Hati-hati, Gemuk Itu Penyebab Kebodohan

Penulis: Darmansyah

Senin, 9 Maret 2015 | 16:06 WIB

Dibaca: 15 kali

Betulkah gemuk itu bisa bikin orang bodoh?

Apakah ia mitos atau candaan?

Mitos, candaan atau bukan, sebuah studi bergengsi yan dirilis “American Journal of Epidemiology” membenarkan bahwa obesitas atau kegemukan punya kaitan langsung dengan penurunan level Kecerdasan Intelektual atau dikenal dengan “IQ.”

Seperti dimuat dalam laman situs “Prevention,” beberapa waktu lalu, para peneliti mengungkapkan bagaimana orang yang menjaga berat badannya tetap ideal cenderung memiliki perilaku kognitif lebih baik.

“Penelitian ini menunjukkan hubungan antara obesitas dan kemampuan intelektual yang rendah pada masa remaja dan dewasa.”

“ Obesitas adalah masalah medis yang kompleks”

Bagaimanapun, tidak mudah untuk menguraikan apakah ini karena masalah medis yang muncul karena obesitas atau akibat dari obesitas itu sendiri.

Dalam penelitian ini juga disebutkan bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko demensia. Jadi, tingkatkan kembali aktivitas olahraga dan jalani diet sehat.

Dalam sebuah studi terbaru lainnya, dipastikan kegemukan juga mempengaruhi otak saat mulai lanjut usia.
Penelitian ini menyimpukan bahwa otak orang yang kegemukan atau obesitasakan mulai memburuk ketika mencapai usia empat puluh tahun.

Sudha Seshadri, MD, seorang profesor neurologi dari Boston University School of Medicine menuturkan penyebab dari masalah ini adalah lemak perut dalam yang juga dikenal sebagai lemak visceral.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan secara online empat tahun lalu di Annals of Neurology.

“Semakin besar jumlah lemak visceral yang dimiliki seseorang akan membuat otaknya semakin kecil. Volume otak yang kecil ini berhubungan dengan menurunnya fungsi kognitif seseorang,” ujar Sudha Seshadri, MD.

Kasus obesitas yang dialami oleh orang tua menyebabkan mereka menderita satu kondisi yang disebut dengan sarkopenia.

Selain itu, para orang tua yang mengidap obesitas akan mudah sekali terjatuh setiap kali melakukan aktivitas. Tanpa disadari, banyak orang tua atau lansia yang tidak terkena angin atau apa pun dapat terjatuh begitu saja.

Sarkopenia itu masa otot menjadi sangat kecil, namun masa lemak menjadi sangat besar. Maka itu, hindari obesitas sedini mungkin

Selain itu, lanjut dia, orang tua yang mengidap obesitas pun berisiko mengalami resistensi insulin yang berkaitan erat dengan diabetes.

“Orang dengan kondisi diabetes harus mengonsumsi obat secara rutin. Selain itu, sejumlah makanan pun dipantang untuk dimakan.

Parahnya, orang tua berjenis kelamin pria yang mengidap obesitas di usia lanjut berisiko terjadinya penurunan kadar testosteron.

Apabila kadar testosteron dalam tubuh mengalami penurunan, si pasien berisiko besar juga mengalami kelainan seksual berupa disfungsi ereksi.

Hormon testosteron begitu dibutuhkan oleh seorang pria, karena itu merupakan hormon utama yang bila kurang mengarah kepada penurunan kualitas hidup pasien.

Peneliti di Carnegie Mellon University, mengungkapkan pula, otak pria obesitas bekerja lebih keras dibandingkan mereka yang berat badannya normal untuk mendapat hasil yang sama.

Peneliti melihat hubungan antara bagian-bagian otak yang bertanggung jawab dengan memori dan pengambilan keputusan pada orang gemuk, tapi berfungsi normal pada orang dengan berat rata-rata.

Demikian penjelasan dari penulis studi Timothy Verstynen, Ph.D., seorang profesor di Carnegie Mellon University seperti dikutip laman menshealth.

“Kondisi itu bisa disebabkan tekanan darah yang tinggi dan peradangan pada obesitas, yang mengiritasi sistem komunikasi di otak, yang membuatnya sulit untuk menyampaikan pesan,” ujar Verstynen.

Hal ini disebabkan sel-sel lemak yang bisa mengubah testosteron menjadi estrogen dan mengganggu otak yang memproduksi banyak testosteron. Rendahnya tingkat hormon bisa melakukan segalanya dari meniadakan kehidupan seks Anda dengan menurunkan libido Anda hingga melemahkan otot Anda.

Obesitas menyebabkan peradangan yang bisa menyebabkan depresi dengan rusaknya sirkuit di otak

Gemuk di usia pertengahan berarti membuat pria bisa empat kali mengembangkan demensia ketika tua nanti. Obesitas diyakini menyebabkan peradangan yang bisa membunuh bagian dari sirkuit otak yang dibutuhkan untuk mengingat.

sumber : prevention dan menshealth

Komentar