Bipolar Penyakitnya Chacha dan Robin William

Penulis: Darmansyah

Selasa, 12 Agustus 2014 | 10:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Bipolar? Ya, penyakit kejiwaan. Dan ingat Marshanda? Juga jangan pernah melupakan Robin William, bintang Holywood paling sensasional dan multi talenta. Mereka, Marshanda dan Robin adalah penderita bipolar akut.

Lantas apa itu penyakit bipolar?

Merujuk pada laman “Wikipedia,” penyakit bipolar adalah gangguan pada alam perasaan atau dikenal dengan istilah “mood” yang berubah-ubah dalam periode waktu tertentu.

Gejolak mood yang bisa membahayakan itu sebenarnya dapat dikontrol dengan obat penstabil mood. Jika rutin minum obat episode seperti depresi itu bisa dikendalikan.”.

Meski begitu, terkadang walau mengonsumsi obat-obatan beberapa pasien tetap memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Satu ketika, penderita mengalami depresi sehingga menjadi murung, diam, atau menarik dari lingkungan. Di waktu lain, ia mengalami manic atau “mania” yang ditunjukkan dengan semangat menggebu dalam beraktivitas, tak pernah lelah, dan tak tidur berhari-hari.

“Penderitanya banyak, tapi banyak yang tidak sadar kalau punya gangguan ini,” tulis Wikipedia.
Penyakit ini juga sering diidentikkan dengan “gila” oleh masyarakat. Mereka yang bipolar kebanyakan menutup diri dan enggan berobat.

Berbeda dengan depresi atau manik yang dialami manusia pada umumnya, gejala pada penderita bipolar terjadi secara berulang dan berlangsung seumur hidup. Gejala yang muncul terkadang bercampur atau berubah sangat cepat.

Gangguan bipolar terdiri dari dua jenis, yakni gangguan bipolar tipe 1 dan bipolar tipe 2. Gangguan bipolar tipe 1 merupakan penyakit kronis yang sering kambuh dan bersifat episodik, dalam arti ada periode sakit dan ada periode normal.

Kekambuhan bisa dipicu oleh stresor psikososial, misalnya pertengkaran, percerian, atau kehilangan orang tercinta.

Gangguan bipolar tipe 2 umumnya lebih ringan. Periode kekambuhannya lebih ringan dan ada episode hipomania dan episode depresi mayor. Gejalanya lebih singkat waktunya, lebih ringan dan tidak mencolok.

Untuk diagnosis bipolar tipe 2 memang lebih sulit, karena fase hipomanik kadang bisa dianggap oleh pasien bahwa ia tidak sakit, hanya sedang bersemangat saja.”

Gangguan bipolar sering berkembang di akhir masa remaja seseorang atau dewasa awal. Setidaknya setengah dari semua kasus dimulai sebelum usia dua puluh lima tahun.

Sebanyak tujuh puluh sembilan persen kasus bipolar disebabkan oleh faktor genetik. Tetapi gen ini baru akan memicu bipolar jika penderita mengalami stres psikososial yang tak mampu diatasinya.

Terdapat beberapa cara untuk mengenali gejala gangguan bipolar, yakni melakukan pemeriksaan dengan cara wawancara klinis dan diagnosis dini.
“Wawancara psikiatrik adalah tools utama dalam memeriksa status mental individu”a.

Sama dengan penyakit kronis lainnya, pengobatan yang tepat bisa membuat penderita bipolar hidup normal dan membuat prestasi membanggakan. Mengontrol emosi dan mood penderita adalah cara terbaik untuk pengobatan.

Penderita bipolar juga perlu mendapat kenyamanan dan kehangatan dari orang-orang di sekitarnya. Diperlukan kesabaran dan optimisme dari orang-orang terdekat agar penderita menjalani pengobatan hingga tuntas.

Komentar