ginjal tidak berkurang, kendati manusia masih tetap bisa bertahan meski hanya satu ginjal saja yang sehat.

Selain itu, supaya ginjal sebelahnya tidak terbentuk batu ginjal juga, Hery meminta penderita batu ginjal untuk menjaga pola makan dengan mengurangi konsumsi daging merah, melinjo, coklat, stroberi, kacang-kacangan, dan susu tinggi kalsium.

Pasalnya, makanan-makanan ini mengandung zat yang menimbulkan kristal batu terbentuk.

“Pola makan harus dijaga karena meski batu ginjal sudah dipecahkan, ada kemungkinan terulang lagi dalam lima tahun. “

Kebiasaan menahan kencing sering dituding sebagai pemicu munculnya batu ginjal. Ternyata, itu merupakan anggapan yang keliru.

Batu ginjal disebabkan oleh asupan cairan kurang, asupan kalsium berlebih, asam urat tinggi, dan makan obat-obatan maag yang berlebih. Sementara itu, menunda kencing justru menimbulkan infeksi saluran kencing, ujar Hery Tiera, dokter spesialis urologi.

“Menahan kencing tidak bikin batu ginjal, malah menimbulkan urinary tract infection,” katanya

Hery mengatakan, urin yang dihasilkan dari ginjal bersifat steril. Ini menandakan, dalam kondisi normal, tidak ada bakteri maupun kuman yang bersarang di sana.

“Ketika kencing ditunda, kuman lebih mudah masuk ke saluran kemih lewat uretra. Uretra adalah saluran yang menghubungkan saluran kemih dengan dunia luar,” ujar Hery.

Pasalnya, pengeluaran urin sendiri merupakan bentuk pertahanan yang dilakukan tubuh manusia. Kelebihan zat hasil metabolisme tubuh akan dibuang bersamaan dengan keluarnya air kencing.

Saat proses kencing, urin turut membuang zat-zat yang tidak diperlukan tubuh. Lalu, urin yang dikeluarkan turut membersihkan kuman-kuman sepanjang saluran kemih.

Lantas, jika kencing ditahan, bakteri akan lebih mudah menjalar masuk ke saluran kemih karena tidak ada proses pembersihan melalui pengeluaran urin.

Kuman masuk melalui saluran uretra lalu menuju saluran kemih hingga memperbanyak diri dalam kandung kemih.  Kuman yang tertinggal di saluran kemih inilah yang memicu infeksi.

“Wanita lebih rentan terkena saluran infeksi kencing karena tidak punya penis. Kalau lelaki, makin panjang penisnya, makin susah kuman masuk” imbuh dokter alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Untuk diketahui, uretra yang dimiliki pria berada di batang penis. Umumnya, memiliki panjang  sepuluh hingga lima belas sentimeter yang menyulitkan kuman dari dunia luar menerobos masuk.

Komentar