Betulkah Nyeri Punggung Itu Milik Wanita?

Penulis: Darmansyah

Selasa, 24 Februari 2015 | 11:35 WIB

Dibaca: 0 kali

Nyeri punggung itu tak bisa bisa dipisahkan dari perempuan. Label sakit punggung dan nyeri seolah-olah “mutlak” milik wanita.

Benarkah?

Paling tidak dari sebuah studi terbaru mengingatkan, dua puluh persen faktor risiko yang membuat perempuan rentan mengalami nyeri punggung adalah postur tubuh yang jelek.

Jika Anda merasakan sakit pada punggung yang hilang dan timbul lagi dalam beberapa hari, ini merupakan ‘alarm’ bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada tubuh Anda.

Perhatikan, apakah sakit punggung Anda itu termasuk akut atau kronis.

Sakit punggung akut bisa berupa rasa nyeri menusuk ataupun kaku, yang muncul secara tiba-tiba dan menghilang beberapa hari atau minggu kemudian.

Disebut sakit punggung kronis jika Anda merasakannya setiap hari dalam waktu lebih dari tiga bulan.
Rasa sakit ini dapat menghilang dalam waktu setahun atau lebih atau bahkan menetap.

Padahal, untuk mencegah terjadinya nyeri punggung, para perempuan dianjurkan untuk rutin melakukan ini; berdiri tegak, tarik bahu, dan menahan otot perut ke dalam.

Para peneliti menilai tiga langkah sederhana itu juga mampu membuat perempuan terlihat lebih sehat, lebih percaya diri, lebih cantik, dan terlihat lebih muda.

Seiring kemajuan teknologi, membuat perempuan kerap menjatuhkan kepalanya untuk menatap layar ponsel dan tablet yang berakibat leher dan tulang belakang jadi stres, serta berujung pada kondisi nyeri punggung.

Pakar Bedah Tulang Belakang asal London, Inggris, Dr Ken Hansraj, mengatakan, akibat kondisi ini tak jarang proses pembedahan dilakukan demi memperbaiki postur tubuh yang jelek itu.

Dikutip dari situs Daily Mail pada Selasa, 24 Februari 2015, banyak salon di London menawarkan perawatan untuk mengatasi bahu yang kaku dan membungkuk, yang dikenal dengan `Tech Neck`.

Pemilik salon di sana sadar betul bahwa kondisi semacam ini tengah menghantui perempuan modern yang hidup dan tinggal di sana.

Tapi, bagi perempuan yang sibuk dan tak sempat untuk ke salon, ahli pijat menyarankan untuk langkah sederhana seperti ini seorang diri; miringkan kepala Anda ke kiri dan kanan, lalu remas dengan lembut otot-otot di bagian atas bahu dan kedua sisi di belakang leher menggunakan telapak tangan dan jari-jari di kedua tangan Anda.

Jangan lupa untuk rutin melakukan peregangan setiap satu jam sekali, dengan mengatur pernapasan Anda agar lebih rileks lagi.

Ulangi langkah pencegahan nyeri punggung seperti di atas sebanyak mungkin agar otot-otot mengendur dan bahu jadi lebih ringan.

Menurut the American Chiropractic Association, sebanyak delapan puluh persen penderita nyeri punggung, yang terb anyak dialami wanita.

Akibat fatal dari sakit pungung bisa menyebabkan kelumpuhan.

Berita baiknya, kebanyakan penyebab sakit punggung bukanlah kondisi serius sehingga kita bisa mengatasinya.

Dilansir dari SheKnows, berikut penyebab sakit punggung pada wanita terjadi karena High heels” yang lebih tinggi dan membuat kaki mengalami tekanan tujuh kali lebih berat.

Hal ini membuat gangguan pada keselarasan tulang belakang. Ditambah lagi setengah dari jumlah wanita pemakai sepatu hak tinggi akan mengalami luka pada kaki yang akhirnya bisa menyebabkan sakit punggung.

Selain itu keseringan membawa tas berat di bahu yang akhirnya akan menyebabkan sakit punggung karena menciptakan ketidakseimbangan di otot bahu dan punggung.

Selain itu kebiasaan membungkuk membuat postur tubuh menjadi buruk.

Tahukah Anda membungkuk menambah beban punggung bawah Anda?

Saat Anda membungkuk, ligament dan otot-otot Anda menegang karena berusaha menjaga keseimbangan dan akhirnya otot menjadi lelah dan menyebabkan sakit punggung.

Latihlah postur tubuh yang baik hingga itu menjadi kebiasaan yang baik. Belilah sebuah kursi ergonomis di kantor Anda.

Komentar