Berolahragalah, Otak Bisa Lebih Cerdas

Penulis: Darmansyah

Minggu, 25 Mei 2014 | 09:57 WIB

Dibaca: 0 kali

Apa hubungan olahraga dengan otak?

Peneliti dari “Proceeding of the National Academy of Sciences” menjawabnya, ternyata otak mendapat manfaat karena sel-sel saraf di otak i bisa dipacu pertumbuhannya.

Lansia yang rajin olahraga terbukti bisa menjawab tes psikologi dengan lebih baik.Sebagian besar orang memiliki jumlah sel saraf yang konstan saat dewasa. Ketika bertambah tua, sel-sel saraf perlahan mati.

Sampai pertengahan tahun sembilan puluh-an para ilmuan berpikir bahwa kehilangan sel-sel saraf di otak itu tak mungkin tergantikan. Namun, percobaan pada hewan membalikkan asumsi itu dan membuktikan bahwa neurogenesis di otak dapat dipacu lewat olahraga.

Setelah berolahraga selama tiga bulan, semua responden tampak memiliki tunas-tunas sel saraf baru. Yang paling banyak adalah yang melakukan olahraga kebugaran kardiovaskular.

Ini juga dipercaya merupakan hasil pengubahan stem cell atau sel punca menjadi sel-sel saraf yang fungsional.

“Sangat menarik untuk melihat efek olahraga terhadap manusia untuk pertama kalinya,” ujar Scott Small, ahli ilmu saraf dari Columbia University Medical Center, yang juga menulis laporan bersama Fred Gage dari Salk Institute Neurobiologi.

Langkah pertama untuk memahami proses itu adalah dengan mencari tahu sel otak mana yang baru tumbuh dan apakah itu bagian otak yang perlu diremajakan. Dalam eksperimen Small dan Gage, sel-sel saraf baru tumbuh di bagian otak yang berfungsi mengatur pembelajaran dan memori. Daerah ini membantu otak mencocokkan nama dan wajah, satu keterampilan yang sangat mungkin berkurang ketika kita beranjak tua.

Olahraga tampaknya merestorasinya menjadi lebih sehat dan muda. “Ini bukan soal memperlambat proses penuaan, tetapi mengembalikan kemudaan,” kata Arthur Kramer, psikolog dari University of Illinois, AS.

Hasil penelitian Kramer juga menunjukkan efek pada frontal lobes, bagian otak yang melakukan tugas eksekutif seperti membuat keputusan, merencanakan dan melakukan banyak pekerjaan (multitasking). Dengan teknologi pemindaian, ia menemukan frontal lobes membesar karena olahraga.

Dalam banyak penelitian sebelumnya ditemukan pria dan wanita usia enam puluh-an tahun yang rajin jalan kaki atau olahraga aerobik lain mengalami perbaikan fungsi luhur. Mereka berhasil menjalani tes psikologi dengan baik, menjawab lebih banyak pertanyaan dengan akurat dan cepat.

Walau pun olahraga bisa menumbuhkan sel-sel otak kembali, tapi para ilmuan, teutama di bawah terik matahari, ada risiko yang harus dihadapi, dari mulai dehidrasi hingga stroke..

Michael Bergeron, direktur Sanford Sports and Science Institute mengatakan, jika panas, lembab, dan tidak berangin, maka keringat tidak dapat berevaporasi sehingga tubuh tidak dapat efektif dalam mengeluarkan panas yang diproduksi tubuh dari olahraga.

“Ketika pengeluaran panas tubuh tidak efektif, maka suhu tubuh akan meningkat ke level yang berbahaya secara cepat,” kata dia.

Kendati demikian, olahraga di bawah terik matahari tidak perlu dihindari. Karena bagaimana pun olahraga itu baik dan risikonya bisa dihindari dengan cara yang tepat. Inilah beberapa kondisi yang mungkin bisa terjadi saat berolahraga di luar ruangan dan cara terbaik untuk mengatasinya.

Kram ditandai dengan rasa nyeri di otot. Kram juga bisa menjadi tanda dari dehidrasi. Penyebabnya adalah kekurangan elektrotit tubuh. Untuk mengatasinya, hentikan olahraga saat terjadi kram dan berpindahlah ke tempat yang lebih sejuk. Konsumsi minuman dengan konsentrasi elektrolit yang tinggi, seperti minuman isotonik.

Kondisi ini ditandai dengan lemah, pusing, mual, sakit kepala, dan peningkatan suhu tubuh, bahkan pingsan. Penyebabnya bisa jadi karena gangguan distribusi cairan dalam tubuh, darah berpindah dari organ-organ vital ke bagian tubuh yang aktif bergerak sehingga menyebabkan tubuh melemah dan pingsan.

Saat terjadi kondisi ini, maka berbaringlah dengan posisi kaki yang lebih tinggi dari tubuh untuk membantu mendistribusikan kembali darah ke jantung. Letakkan handuk dingin di kulit dan minum banyak air.
Ini adalah kondisi yang paling berbahaya yang bisa dihadapi. Stroke karena panas ditandai dengan peningkatan suhu tubuh hingga empat derajat celcius, mengigau, pusing, gangguan pada sistem sirkulasi, pingsan, dan kerusakan organ atau jaringan.

Penyebabnya adalah meningkatnya suhu tubuh secara tiba-tiba dari pengerahan tenaga dan dehidrasi. Ini menyebabkan sistem saraf pusat mengalami memecahan.

Untuk mengatasinya, hentikan segera olahraga, cari tempat dingin, dan aplikasikan sebanyak mungkin benda dingin ke tubuh, misalnya es. Sebisa mungkin segera minta pertolongan medis.

Saat mengalami dehidrasi, tubuh akan merasa haus, pusing, sakit kepala. Penyebabnya adalah kekurangan cairan sehingga berubahnya komposisi cairan tubuh dan berkurangnya berat badan paling tidak dua persennya. Saat mulai merasakan gejalanya, hentikan olaraga, cari tempat sejuk, dan minum minuman isotonik.

sumber : www.menshealth.com

Komentar