Berita Baik Datang dari Buah Alpukat

Penulis: Darmansyah

Rabu, 2 Agustus 2017 | 14:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Sekali lagi berita baik datang alpukat.

Ya, buah “ajaib” ini ternyata mampu meningkatkan kemampuan otak.

Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh Frontiers in Aging Neuroscience, tim ahli melibatkan enam puluh orang untuk mengukur level lutein, nutrisi yang terdapat dalam alpukat

Para responden kemudian diminta melakukan olahraga yang butuh konsentrasi tinggi.

Responden yang lebih tua dengan kadar lutein tinggi ternyata memiliki respon saraf yang setara dengan orang yang lebih muda.

Lutein juga bisa ditemukan pada sayuran berdaun hijau seperti kale dan bayam, telur, dan juga alpukat.

Tim peneliti akan melakukan studi lain untuk mengetahui lebih dalam manfaat lutein untuk meningkatkan kemampuan otak.

Itulah temuan terbaru dari  buah yang menyehatkan itu.

Si hijau ini sebelumnya dikenal memiliki protein, vitamin E, potasium, dan nutrisi penting lainnya.

Untuk Anda tahu,  manfaatnya bukan hanya itu.

Menurut studi terbaru, buah alpukat juga meningkatkan kemampuan otak.

Sementara itu, alpukat juga mengandung asam lemak tidak jenuh yang terbukti menyehatkan lemak darah.

Ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa konsumsi alpukat secara rutin, tentu saja tanpa pemanis tambahan, membantu menyehatkan kesehatan jantung.

Alpukat sebelumnya memang telah dianugerahi sebagai buah ajaib. Buah super

Buah yang biasanya menjadi pelengkap salad atau dessert ini dan sekarang dianggap sebagai buah super oleh para pelaku gaya hidup sehat.

Apa saja manfaatnya lainnya?

Studi teranyar yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari Iran menganalisis seratus dua puluh sembilan riset mengenai manfaat konsumsi alpukat pada komponen penyakit sindrom metabolik.

Sindrom metabolik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kombinasi dari tiga atau lebih faktor risiko terjadinya penyakit jantung dan diabetes, yaitu tekanan darah tinggi, kadar trigliserida tinggi, dan lingkar pinggang yang lebar.

Tim peneliti menyimpulkan bahwa alpukat paling bermanfaat dalam hal kadar kolesterol.

Rutin mengonsumsi buah ini bisa menurunkan kadar kolesterol jahat, trigliserida, dan total kolesterol. Selain itu kadar kolesterol baik juga meningkat.

“Efek penurunan lemak darah, antidiabetik, antiobesitas, antitrombosis, dan perlindungan pada jantung, juga ditemukan pada beberapa penelitian,” kata peneliti dalam laporannya di jurnal Phytotherapy Research.

Hasil penelitian ini semakin mengukuhkan status alpukat sebagai buah super.

Cynthia Sass, ahli gizi yang tidak terlibat dalam studi tersebut mengatakan, alpukat juga membantu mengurangi lemak perut, jenis lemak yang paling berbahaya.

Alpukat memiliki kandungan lemak sehat dan juga memiliki efek mengenyangkan.

Jadi, buah ini sangat direkomendasikan oleh mereka yang ingin menurunkan berat badan dan mengurangi asupan lemak jenuh.

Kelebihan lain dari alpukat adalah kandungan antioksidan, serat, vitamin dan mineral.

“Alpukat cocok dimasukkan dalam berbagai jenis hidangan. Rasanya bisa bercampur dengan bahan-bahan manis atau gurih,” kata Sass.

Namun, untuk manfaat terbaik, sebaiknya jangan konsumsi alpukat dengan tambahan gula.

Alpukat mengandung vitamin B6 dan asam folat, yang membantu mengatur kadar homocysteine. Tingkat tinggi homosistein dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Alpukat juga mengandung vitamin E, glutathione, dan lemak tak jenuh tunggal, yang membantu dalam menjaga kesehatan jantung.

Alpukat juga merupakan sumber potassium/kalium yang sangat baik, yang dapat membantu mengrontrol level tekanan darah.

Senyawa phytonutrisi yang ditemukan dalam alpukat, seperti polifenol dan flavonoid telah ditemukan memiliki sifat anti-inflamasi, sehingga mengurangi risiko gangguan inflamasi dan degeneratif.

Alpukat kaya akan senyawa yang disebut beta-sitosterol yang telah terbukti efektif dalam menurunkan kadar kolesterol darah.

Alpukat adalah sumber lutein karotenoid, yang dikenal dapat membantu melindungi terhadap degenerasi makula dan katarak yang berhubungan dengan usia.

Bagi penderita diabetes, alpukat sangat baik disertakan dalam pola diet diabetes. Lemak tak jenuh tunggal  di dalam alpukat dapat membalikkan resistensi insulin yang akan membantu mengatur kadar gula darah.

Alpukat juga mengandung serat larut yang menjaga dapat kadar gula darah tetap stabil.

Alpukat kaya akan folat, unsur vitamin B yang biasa dikenal sebagai asam folat. Satu cangkir alpukat menyediakan sekitar dua puluh tiga dari nilai harian folat yang direkomendasikan.

Tingginya jumlah folat dalam alpukat sangat penting dalam pencegahan cacat lahir bagi waninta yang mengandung.

Tingginya tingkat folat dalam alpukat juga dapat melindungi seseorang dari serangan stroke.

Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa orang yang makan diet kaya folat memiliki risiko lebih rendah terkena stroke daripada mereka yang tidak

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa alpukat dapat menghambat pertumbuhan kanker prostat. Asam oleat dalam alpukat juga efektif dalam mencegah kanker payudara.

Alpukat mengandung glutation, sebuah antioksidan kuat yang membantu melawan radikal bebas dalam tubuh, sehingga imunitas tubuh tetap terjaga dan juga mengurangi resiko kanker.

Kaya akan antioksidan, alpukat sangat bermanfaat dalam melawan gejala penuaan. Glutathione dalam alpukat dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperlambat proses penuaan, dan mendorong sistem saraf yang sehat.

Alpukat adalah salah satu pencuci mulut alami dan obat bau mulut terbaik. Itu karena alpukat membersihkan usus, yang merupakan penyebab utama lidah-berlapis dan bau mulut.

Asupan Alpukat dikaitkan dengan peningkatan penyerapan gizi oleh tubuh.

Sebuah studi menunjukkan bahwa, ketika peserta makan salad berisi alpukat, mereka menyerap lima kali jumlah karotenoid lebih banyak daripada mereka yang tidak memasukkan alpukat dalam saladnya.

Minyak alpukat ditambahkan dalam banyak kosmetik karena kemampuannya untuk memelihara kulit dan membuat kulit Anda bersinar.

Hal ini juga membantu dalam mengobati psoriasis, penyakit kulit yang menyebabkan iritawsi kulit dan kemerahan.

Komentar