Berhenti Ngopi? Jangan, Batalkan Saja…

Penulis: Darmansyah

Senin, 4 Januari 2016 | 11:19 WIB

Dibaca: 2 kali

Anda ingin mengakhiri rutinitas “wajib” ngopi?

“Jangan,” anjur Prof. Clare Collins dari Dietitians Association of Australia.

Ada apa?

Menurut sang professor, yang juga ahli nutrisi itu, dengan tetap ngopi Anda akan terhidar dari kanker hati.

Wuah……

Prof. Clare Collins menegaskan ada bukti manfaat sehat kopi.

Ia memiliki review detil penelitian yang menyimpulkan bahwa peminum kopi memiliki risiko lebih rendah kena kanker hati dan risiko mati mendadak.

Selain itu, mereka juga memiliki risiko lebih rendah kena diabetes tipe 2. diabetes jenis ini terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin, hormon kunci yang mengubah gula menjadi energi atau insulin yang dimiliki tidak bekerja dengan benar.

Prof. Collins mengatakan,”Ketika Anda melihat peran biokimia kopi, tampaknya kopi punya tugas di tingkat selular yang mirip seperti pembersih, mampu datang dan mempercepat proses biokimia yang berhubungan dengan perbaikan kerusakan dalam sel atau membersihkan kotoran, sehingga molekul yang berhubungan dengan insulin dan glukosa dapat bekerja lebih efisien.”

Riset juga menyimpulkan, kafein membantu melindungi otak dari penyakit Parkinson’s.

Dr Robyn Brown, spesialis adiksi dari Florey Institute of Neuroscience, Victoria mengatakan, “Jika saya punya riwayat Parkinsons dalam keluarga, mungkin saya akan minum kopi setiap hari.”

Ahli-ahli lain mengatakan, kendati terdapat kandungan stimulan dalam kopi, zat yang bikin jantung deg-degan pada sejumlah orang itu sepertinya tidak menyebabkan masalah bagi sebagian besar masyarakat.

Wanita hamil sebaiknya menghindari minum kopi.

Kopi juga tidak direkomendasikan untuk masyarakat dengan kondisi seperti peningkatan detak jantung jangka pendek dan tekanan darah tinggi.

Anak-anak yang tak bisa mencerna kopi, sebaiknya tidak minum kopi sampai berusia remaja.

Ada juga penelitian yang mengungkapkan, kopi membantu tubuh tetap langsing. Peneliti dari Hannover Medical School, Jerman menemukan kandungan kafein dalam kopi membantu tubuh melawan kenaikan berat badan yang terjadi perlahan.

Kafein adalah stimulan yang paling banyak dikonsumsi di dunia.

Banyak laporan membuktikan kopi dapat meningkatkan pengeluaran energi setiap hari sekitar lima persen.

Ilmuwan mengatakan, mengombinasikan dua sampai empat cangkir kopi setiap hari dan olahraga teratur akan lebih efektif untuk menjaga berat badan.

Kopi adalah salah satu zat adiktif yang legal dikonsumsi.

Walau pun mengandung zat adiktif, kecanduan kafein sepertinya dianggap wajar dan normal saja.

Terlepas dari berbagai bukti ilmiah tentang efek merugikan kafein, popularitasnya terus meningkat di masyarakat modern.

Kopi mendapatkan popularitas karena efeknya yang menunda kantuk, memberikan rasa senang dan bersemangat serta membangkitkan vitalitas peminumnya.

Sesuatu yang amat dicari di tengah deru kehidupan serba cepat. Ini disebabkan oleh efek kafein pada reticular ascending system dan reseptor adenosine.

Adenosine adalah zat yang menyebabkan kantuk.

Dengan memblokir reseptornya, tubuh tidak bisa membaca adanya adenosine sehingga mengahalangi kantuk.

Tapi perlu ditekankan kafein hanya menunda kantuk tanpa mengembalikan kemampuan otak.
Otak yang sudah lelah tetap akan melambat!

Kadar kafein mencapai puncaknya setelah dikonsumsi. Kadarnya akan tetap tinggi dalam darah.

Dosis yang dikonsumsi sebelum tidur dapat memperpanjang waktu yang diperlukan untuk tidur dan juga mengganggu proses tidur itu sendiri.

Gangguan proses tidur akibat kafein adalah buruknya kualitas tidur akibat tahapan tidur dalam stage N3 sleep yang memendek.

Padahal tahap tidur dalam, sering juga disebut restorative sleep, adalah tahapan tidur penting dimana tubuh mengeluarkan hormon pertumbuhan yang berfungsi dalam perbaikan sel-sel tubuh yang rusak.

Pada beberapa orang yang sensitif terhadap kafein, dengan konsumsi kopi di pagi hari sudah dapat mengganggu proses tidur di malam harinya.

Dari sisi kesehatan tidur, bukan hanya dosis konsumsi yang harus diperhatikan. Jauh lebih penting memperhatikan jadwal konsumsinya.

Kita senang sekali dihibur dengan mitos bahwa ada zat yang dapat mengalahkan lelah dan kantuk hingga dapat terus aktif produktif.

Lihat saja berbagai iklan di media, semua produk berlomba-lomba menyatakan bisa kalahkan kantuk dan meningkatkan produktivitas.

Hal yang memprihatinkan sebenarnya, karena menyiratkan masyarakat kita yang mengantuk.

Tetapi tak demikian kenyataannya, tak ada satu zat pun yang dapat menggantikan efek restoratif tidur!

Berbagai produk tersebut kebanyakan mengandung kafein.

Kafein seperti telah dibahas akan memberikan rasa segar dan emosi yang positif.

Mirip dengan keadaan saat kita baru bangun tidur di pagi hari. Setiap pagi kita bangun dengan segar bugar, penuh vitalitas dan penuh semangat. Segala tantangan seolah akan dengan mudah kita hadapi.

Kafein digunakan untuk meniru rasa-rasa itu. Tetapi orang sering lupa, bahwa kafein tak dapat mengembalikan kemampuan konsentrasi, analisa, ketelitian, kewaspadaan dan jauh lebih penting, kemampuan untuk mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Hanya tidurlah yang dapat mengembalikan vitalitas kita.

Bagaimana dengan tempat kerja yang menyediakan kopi untuk meningkatkan produktivitas pekerjanya?

Tidak salah, tetapi sebaiknya kita mulai mengatur konsumsi kopi. Jika sepanjang hari terus bolak-balik pantry untuk menyeduh kopi, tentu ada yang salah dengan kesehatan tidur.

Dengan berkembangnya kesadaran akan kesehatan tidur, para ahli ingin melihat lebih dalam hubungan kafein dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Kita sama-sama telah mengetahui bahwa peningkatan konsumsi kopi akan meningkatkan resiko terhadap kesehatan.

Para ahli berpendapat, mungkin bukan jumlah konsumsi kopi yang penting bagi kesehatan, tetapi “kebutuhan” akan kafeinlah yang beresiko terhadap kesehatan. Apa yang menyebabkan seseorang butuh bercangkir-cangkir kopi seharinya? Kantuk!

Beberapa penelitian sudah menunjukkan bahwa durasi tidur yang pendek akan tingkatkan resiko gagal jantung, hipertensi hingga stroke.

Tetapi kini kita juga kenal adanya hipersomnia, atau kantuk berlebihan walau durasi tidur cukup. Hipersomnia dan mendengkur merupakan kombinasi mematikan bernama sleep apnea.

Sleep apnea adalah henti nafas saat tidur, yang jelas buruk bagi kerja jantung saat tidur.

Sleep apnea telah diketahui menjadi penyebab hipertensi, berbagai penyakit jantung, diabetes dan stroke.

Penderita sleep apnea, akibat kantuk yang terus mendera, membutuhkan kafein untuk menopang segala aktivitasnya.

Kebutuhan akan kafein ini yang beresiko terhadap kesehatan, bukan jumlah konsumsinya saja.

Komentar